4 WNI yang diculik Abu Sayyaf akhirnya dibebaskan
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Proses pembebasan keempat WNI tersebut kabarnya melibatkan pimpinan Front Pembebasan Nasional Bangsa Moro (MNLF), Samsula Adju.
JAKARTA, Indonesia – Empat awak kapal TB Henry dan kapal Cristi akhirnya dibebaskan setelah ditahan kelompok milisi Abu Sayyaf di Filipina selatan selama hampir 2 bulan. Informasi tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat konferensi pers dadakan di Istana Negara, Rabu, 11 Mei.
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, akhirnya 4 WNI yang disandera kelompok bersenjata sejak 15 Maret 2016 berhasil dibebaskan, kata Jokowi.
Ia mengatakan pembebasan tersebut berhasil berkat kerja sama yang baik antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Filipina. Saat ini keempat sandera berada di tangan pemerintah Filipina.
“Sebentar lagi akan diserahkan kepada pemerintah Indonesia,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Jokowi juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Filipina atas kerja sama yang baik sehingga 14 sandera WNI berhasil dibebaskan dengan selamat dan tidak terluka.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sumber Rappler, keempat WNI tersebut diantar ke halaman depan Gedung Gubernur Sulu Abdusakur Tan II oleh orang tak dikenal. Setelahnya, keempat WNI tersebut dibawa ke RS Stasiun Bautista untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
Beberapa sumber yang diketahui Rappler menyebutkan, proses pembebasan bisa terwujud berkat keterlibatan pemimpin politik Front Pembebasan Nasional Bangsa Moro (MNLF), Samsula Adju. Pembebasan tersebut juga melibatkan uang tebusan yang dibayarkan keluarga korban sebesar 50 juta Peso atau Rp 14,3 miliar.
Pembebasan 4 WNI tersebut dilakukan usai 3 negara menggelar pertemuan trilateral di Yogyakarta pada Mei lalu. Pertemuan tersebut menghasilkan 4 kesepakatan, salah satunya berupa patroli bersama di wilayah perairan masing-masing negara.
Kapal tunda TB Henry dan kapal Cristi dibajak oleh kelompok milisi bersenjata saat dalam perjalanan dari Cebu, Filipina menuju Tarakan. Total awak kapal yang berada di kapal tersebut sebanyak 10 orang.
Berdasarkan informasi Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal, 1 orang awak kapal mengalami luka tembak di bagian ketiak dalam peristiwa pembajakan tersebut karena berusaha melawan. Sedangkan 5 awak kapal lainnya tidak mengalami luka-luka dan berhasil melarikan diri.
Kelima awak kapal tersebut kembali ke wilayahnya masing-masing. Sebelumnya, pada 1 Mei, 10 WNI juga dibebaskan kelompok Abu Sayyaf setelah melalui proses perundingan yang panjang.
Mereka tiba di Indonesia pada Minggu malam, 1 Mei setelah tiba dari Zamboanga, Filipina Selatan, dan langsung diperiksa di RSPAD Gatot Subroto. Namun dalam proses pelepasan tersebut, muncul klaim dari berbagai pihak yang mengaku terlibat dalam proses pelepasan tersebut. Termasuk klaim dari Yayasan Sukma yang diketuai maestro media dan pimpinan Partai Nasional Demokrat Surya Paloh.
Hal lain yang menjadi perdebatan adalah uang tebusan yang diberikan kepada para penculik agar 10 WNI tersebut bisa dibebaskan. Pemerintah berulang kali membantah menyerahkan uang tebusan kepada kelompok Abu Sayyaf.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut strategi yang dilakukan pemerintah Indonesia adalah diplomasi total.
Yang penting sanderanya bebas
Sementara itu, Menteri Retno kembali enggan membeberkan detail upaya pembebasan yang dilakukan pemerintah Indonesia. Bagi mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda, fokus pemerintah hanya untuk membebaskan dan mengamankan keempat WNI tersebut.
“Adapun siapa yang menculik, TIDAK menjadi penting lagi, kan? Yang terpenting keempat WNI kita bisa dibebaskan dengan selamat, kata Retno, Rabu 11 Mei di kantor Kementerian Luar Negeri.
Kementerian Luar Negeri juga telah berkomunikasi dengan pihak keluarga untuk memastikan keempat WNI tersebut dalam keadaan sehat.
“Proses pemulangan mereka juga sudah kami diskusikan dengan Panglima TNI dan tim kami di lapangan. “Mereka akan dipulangkan dari Sulu, Filipina Selatan secepatnya,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Rappler, keempat WNI tersebut akan dipulangkan melalui jalur laut dari Filipina bagian selatan menuju Tarakan, Kalimantan Timur sekitar pukul 02.00. Selanjutnya dari Tarakan, keempat WNI tersebut akan dibawa ke Bandara Halim dengan pesawat TNI AU.
Berikut nama 4 WNI yang dibebaskan dari kelompok milisi Abu Sayyaf:
1. Moch Ariyanto Misnan sebagai master
2. Loren Marinus Petrus Rumawi sebagai Chief Officer
3. Dede Irfan Hilmi sebagai Perwira Kedua
4. Samsir sebagai awak kapal – Rappler.com
BACA JUGA: