5 hal tentang Oon “Proyek Pop”
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Mochamad Fachroni alias Oon meninggal dunia di usia 44 tahun akibat komplikasi penyakit diabetes
JAKARTA, Indonesia — Kabar duka kembali menyelimuti dunia hiburan tanah air di awal tahun 2017. Salah satu anggota grup musik Project Pop, Oon, menghembuskan nafas terakhirnya pada Jumat pagi 13 Januari.
Oon yang bernama asli Mochamad Fachroni ini meninggal dunia pada usia 44 tahun setelah menderita komplikasi diabetes.
Berikut 5 hal yang mungkin belum Anda ketahui tentang Oon “Project Pop”:
Lulusan Universitas Parahyangan
Oon merupakan anggota Project Pop, grup musik bergenre komedi yang dibentuk pada tahun 1996. Project Pop merupakan ‘junior’ dari grup Padhyangan, grup yang kerap membawakan lagu-lagu parodi. Padhyangan merupakan singkatan dari Universitas Padjadjaran dan Universitas Katolik Parahyangan karena seluruh anggotanya berasal dari kedua kampus tersebut.
Di Project Pop, hanya Gugum yang merupakan lulusan Unpad, selebihnya merupakan mahasiswa Unpar, termasuk Oon.
Cinlok bersama istri
Tahun ini, Oon dan istrinya, Dessy Rossalianita atau akrab disapa Ocha, akan menikah selama 13 tahun. Oon pertama kali bertemu Ocha pada tahun 2003.
Secara kebetulan, Project Pop sedang syuting video klip pada saat itu Dangdut adalah musik negaraku. Ocha menjadi salah satu model pendukung dalam video klip tersebut. Lucunya, saat pertama kali bertemu, Ocha belum mengetahui kalau Oon adalah seorang artis.
Setelah melalui proses pendekatan, Oon akhirnya menikah dengan Ocha pada 26 Juli 2004 dan langsung memboyong Ocha ke Bandung. Kini keduanya telah dikaruniai dua orang anak.
Keturunan penderita diabetes
Diabetes yang diderita Oon tampaknya merupakan penyakit keturunan di keluarganya.
“Awalnya kencing manis, turun temurun, sebelum menikah sekitar usia 28 tahun, baru ketahuan saat anak pertama berusia 3 tahun, artinya pada 2009-2010. Sejak itu pola makannya teratur,” kata istrinya, Dessy Rosaliaanita atau Ocha, kata Rabu, 11 Januari, saat konferensi pers bersama media di Jakarta.
Diabetes kemudian menyebar dan menjadi komplikasi yang menyerang organ tubuh lain seperti ginjal, jantung, dan hati.
“Fungsi ginjal Oon memang menurun. Sehingga Oon menderita gagal ginjal terminal yang cukup parah sehingga memerlukan cuci darah hingga tiga kali seminggu untuk menghilangkan racun dalam tubuhnya. “Fungsi ginjalnya kini diambil alih oleh mesin dialisis,” kata staf Project Pop Udjo.
Tak hanya fungsi ginjalnya yang memburuk, kapasitas pompa jantung Oon hanya 30 persen.
Penurunan berat badan secara drastis
Salah satu perubahan yang terlihat jelas setelah Oon menderita diabetes adalah penurunan berat badan.
Pria kelahiran 19 Juli 1972 ini sebelumnya berpenampilan agak montok dan tembam, kini menjadi sangat kurus. Bahkan, kata Ocha, berat badan Oon turun sekitar 15 kilogram. Saat ini berat badan Oon adalah 75 kilogram.
Bocah Vespa
Saat kesehatannya belum memburuk, Oon rupanya suka bepergian dengan Vespa.
Dia bahkan punya waktu wisata bersama komunitas Wave Speed Tour ke Pantai Sayang Heulang Garut Jawa Barat.
—Rappler.com