• March 6, 2026

5 hal yang perlu Anda ketahui tentang pemilu Filipina

Pemilu kali ini tidak hanya untuk memilih presiden dan wakil presiden saja, namun juga anggota DPR dan kepala daerah.

JAKARTA, Indonesia – Masyarakat Filipina akan menyambut pemilu demokratis pada Senin, 9 Mei. Pada pemilu ke-16 ini, masyarakat Filipina tidak hanya memilih Presiden dan Wakil Presiden, tetapi juga memilih anggota DPR dan pemerintah daerah, termasuk Daerah Otonomi di Mindanao.

Presiden petahana Benigno Aquino III dilarang mencalonkan diri dalam pemilu ini, sehingga ia harus mendukung kandidat lain. Berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang pemilu di negara kepulauan ini:

1. Diikuti oleh lebih dari 50 juta pemilih
Lebih dari 54,4 juta warga Filipina akan mengunjungi 92.509 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di seluruh negeri. Angka tersebut belum termasuk lebih dari 1,38 juta pemilih di luar negeri yang diperkirakan akan memilih di 82 TPS yang tersebar di beberapa negara.

TPS akan dibuka mulai pukul 06:00 hingga 17:00. Bagi pemilih yang berada di luar negeri, sudah bisa menggunakan hak pilihnya sejak 9 April.

Sedangkan hasil penghitungan suara akan dilakukan hingga 12 Mei 2016. Pada 13 Mei 2016, Komisi Pemilihan Umum (COMELEC) akan mengumumkan pemenang di tingkat parlemen, provinsi, regional, kongres, dan daftar partai. Sementara itu, hasil resmi kemenangan presiden diperkirakan akan diumumkan pada 8 Juni 2016.

2. Jangan sembarang memilih Presiden
Dalam pemilu di Filipina, warga negara tidak hanya diminta memilih calon pemegang kursi presiden. Mereka juga memilih anggota parlemen dan kepala daerah.

Total lebih dari 18 ribu pekerjaan tersedia untuk dipilih. Namun jumlah calonnya jauh lebih banyak yakni mencapai lebih dari 44 ribu orang. Berikut adalah daftar posisi yang diberikan dalam pemilu di Filipina.

Pos Pilihan Jumlah posisi Jumlah kandidat
Presiden 1 5
Wakil Presiden 1 6
Senator 12 50
Perwakilan daftar partai 59 kursi 115 grup / 673 nominasi
Perwakilan distrik 238 634
Gubernur 81 275
Wakil Gubernur 81 206
anggota dewan provinsi 776 1813
Walikota kota 145 407
Wakil walikota kota 145 350
Anggota dewan kota 1 624 3.996
Walikota kota 1 489 3 751
Wakil walikota kota 1 489 3 446
Anggota Sangguniang Bayan 11.916 29.741
Gubernur Daerah ARMM 1 4
Wakil Gubernur Daerah ARMM 1 4
Anggota majelis regional ARMM 24 68

3. 5 calon Presiden

Dalam pemilu kali ini ada 5 calon presiden yang ikut serta. Mereka adalah Jejomay Binay, Miriam Defensor Santiago, Rodrigo Duterte, Grace Poe dan Manual Roxas II. Jika terpilih, mereka akan menggantikan Benigno Aquino III dan menjabat sebagai presiden selama 6 tahun.

Berdasarkan survei yang dilakukan Standard Poll, Duterte menempati posisi pertama yang difavoritkan publik untuk keluar sebagai pemenang. Sebanyak 32,4 persen warga menyatakan memilih Wali Kota Davao untuk menjadi pemimpin Filipina berikutnya.

Duterte diunggulkan karena berhasil mengubah kota Davao, yang memiliki rekor kejahatan tertinggi di negara kepulauan tersebut, menjadi kota teraman di Filipina. Namun, kelompok hak asasi manusia menuduh Duterte rutin melakukan pelanggaran hak asasi manusia saat menangkap penjahat.

Duterte dilaporkan telah mengerahkan tim khusus untuk memantau penjahat dan mengeksekusi mereka dalam perjalanan. Kelompok Amnesty International menyerukan penyelidikan terhadap 700 kasus kematian yang mencurigakan.

Duterte menolak meminta maaf karena menggunakan strategi tersebut selama 30 tahun menjabat sebagai wali kota. Ia mengatakan hanya akan membuka jika ada perlawanan yang berujung pada kekacauan. Hal lain yang dijanjikannya adalah mengakhiri kejahatan narkoba dalam kurun waktu 3-6 bulan kepemimpinannya. Kemudian memberikan pengampunan kepada petugas keamanan yang membunuh pelaku kejahatan.

Kandidat presiden favorit lainnya adalah Grace Poe. Wanita berusia 45 tahun itu mendapat dukungan publik dalam survei sebesar 24,6 persen. Poe adalah putri dari aktor terkenal Filipina yang kemudian juga mencalonkan diri, Fernando Poe Jr. Namun Fernando gagal terpilih menjadi presiden saat itu karena hasil pemilu saat itu curang. Fakta tersebut membuat masyarakat bersimpati terhadap keluarga Poe.

Selain itu, Poe memiliki citra bersih dan tidak terlibat dalam skandal korupsi luas yang terjadi di politik Filipina. Untuk mencalonkan diri dalam pemilu tahun ini, Poe melepaskan kewarganegaraan Amerikanya. Tujuannya, agar lawan politik tidak dianggap sebagai antek Negeri Paman Sam saat pemilu nanti.

(Baca profil 5 calon Presiden Filipina di sini)

4. Permasalahan yang harus diatasi oleh calon presiden
Dalam kajian Rappler, setidaknya ada 6 persoalan utama yang perlu dibenahi oleh presiden terpilih mendatang. Enam isu tersebut adalah korupsi, kesenjangan sosial, perubahan iklim dan bencana, kebijakan luar negeri, pekerja Filipina di luar negeri, serta proses perdamaian dan otonomi di Pulau Mindanao.

Proses perdamaian dan otonomi di Pulau Mindanao menjadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir. Khususnya setelah kelompok milisi Abu Sayyaf menculik 14 WNI dan WNA lainnya.

5. Gunakan mesin penghitung suara otomatis

Berbeda dengan pemilu di Indonesia, masyarakat Filipina tidak lagi menggunakan cara manual dalam memilih gambar kandidat. Setiap pemilih akan mendapat map dan surat suara untuk diisi dengan alat tulis khusus.

Mereka kemudian memilih calon dengan mengisi lingkaran di kertas suara. Pemilih kemudian memasukkan surat suaranya ke dalam mesin hitung (VCM). Mesin akan memindai kandidat terpilih. Pemilih kemudian akan menerima semacam kertas sebagai bukti penerimaannya. Kertas tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kotak suara.

Jari telunjuk pemilih kemudian akan diberi tinta sebagai tanda telah menggunakan hak pilihnya.

(Baca disini panduan penggunaan kertas suara di TPU)

Ini adalah ketiga kalinya Filipina menggunakan teknologi kalkulator otomatis. Dengan begitu, hasil pemilu lebih kredibel dan lebih cepat. Namun, beberapa pihak mengkhawatirkan perangkat lunak digital dan kemungkinan manipulasi yang dapat terjadi. – Rappler.com

BACA JUGA:

HK Hari Ini