• April 8, 2026
4 WNI yang diculik Abu Sayyaf telah tiba di Lanud Halim Perdana Kusuma

4 WNI yang diculik Abu Sayyaf telah tiba di Lanud Halim Perdana Kusuma

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Pemerintah Indonesia bersikukuh tidak akan menggunakan uang tebusan untuk membebaskan keempat WNI tersebut dari cengkeraman para penculik yang mengaku sebagai kelompok Abu Sayyaf.

JAKARTA, Indonesia – (UPDATED) Keempat awak kapal tunda TB Henry dan kapal Cristi akhirnya tiba di Jakarta melalui landasan Halim Perdana Kusuma pada Jumat pagi, 13 Mei sekitar pukul 10.15 WIB. Mereka tiba menggunakan pesawat Boeing 737 TNI AU dengan nomor penerbangan AI7301 setelah diterbangkan dari Tarakan, Kalimantan Timur.

Sebelumnya, mereka melakukan perjalanan melalui laut dari Filipina bagian selatan menuju Tarakan sejak Rabu, 11 Mei. Pangkostrad Edy Rahmayadi mengatakan, proses penyerahan keempat WNI tersebut dilakukan di Pulau Data dekat Pulau Sulu.

“Sebelumnya pada H-3 saya meminta tim bersama KRI Surabaya untuk mengelilingi wilayah laut di Tarakan, Kalimantan Timur. Namun kemudian saya diminta Panglima TNI untuk fokus pada satu bidang. “Tentara Filipina kemudian menurunkan 4 warga kami di dekat perbatasan dan menyerahkannya kepada tim kami,” kata Edy yang diwawancarai Kompas TV.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo pun turut hadir menyambut langsung keempat WNI tersebut di Lanud Halim Perdana Kusuma. Berbeda dengan proses pembebasan 10 WNI pada 1 Mei, Kementerian Luar Negeri menutup total segala informasi.

Mereka baru dibebaskan pada Rabu, 11 Mei setelah diantar orang tak dikenal hingga ke halaman rumah Gubernur Sulu.Presiden Joko Widodo kemudian mengumumkan pembebasan mereka di Istana Negara pada hari yang sama.

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, akhirnya 4 WNI yang disandera kelompok bersenjata sejak 15 April 2016 berhasil dibebaskan, kata Jokowi dua hari lalu.

Pembebasan tersebut dilakukan usai pertemuan trilateral antara Filipina, Malaysia, dan Indonesia digelar di Yogyakarta. Ada empat hasil yang didapat dari pertemuan tersebut, salah satunya berisi kesepakatan untuk melakukan patroli bersama di wilayah perairan masing-masing.

Sama seperti proses repatriasi sebelumnya, keempat WNI tersebut akan dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Padahal mereka sudah melalui proses ini sebelumnya di Pulau Sulu.

“Sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk melihat apakah ada luka atau trauma yang dialami keempat warga negara kita,” kata Direktur Perlindungan WNI Kementerian Kementerian Lalu Muhammad Iqbal kepada Rappler, Kamis, 12 Mei di Hotel Le Meridien Jakarta ditemui. , dikatakan. .

Setelahnya, Kementerian Luar Negeri akan melakukan serah terima pemerintahan secara simbolis kepada keluarga masing-masing.

Publik kembali mempertanyakan apakah upaya pembebasan kali ini melibatkan uang tebusan. Saat Rappler menanyakan hal tersebut, Iqbal membantahnya.

“Sejak awal, pemerintah berkomitmen untuk tidak membayar uang tebusan kepada kelompok penculik.” dia berkata.

Padahal menurut sumber Rappler, uang tebusan sebesar 50 juta peso atau setara Rp 14,3 miliar diberikan oleh keluarga korban. Sementara itu, Menlu Retno mengakui detail upaya pembebasan sandera sudah tidak penting lagi. Sebab, saat ini 4 WNI berhasil dibebaskan dan selamat.

Kapal yang membawa empat warga negara Indonesia itu dibajak saat sedang berlayar dari Cebu, Filipina dalam perjalanan ke Tarakan. Total awak kapal yang berada di kapal tersebut sebanyak 10 orang. Dalam kejadian itu 1 awak kapal mendapat luka tembak di bagian ketiak karena berusaha melawan. Sedangkan 5 awak kapal lainnya tidak mengalami luka-luka dan berhasil melarikan diri. – Rappler.com

BACA JUGA:

Toto HK