• March 4, 2026
3 hal yang perlu Anda ketahui tentang impor daging kerbau

3 hal yang perlu Anda ketahui tentang impor daging kerbau

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Daging kerbau impor akan mulai masuk ke pasar tradisional pada minggu ke-3 dan ke-4 bulan Juli.

JAKARTA, Indonesia – Idul Fitri telah usai, namun harga daging sapi belum turun. Bahkan masih ada satu yang lebih dari Rp 100 ribu per kilogram. Oleh karena itu, pemerintah berencana mengimpor 10 ribu ton daging kerbau dari India.

Daging ini secara bertahap akan mulai masuk ke pasar Indonesia pada bulan Juli ini. Distribusi daging akan disebar ke pasar tradisional mulai minggu ke-3 dan ke-4 bulan Juli.

Berikut hal-hal yang perlu Anda ketahui mengenai impor daging kerbau:

1. Menekan lonjakan harga daging sapi
: Motivasi utama pemerintah melakukan impor daging kerbau adalah karena mahalnya harga daging sapi. Sejak lebaran hingga saat ini, harga daging sapi masih stabil di atas Rp 100 ribu per kilogram.

Sesuai Peraturan Menteri Pertanian, daging kerbau akan dijual dengan harga Rp60 ribu per kilogram, kata Direktur Pengadaan Perum Bulog Wahyu.

Bulog memastikan daging kerbau yang masuk bebas penyakit mulut dan kuku, serta halal untuk dikonsumsi.

2. Membuka peluang baru
: Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong juga mendukung masuknya daging kerbau impor.

“Tujuannya untuk membuka peluang baru untuk mengurangi dominasi pemasok tradisional. “Itu sudah disiapkan beberapa bulan, kalau mau efisien harus verifikasi pemasok dagingnya,” kata Thomas.

Langkah ini, kata dia, juga merupakan salah satu langkah dalam paket kebijakan yang bertujuan mengubah negara dan zonasi pemasok daging. Tom, sapaan akrab Mendag, mengatakan pemerintah Indonesia ingin menghentikan dominasi pemasok daging yang hanya berasal dari Australia.

Dengan membuka kerja sama dengan India, india dapat membuka sumber peluang baru.

3. Diprotes para peternak
Para peternak yang tergabung dalam Persatuan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) memprotes kebijakan impor daging kerbau. Mereka mengatakan, masih ada ancaman penyakit mulut dan kuku (PMK) dari daging tersebut.

Ketua Umum PPSKI Teguh Boediyana mengatakan, impor daging kerbau dari negara yang belum bebas penyakit mulut dan kuku (PMK) sangat berisiko. India sebenarnya tidak memiliki zona bebas FMD yang diakui oleh Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE).

Masuknya daging kerbau murah akan merusak dinamika harga di pasar.

“Harga yang murah sangat mendistorsi, dampaknya bagi petani kecil. Kalau harga turun, kami (peternak) rugi. “Jangan korbankan kepentingan peternak rakyat,” ujarnya. – Rappler.com

BACA JUGA:

Hongkong Pools