5 hal tentang Khairy Jamaluddin, Menteri Malaysia
keren989
- 0
JAKARTA, Indonesia – Peristiwa terbaliknya bendera Indonesia di buku cenderamata SEA Games akhir pekan lalu akhirnya membuat publik mengenal sosok Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Khairy Jamaluddin. Selain kritik atas kelalaian panitia SEA Games, netizen juga dikabarkan memilih Khairy karena penampilannya yang menyenangkan.
Khairy mencuri perhatian saat memberikan siaran pers bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di Kuala Lumpur. Di hadapan media Indonesia, atas nama pemerintah Malaysia, Khairy meminta maaf kepada masyarakat Indonesia atas kejadian bendera merah putih terbalik di buku cinderamata.
Penasaran dengan sosok Khairy? Berikut lima hal yang perlu Anda ketahui tentang calon politisi UMNO ini:
1. Lahir dari keluarga diplomat
Khairy Jamaluddin Abu Bakar lahir pada 10 Januari 1976 di Kuwait. Ayahnya, Datuk Jamaluddin Abu Bakar, adalah pejabat tinggi di Kementerian Luar Negeri Malaysia.
Jabatan terakhir yang dijabat ayahnya sebelum pensiun adalah Komisaris Tinggi Malaysia untuk Kerajaan Inggris. Terlahir sebagai putra seorang diplomat, tak heran jika pria yang akrab disapa KJ ini banyak menghabiskan masa mudanya di luar Malaysia.
Ia belajar di Universitas Oxford dan University College London (UCL) dengan gelar BA dalam bidang Filsafat, Politik dan Ekonomi (PPE). Kemudian pada tahun 1998, KJ melanjutkan program magister hukum dan ilmu politik di UCL.
Sedangkan sang ibu, Dato’ Rahmah Abdul Hamid lebih banyak terlibat dalam kegiatan kemanusiaan.
2. Dari jurnalisme hingga politik
Setelah menyelesaikan pelatihannya, KJ kembali ke Malaysia. Pada awal karirnya, ia bekerja sebagai jurnalis selama beberapa waktu. Ia menjadi presenter dan membawakan acara talk show bertajuk Dateline Malaysia.
KJ juga aktif menulis di berbagai media internasional seperti The Economist, Time dan Wall Street Journal. Ia kemudian direkrut menjadi staf khusus di kantor mantan Perdana Menteri Malaysia Abdullah Badawi.
Saat bekerja dengan Badawi, dia mengenal Nori Abdullah, yang sebenarnya adalah putri perdana menteri. Bak dongeng, KJ akhirnya berpacaran dengan Nori dan mereka menikah pada Oktober 2001.
Dari pernikahan tersebut, KJ dan Nori dikaruniai tiga orang anak. Karena KJ resmi menjadi menantu Badawi, karier KJ di dunia politik semakin mulus.
Saat mertuanya masih berkuasa, KJ menjadi wakil ketua umum organisasi pemuda UMNO dan juga menjabat sebagai penasihat pribadi Badawi. Karena kedekatannya, ia rentan dikritik.
Pada tahun 2008, KJ terpilih sebagai anggota parlemen federal di negara bagian Negeri Sembilan. Setahun kemudian, ia terpilih sebagai presiden pemuda UMNO, mengalahkan dua pesaing lainnya, yakni Khir Toyo dan Mukhriz Mahathir.
Ia kemudian terpilih menjadi Menpora pada 16 Mei 2013. Sesuai dengan nama jabatannya, KJ rupanya ingin mengubah citra pejabat publik secara umum. Dengan gaya awet muda dan penampilan atletisnya, KJ jelas berharap bisa menarik suara anak muda untuk mendukung kebijakannya.
3. Tampil di sampul majalah kesehatan
Penampilannya yang atletis, modern, dan karismatik membuat Khairy jelas digandrungi banyak wanita. Namun, citra tersebut sepertinya ia manfaatkan untuk menarik minat generasi Y atau milenial Malaysia.
Ia juga aktif di berbagai akun media sosial mulai dari Facebook, Twitter hingga Instagram. Jumlah followernya pun tidak bisa dibilang sedikit, yakni mencapai 1 juta orang baik di Twitter maupun Facebook.
Selain itu, ia terpilih sebagai salah satu pemimpin global dunia oleh World Economic Forum di Davos, Swiss.
Khairy pun tak segan-segan tampil di sampul majalah. Yang paling menarik perhatian adalah saat ia bersedia tampil di sampul majalah tersebut Kesehatan Pria Edisi Malaysia. Banyak netizen khususnya dari Indonesia yang membicarakan penampilannya di majalah terbitan tahun 2015 itu.
4. Dijuluki ‘bapak’ oleh masyarakat Malaysia
Memiliki penampilan yang tetap bugar meski di usia 40-an membuat orang Malaysia kerap memanggilnya ‘ayah’. Maka pada akhir Juni lalu, ia men-tweet dan bertanya kepada netizen apa maksud sapaan ‘ayah’ tersebut.
Mengapa orang yang bukan keturunan saya menyebut saya sebagai ‘Ayah’ di media sosial? Apa maksudnya dalam pembicaraan milenial? Apakah itu seperti paman?
— Khairy Jamaluddin (@Khairykj) 23 Juni 2017
Pertanyaan yang terkesan polos ini jelas mendapat jawaban yang sangat bervariasi. Bahkan, tak sedikit orang yang meledeknya dengan sebutan ‘ayah seksi’.
Sebuah media Malaysia menjelaskan, kata ‘ayah’ yang sering digunakan masyarakat berarti menyebut seorang pria yang sudah tua namun tetap terlihat tampan. Konotasinya terkesan murahan.
Namun, KJ rupanya tak tersanjung dengan sebutan ‘ayah’ baginya. Hal itu terlihat dari tanggapannya di dunia maya.
5. Mengikuti SEA Games 2017
Meski turut bertanggung jawab dalam penyelenggaraan SEA Games ke-29, KJ juga turut terlibat sebagai peserta. Ia tergabung dalam tim atlet polo berkuda yang bersaing dengan atlet negara lain.
Kepastian tersebut diserahkan langsung oleh Olympic Council of Malaysia (OCM) sebagai salah satu dari tujuh atlet polo berkuda. Meski hal ini menimbulkan banyak tanda tanya, namun menurut presiden OCM, Tunku Tan Sri Imran Tuanku Ja’afar, hal tersebut tidak menjadi masalah. Keikutsertaan KJ pun menjadikannya menteri Malaysia pertama yang terdaftar sebagai atlet di SEA Games bergengsi tersebut.
“Setiap warga negara Malaysia yang mempunyai kemampuan memadai dapat mewakili Malaysia di SEA Games dan termasuk Menteri Pemuda dan Olahraga,” kata Imran. media Malaysia.
Ditambah lagi, kata dia, KJ menyempatkan diri untuk berolahraga.
“Selain itu, ia juga melalui proses seleksi yang ketat. “OCM yakin telah mengikuti seluruh proses seleksi,” ujarnya.
Selain KJ, ada pejabat lain yang turut serta menjadi atlet di SEA Games tahun ini, yakni Sultan Mizan Zainal Abidin yang menjadi Sultan Trengganu. – Rappler.com