• April 9, 2026
5 Keberatan Ahok atas kesaksian Pedri Kasman

5 Keberatan Ahok atas kesaksian Pedri Kasman

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Pedri menilai kata ‘berbohong’ memiliki konotasi negatif dan tidak tepat digunakan dalam Al-Qur’an

JAKARTA, Indonesia – Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama kembali diadili atas dugaan penodaan agama pada Selasa, 10 Januari, di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

Seperti sidang pekan lalu, agenda hari ini adalah mendengarkan keterangan 5 saksi pelapor.

Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman menjadi saksi pertama. Beliau mewakili generasi muda muhammadiyah yang terdiri dari 3 organisasi yaitu Pemuda, Mahasiswa dan Mahasiswa Muhammadiyah.

“Sebagai umat Islam saya merasa terhina (dengan ucapan Ahok),” kata Pedri saat bersaksi. Menurutnya, kata berbohong yang dilontarkan Ahok saat berpidato di depan warga Kepulauan Seribu pada September 2016 mengandung konotasi negatif dan tidak pantas digunakan dalam kitab suci seperti Alquran.

(BACA: Pengacara Ahok menuduh Pedri Kasman membuat laporan palsu)

Putusan penodaan agama ini bermula dari pesan yang dikirimkan ke grup WhatsApp Pemuda Muhammadiyah yang beranggotakan sekitar 60 orang. Pedri dan anggota lainnya bernama Ikhsan Muchsin menyaksikan video pidato Ahok secara utuh berdurasi 1 jam 48 menit 33 detik.

Usai melapor ke pihak berwajib pada 7 Oktober 2016, Pedri mengaku mendapat informasi tambahan dari buku Ahok berjudul Perubahan Indonesia. Di halaman 40, kata Pedri, Ahok kembali membahas surat Al-Maidah sebagai alat politik.

Namun yang menjadi perbincangan di grup WhatsApp tersebut adalah tepatnya 13 detik Ahok mengungkap persoalan Surat Al-Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu.

Diskusi di WA, video berdurasi 13 detik, dan kesimpulannya diduga penodaan agama, kata Pedri.

Yang menyampaikan kesimpulan tersebut adalah Ketua PP Muhammadiyah Dahnil Azhar Simanjuntak yang juga menjadi moderator diskusi. Laporan Pedri sebenarnya atas perintah Dahnil, di mana ia juga menunjukkan surat kuasa kepada majelis hakim.

Terkait pernyataan tersebut, Ahok mengajukan 5 poin keberatan:

1. Durasi video. Ahok mempertanyakan pernyataan Pedri yang menyebut pembahasan penistaan ​​agama hanya berdasarkan 13 detik yang diambil dari menit ke-24 hingga menit ke-20 hingga ke-33.

Saya keberatan pidatonya dipotong dari 1 jam 40 menit menjadi hanya 13 detik, kata Ahok.

2. Tak hanya itu, ia juga membahas pernyataan Pedri yang menyebut video dimaksud hilang dari akun YouTube Pemprov DKI Jakarta. Dia menantang majelis hakim dan saksi untuk membuktikannya.

“Masih ada lagi. “Boleh lihat,” kata Ahok.

3. Ia juga keberatan dituduh memaksa penduduk Kepulauan Seribu berhenti percaya pada al-Maidah.

“Kubilang, terserah kamu mau memilihku atau tidak. “Kalau mau dimaknai seperti itu (jangan pilih pemimpin non-Muslim), silakan saja,” kata Ahok. Ia menegaskan, tugasnya sebagai gubernur adalah mendidik warga.

4. Ia juga keberatan dengan pengakuan saksi yang membaca bukunya.

Di sana saya menulis tentang politisi busuk yang menggunakan Al-Maidah, kata Ahok. Bukan berarti ia menuduh ulama melakukan penipuan seperti yang dituduhkan kepadanya.

5. Ahok bertanya kenapa Pedri mengaku tidak punya akses tabayyun (verifikasi) dia. Ia mengaku mengenal dekat Dahnil dan keduanya memiliki nomor kontak masing-masing. Meski tidak, hubungannya dengan Pemuda Muhammadiyah juga baik.

Relawan saya alumni PP Pemuda Muhammadyah, kata Ahok.

Ahok mengatakan, sebagai gubernur ia mudah ditemui di balai kota sehingga tidak sulit untuk membenarkan atau menegurnya. Terkait hal tersebut, Pedri menilai hal tersebut tidak diperlukan.

“Dalam konteks pemberitaan, saya tidak perlu Pak. untuk mengunjungi Ahok, saya tidak perlu berkomunikasi, saya juga tidak punya akses ke Pak. untuk menemui Ahok,” kata Pedri. —Rappler.com

BACA JUGA:

uni togel