• January 14, 2026

10 cara teknologi dan media sosial telah mengubah kita

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Apakah Anda bersalah karena termasuk dalam salah satu kategori ini?

JAKARTA, Indonesia – Seorang eksekutif pemasaran internasional terkemuka telah mengidentifikasi 10 cara teknologi telah mengubah masyarakat Indonesia.

Berbicara di Global Mobile App Summit and Awards (GMASA) pada tanggal 26 Januari, Danny Oei Wirianto menyoroti perubahan paling penting dalam masyarakat Indonesia sejak diperkenalkannya ponsel pintar.

Wirianto, yang merupakan kepala pemasaran di GDP Venture, sebuah kelompok kontrol yang membawahi 20 perusahaan, mengatakan bahwa meskipun perbedaan ini berlaku di banyak negara, perbedaan tersebut terutama terlihat di Indonesia.

Orang Indonesia membeli ponsel terbanyak di Asia Tenggara. Dan dengan 280 juta pelanggan telepon seluler, Indonesia merupakan pasar telepon seluler terbesar ketiga di dunia.

Menurut Wirianto, sebanyak 69% masyarakat Indonesia terus menggunakan ponsel saat berada di tempat tidur, dan “bahkan lebih lama berada di kamar mandi karena terganggu oleh gawainya.”

Wirianto mengatakan dengan 72 juta masyarakat Indonesia yang aktif menggunakan media sosial, ia melihat tidak ada kemungkinan perubahan ini akan melambat atau menurun secara umum.

Berikut adalah 10 perubahan perilaku teratas yang diamatinya di era digital:

1. Lebih suka berpetualang

Mereka kini berani bereksplorasi lebih jauh karena iming-iming foto di media sosial

2. Kurang jujur

Sekarang ada kecenderungan yang lebih besar untuk berbohong tentang kehidupan mereka dengan munculnya media sosial.

3. Tidak Sabar

Dengan segala sesuatunya yang kini begitu mudah diakses dan ditransmisikan secara real time, Wirianto mengatakan masyarakat semakin tidak sabar.

4. ‘Pertemanan’

Menurut Wirianto, ‘persahabatan’ adalah fenomena di mana setiap orang – mulai dari orang tua hingga orang asing – dianggap sebagai ‘teman’ di media sosial, terlepas dari akurat atau tidaknya hal tersebut menggambarkan hubungan Anda dengan orang tersebut.

5. Videologi

Pembelajaran dan komunikasi kini banyak dilakukan melalui video.

6. Ekspresif

Orang-orang semakin banyak memposting dan privasi semakin berkurang. “Semua orang sangat ekspresif sekarang, mereka menangis di video, dan menampilkan kehidupan pribadi mereka seolah-olah batasan pribadi tidak ada. Untuk apa? Karena mereka ingin diperhatikan,” kata Wiranto.

7. Piktografi

Pesan kini lebih bersifat visual melalui foto dan gambar, bukan lagi sekadar teks.

8. Berpengetahuan luas

Masyarakat menjadi lebih penasaran dan mempunyai akses lebih besar terhadap informasi.

9. Era kebebasan

Masyarakat berharap mendapatkan segala informasi dan layanan internet secara gratis.

10. Gila belanja

Orang cenderung membelanjakan lebih banyak, sementara lebih banyak orang bisa menjual (apa saja!) melalui online.

Apakah Anda termasuk dalam salah satu kategori ini? Beri tahu kami di komentar di bawah! – Rappler.com

uni togel