5 hal yang perlu Anda ketahui tentang kasus pemerkosaan di AS
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Pelaku pemerkosaan sempat membantu menenangkan nenek korban.
Jakarta, Indonesia– AS, remaja 19 tahun asal Sukabumi menjadi korban pemerkosaan pada Sabtu, 11 Juni dini hari. Kasus Amerika menambah daftar remaja perempuan yang menjadi korban pemerkosaan tahun ini, setelah kasus YY yang menjadi berita utama di media.
Apa yang perlu Anda ketahui tentang kasus pemerkosaan di AS?
Pelaku diyakini adalah tetangganya
DD, pemuda tetangga AS, diduga sebagai pelaku pemerkosaan. AS diduga diperkosa pada Sabtu 11 Juni dini hari usai sahur di warung milik neneknya.
Sejauh ini, Polres Sukabumi belum menetapkan DD sebagai tersangka, meski yang terlibat sudah mengakui perbuatannya.
“DD diduga kuat sebagai pelakunya. Namun kami belum menetapkan tersangkanya. “Dia hanya calon kuat karena sudah mengakui perbuatannya,” kata Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Joni Surya Nugraha kepada Radar Sukabumi, Senin 13 Juni..
Namun sesaat kemudian, DD ditetapkan sebagai tersangka.
Tanda-tanda kekerasan tersebar di seluruh tubuh
Hasil otopsi polisi menyebutkan korban diduga meninggal akibat kekerasan dan pemerkosaan. Tim forensik Polda Jabar Nurul Aida mengatakan, ditemukan sejumlah tanda kekerasan di bagian leher, pipi, dan kaki.
Tujuh orang menjadi saksi
Polisi kini tengah memeriksa tujuh saksi yang diyakini mengetahui kasus pemerkosaan yang dialami AS. Salah satunya adalah nenek.
Selain diperkosa, AS juga diduga menjadi korban perampokan
Saat melakukan olah TKP, polisi menemukan beberapa barang berharga milik AS telah hilang.
“Gadis ini diduga menjadi korban perampokan disertai kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Selain itu, ada beberapa barang yang hilang dari hasil olah TKP dan kasus ini masih terus kami dalami, kata salah satu anggota polisi..
Pelaku berhasil menenangkan nenek korban
Saat jenazah AS ditemukan tewas oleh neneknya, pelaku ikut membantu membawa jenazah ke rumah sakit.
Pelaku pun berpura-pura panik saat nenek korban kaget saat mengetahui cucunya tewas dalam kondisi mengenaskan sekitar pukul 15.00 WIB.
Pelaku kemudian menggendong nenek korban dan membantu menenangkannya.
“Polisi sudah berada di tempat kejadian perkara (TCP), mengevakuasi jenazah korban dan membawanya ke rumah sakit. Kecurigaan kami muncul sejak awal, pelakunya pasti orang dekat korban. Oleh karena itu dia (pelaku) kami datangkan bersama sejumlah saksi lainnya, termasuk teman korban, kata Kasatreskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Joni Surya Nugraha..—Rappler.com
BACA JUGA: