5 mega proyek hasil investasi China di Indonesia
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Tiongkok merupakan investor terbesar ketiga di Indonesia
JAKARTA, Indonesia – China terus meningkatkan investasinya di Indonesia. Tahun lalu misalnya, nilai investasi langsung mereka mencapai US$1,01 miliar. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2015 yang hanya sebesar US$160,27 juta.
Dengan investasi mencapai US$1,01 miliar, Tiongkok menjadi investor terbesar ketiga di Indonesia setelah sebelumnya hanya menempati peringkat 10. Negeri tirai bambu ini sudah menyusul Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Namun investasi langsung sebesar US$1,01 miliar pada tahun 2016 sebenarnya hanya 6% dari komitmen investasi Tiongkok di Indonesia sebesar US$52,7 miliar pada periode 2011-2016. Diperkirakan ledakan investasi pada tahun 2017 akan semakin agresif.
Di Indonesia, investasi Tiongkok sudah masuk ke berbagai sektor. Mulai dari pertambangan, transportasi, konstruksi dan real estate, perkebunan, hingga pembangkit listrik. Berikut beberapa konstruksi raksasa hasil investasi Tiongkok di Indonesia, termasuk yang sedang direncanakan.
1. Jembatan Suramadu
Jembatan terpanjang di Asia Tenggara ini menghubungkan Pulau Jawa dan Madura. Pembangunannya melibatkan beberapa perusahaan konstruksi asal Tiongkok, seperti Baosteel Group, Shougang Company Ltd., dan Jiangnan Heavy Industry Co. Ltd.
Melintasi sepanjang 5,4 km dan menelan biaya Rp4,5 triliun, Jembatan Suramadu kini juga menjadi alternatif wisata baru di Surabaya. Jembatan ini awalnya dibangun pada tahun 2003 dan membutuhkan waktu 7 tahun untuk menyelesaikan pembangunan 430 ribu ton beton dan 50 ribu ton baja untuk materialnya.
2. Bendungan Jatigede
Terletak di Sumedang, Jawa Barat, bendungan ini membutuhkan investasi sebesar US$467 juta. Sekitar 90% dana pembangunan bendungan ini berasal dari Exim Bank China. Ada 17 desa yang terkena dampak tenggelamnya 5 ribu hektare untuk mengairi 90 ribu hektare lahan pertanian.
3. ¼ kapasitas energi nasional
Untuk menunjang berbagai industri, pembangkit listrik tenaga batu bara juga banyak dibangun di berbagai wilayah Indonesia. Dalam beberapa kasus, PLTU kerap bermasalah dengan petani, nelayan, dan aktivis karena dampak negatifnya terhadap lingkungan dan konflik agraria. Total kapasitasnya mencapai 2×150 MW di seluruh Indonesia.
4. Industri kelapa sawit
Julong Group merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan. Julong secara komprehensif masuk dalam rantai hulu-hilir industri kelapa sawit di Indonesia. Saat ini kapasitas produksi Julong melebihi 3 juta ton/tahun dengan pendapatan lebih dari US$2 miliar dari 200 ribu hektar lahan yang mereka garap.
5. Area pemrosesan yang bersih
Area pengolahan stainless ini ditargetkan selesai pada awal tahun 2018. Dibangun di Kawasan Industri Indonesia Morowali, terdapat keseluruhan proyek yang menggunakan bijih nikel, bijih krom dan batubara untuk membuat produk akhir stainless dengan kapasitas 2 juta ton/tahun. Total investasi berjumlah US$4 miliar. —Rappler.com