• March 18, 2026

5 hal yang harus Anda persiapkan jika terjebak kemacetan saat berbuka puasa

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Jenis makanan yang sebaiknya Anda siapkan saat terjebak kemacetan saat tiba waktunya berbuka puasa

JAKARTA, Indonesia — Banyak orang bermimpi berpuasa di rumah bersama keluarga. Namun kondisi lalu lintas di kota besar seperti Jakarta seringkali menjadi kendala bagi keinginan tersebut.

Waktu menjelang berbuka puasa seringkali bertepatan dengan waktu sebagian besar perusahaan pulang kerja, yang lalu lintasnya sedang puncaknya.

Terjebak kemacetan saat azan Maghrib dibunyikan sudah menjadi skenario yang lumrah bagi Anda para pekerja. Selain karena rasa lapar harus bertahan lebih lama, menunda berbuka juga tidak dianjurkan dalam Islam.

Nah berikut beberapa hal yang bisa Anda persiapkan ketika Anda tahu Anda akan terjebak di jalan saat tiba waktunya berbuka puasa.

Air biasa

Dari semua makanan menggoda dan minuman beraroma yang dipajang di sepanjang etalase di jalan-jalan kota, jangan pernah lupakan satu hal: Air.

Saat Anda berpuasa, Anda pasti berisiko mengalami dehidrasi. Air atau air mineral adalah pencegahan dehidrasi yang paling sehat.

Selain mudah ditemukan dimana-mana, air juga sangat mudah dibawa kemana-mana, sehingga bagi anda yang pulang kerja menggunakan angkutan umum, menyimpan sebotol air di saku bukanlah hal yang sulit.

roti

Untuk berbuka puasa, biasanya kita mencari makanan ringan. Seringkali jajanan gorengan menjadi incaran berbuka puasa. Apalagi jajanan ini sangat mudah ditemui di pinggir jalan maupun di pedagang asongan saat kita terjebak kemacetan.

Namun perlu Anda ketahui bahwa makanan berminyak kurang baik untuk berbuka puasa, karena kandungan lemak yang tinggi pada minyak dapat menyebabkan rasa mual.

Oleh karena itu, roti menjadi pilihan yang tepat untuk Anda berbuka puasa, karena roti tergolong ringan dan mudah dibawa. Kandungan karbohidrat pada roti juga bisa mengembalikan energi yang terkuras karena tidak makan atau minum seharian lho.

susu

Selain air, susu merupakan salah satu cairan yang baik untuk berbuka puasa. Susu dapat menggantikan kebutuhan protein yang terlewat akibat puasa.

Susu juga membuat Anda merasa kenyang sementara. Jadi, selama dalam perjalanan pulang, Anda bisa mengendalikan rasa lapar dengan minuman sehat seperti susu. Susu juga mengandung kalsium dan penting untuk terus menjaga kualitas dan kinerja tulang Anda.

Hindari makanan yang digoreng

Seperti yang telah dijelaskan sekilas sebelumnya, bukan rahasia lagi kalau gorengan menjadi makanan favorit saat bulan Ramadhan. Kategori jajanan dan rasa asin renyah menjadi magnet tersendiri untuk berbuka puasa.

Alam semesta pun mendukung kita, sejauh mata memandang kita bisa melihat penjual gorengan. Namun, apakah kenikmatan tersebut sebanding dengan risiko medis yang menanti?

Makanan yang digoreng merupakan makanan yang miskin gizi. Makanan ini merupakan makanan yang sangat kaya akan lemak jenuh. Makanan yang digoreng sulit diolah oleh hati, sehingga diolah menjadi jaringan lemak di tubuh kita. Akibatnya, makanan tersebut pasti dapat mengganggu kelancaran pencernaan dan jelas menyebabkan obesitas.

Gila

Kacang-kacangan merupakan makanan yang kaya akan protein. Kacang juga merupakan salah satu makanan ringan yang mudah ditemukan dan dibawa kemana saja.

Sebelum Anda meninggalkan kantor, luangkan waktu untuk membeli kacang-kacangan. Mengonsumsi kacang-kacangan saat berbuka puasa di jalan jauh lebih menyehatkan dibandingkan mengonsumsi kacang-kacangan camilan kemasan yang mengandung kadar garam tinggi, perasa buatan, MSG dan bahan pengawet.

Kiat lainnya

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menentukan porsi mana yang akan disiapkan untuk berbuka puasa. Hal ini patut Anda perhatikan meskipun Anda berada dalam posisi yang kurang menguntungkan untuk berbuka puasa, seperti saat Anda bepergian:

  • Carilah makanan dan minuman dengan suhu netral, tidak panas dan tidak dingin. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menyesuaikan suhu tubuh kita saat berbuka, dan baik untuk lambung dan pencernaan kita.
  • Jangan sampai termakan euforia puasa dengan menyiapkan berbagai jenis makanan. Misalkan Anda sama laparnya seperti biasanya di luar bulan Ramadhan. Terlalu banyak makan bisa menimbulkan efek kejut pada perut. Jika tidak makan dalam waktu lama, volume perut akan mengecil, jadi mulailah dengan yang ringan.

Sumber artikel ini berasal dari HaloSehat.comsebuah situs kesehatan yang menyajikan informasi terpercaya dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Togel Sydney