• January 12, 2026
5 Hasil Pertemuan Masyarakat Kendeng dengan Presiden Joko Widodo

5 Hasil Pertemuan Masyarakat Kendeng dengan Presiden Joko Widodo

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Presiden Joko Widodo memerintahkan penghentian sementara seluruh izin pembangunan proyek pabrik semen di Pegunungan Kendeng.

JAKARTA, Indonesia – Selasa, 2 Agustus lalu, Presiden Joko “Jokowi” Widodo bertemu dengan wakil rakyat Pegunungan Kendeng, Pati, Jawa Tengah. Dalam pertemuan tersebut tercapai 5 poin kesepakatan yang diharapkan dapat mencegah kerusakan alam pada pegunungan kapur.

“Kami menilai Pak Jokowi selama ini belum mengetahui dan mendengar fakta sebenarnya di lapangan. Oleh karena itu kami berusaha sekuat tenaga untuk bisa bertemu langsung dengannya, kata Gunretno, Koordinator Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) dalam siaran persnya kepada Rappler, Rabu, 3 Agustus.

Pertemuan yang berlangsung di Istana Negara, JM-PPK memaparkan berbagai pelanggaran dan pengabaian syarat wajib program pembangunan yang dibuat secara sistematis, demi kelancaran pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng.

Pegunungan Kendeng, kata Gunretno, merupakan pegunungan purba yang menjaga keseimbangan ekosistem yang sangat penting, yakni kawasan lanskap karst dan cekungan air tanah (CAT).

Dari pertemuan ini diperoleh 5 kesimpulan:

1) Perlu segera dilakukan analisa daya dukung dan daya tampung Pegunungan Kendeng melalui KLHS (Studi Lingkungan Hidup Strategis);

2) Pelaksanaan KLHS akan dikoordinasikan oleh Kantor Staf Presiden (PSO) mengingat permasalahan di Kendeng bersifat lintas kementerian dan lintas daerah (mencakup 5 kabupaten, 1 provinsi);

3) Dalam pelaksanaan KLHS, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bertindak sebagai Ketua Komite Pengelola;

4) Selama proses KLHS yang akan dilaksanakan selama 1 tahun, seluruh izin akan dicabut;

5) Pemerintah menjamin proses dialog/musyawarah multipihak yang sehat dalam proses KLHS.

“Presiden memandang penting untuk mendorong KLHS karena akan memfasilitasi integrasi isu lingkungan hidup dan prinsip keberlanjutan ekologi,” kata Gunretno.

Masyarakat Kendeng menerima kenyataan bahwa Jokowi tidak serta merta membatalkan izin pertambangan dan menghentikan pembangunan pabrik semen tersebut. Namun dengan adanya KLHS di Pegunungan Kendeng, kami yakin Pegunungan Kendeng tidak boleh dirusak dan dibongkar hanya untuk kepentingan pembangunan pabrik semen atau industri pertambangan lainnya, ujarnya.

Gunretno yang pada pekan ini bersama 9 Kendeng Kartini menggelar aksi di depan Istana Negara, mengajak semua pihak untuk nantinya mendukung dan mengawasi proses KLHS.

Sebelum bertemu presiden, Sukinah, salah satu perempuan petani asal Kendeng, mengaku akan terus memperjuangkan kelestarian alam hingga akhir.

“Bagaimanapun kita harus menjaga dan melestarikan bumi ibu kita semua,” ujarnya. – Rappler.com

BACA JUGA:

Toto HK