5 Alasan Djanur Memilih Mundur dari Klub Persib Bandung
keren989
- 0
Usai mengundurkan diri sebagai pelatih Persib, Djanur mengaku ingin rehat sejenak sembari menentukan arah kariernya ke depan.
BANDUNG, Indonesia – Djajang “Djanur” Nurjaman akhirnya hengkang sebagai pelatih kepala Persib Bandung. Keputusan itu diambil setelah timnya mengalami kekalahan 1-2 saat bertandang ke markas Mitra Kukar di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur pada Sabtu 15 Juli.
Manajemen Persib Bandung akhirnya menyetujui keputusan tersebut. Ini bukan kali pertama Djanur mengajukan pengunduran diri. Sebelumnya ia mengajukan pengunduran diri namun ditolak oleh manajemen.
Berikut lima alasan Djanur akhirnya memilih mundur dari tim yang dilatihnya selama lima tahun terakhir:
1. Desakan keluarga
Keluarga menjadi alasan Djanur pertama kali mengumumkan pengunduran dirinya. Banyaknya hinaan yang dilontarkan Bobotoh kepada dirinya karena tak mampu membawa Persib Bandung sesuai ekspektasi membuat anak-anaknya terluka. Kedua putrinya kemudian meminta ayahnya mundur sebagai pelatih tim Maung Bandung.
“Yang pasti awalnya karena tekanan dari pihak keluarga. “Anak-anak saya setiap hari merasa sakit hati atas hinaan terhadap saya di media sosial,” kata Djanur saat dihubungi Rappler pada awal Juni lalu.
2. Tidak bisa mendongkrak performa tim
Persib Bandung menduduki puncak klasemen pada awal musim Gojek Traveloka Liga 1 2017. Namun kini posisinya turun ke posisi ke-12.
Dari 15 kali bermain, tim Pangeran Biru hanya mampu meraih kemenangan sebanyak 5 kali, sisanya 5 kali imbang dan 5 kali kalah.
Performa tim yang konsisten mengecewakan membuat pelatih berusia 52 tahun itu menyerah. Djanur kemudian dengan suara bulat menyatakan pengunduran dirinya.
Kali ini saya benar-benar tidak bisa meningkatkan performa tim, kata Djanur yang merupakan pelatih magang U-19 di Inter Milan.
3. Bentuk tanggung jawab
Saat mengumumkan pengunduran dirinya untuk kedua kalinya di Tenggarong Kutai Kartanegara, Djanur menyebut ada kemungkinan perencanaan yang salah sejak awal terkait kondisi Persib saat ini. Ia merasa dirinyalah pihak yang paling bertanggung jawab.
Djanur pun mengaku bertanggung jawab atas kesalahan pemilihan strikernya. Seperti diketahui, Carlton Cole yang dibeli Persib Bandung sejauh ini belum memberikan kontribusi positif bagi tim.
“Faktor mencolok dalam kesalahan yang saya buat adalah saya tidak bisa memberikan striker yang dibutuhkan tim. Kedua striker yang tersedia tidak bisa dimainkan semuanya. Satu lagi cedera (Sergio van Dijk), satu lagi di atas ekspektasi (Carlton Cole), kata Djanur.
“Semua ini bukan tanggung jawab siapa pun, tapi tanggung jawab saya sebagai pelatih. “Dalam perekrutan, itu semua tanggung jawab pelatih,” ujarnya.
4. Ingin istirahat
Bahkan, saat pertama kali mengumumkan pengunduran dirinya, Djanur sempat menyatakan ingin rehat dari karier kepelatihannya. Meski demikian, bukan berarti ia akan hilang sama sekali dari dunia sepak bola. Ia mengaku masih ingin mendalami dunia si kulit bulat.
“Saya mau istirahat sebentar, tenang dulu. Namun dia akan tetap berkontribusi pada sepak bola. “Bisa saja (melatih klub lain),” ucapnya.
5. Untuk menyelamatkan Persib
Namun yang terpenting, pengunduran diri Djanur semata-mata demi menyelamatkan Persib. Hal itulah yang membuat manajemen tak bisa lagi menolak keinginan pelatih yang juga mantan pemain Persib Bandung itu.
Sebenarnya Pak Djajang juga mengatakan kita bersama-sama menyelamatkan Persib, kata Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar, Minggu 16 Juli.
Ia mengatakan, pihak manajemen tak punya pilihan lain, sebab sudah jelas hati Djanur tak lagi berlabuh di Persib.
“Saya juga memahami perasaan Pak Djajang dalam situasi seperti ini,” ujarnya. – Rappler.com