5 panduan perjalanan Uber yang nyaman dan aman
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Tak hanya pengemudi, penumpang juga perlu menjaga kenyamanan saat bepergian dengan Uber
JAKARTA, Indonesia – Untuk menjadikan perjalanan bersama Uber lebih nyaman dan aman, aplikasi yang tersedia di 30 kota di Indonesia ini juga meluncurkan panduan komunitas yang ditujukan untuk mitra pengemudi dan penumpang pada Rabu, 12 Juli.
Uber merupakan perusahaan aplikasi ride sharing yang melibatkan mitra pengemudi dan penumpang, sehingga kedua belah pihak harus bekerja sama untuk menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman.
“Dengan adanya panduan ini, kami berharap terjalin saling pengertian antara mitra pengemudi dan penumpang,” ujar Head of Communications Uber Indonesia, Dian Safitri dalam keterangannya. konferensi pers di kantor Uber Indonesia di Jakarta, Rabu 12 Juli.
Berikut 5 poin penting dalam Panduan Komunitas Uber sebagai rekomendasi tata cara baik bagi mitra pengemudi maupun penumpang.
Saling menghormati
Kuncinya, perlakukan setiap orang sebagaimana kita ingin diperlakukan oleh orang lain. Pengemudi dan sesama penumpang harus saling menghormati, menunjukkan sopan santun dan tidak menggunakan kata-kata kasar.
Sebagai penumpang kita wajib menjaga kenyamanan dan kebersihan kendaraan yang kita tumpangi, salah satunya dengan membawa sampah saat turun di tempat tujuan.
Hal ini juga berlaku saat kita menggunakan fitur UberPool. Sesama penumpang harus saling menghormati, salah satunya dengan tidak menimbulkan kebisingan yang berlebihan sehingga mengganggu kenyamanan penumpang lainnya.
Memberikan privasi bagi penumpang dan pengemudi
Percakapan dengan pengemudi atau sesama penumpang tidak dilarang, namun kita harus tetap sadar bahwa setiap orang membutuhkan privasi. Jangan mengajukan pertanyaan yang terlalu pribadi sehingga membuat perjalanan menjadi tidak nyaman.
Selain itu, aktivitas seksual di Uber tidak diperbolehkan, baik antara pengemudi dan penumpang maupun dengan sesama penumpang, apapun alasannya.
Keamanan adalah yang utama
Uber dilengkapi dengan beberapa fitur yang menjamin keamanan, namun kita tetap perlu mewaspadai segala kemungkinan. Penumpang dan pengemudi wajib mengenakan sabuk pengaman atau helm saat berkendara, dan penumpang dilarang memaksa pengemudi melanggar peraturan lalu lintas.
Pengendara juga diminta untuk tidak menggunakan ponsel saat berkendara, apapun alasannya. Jika Anda harus melihat GPS, sangat disarankan agar pengemudi memilikinya pelabuhan khusus untuk menempatkan ponsel.
Anak-anak dilarang mengemudi sendirian
Sejak awal berdirinya, Uber telah memiliki aturan bahwa hanya mereka yang berusia 18 tahun yang dapat membuat akun. Oleh karena itu, jika anak Anda menggunakan Uber harus selalu didampingi oleh orang dewasa.
Apabila penumpang bersikeras untuk menitipkan anaknya naik Uber tanpa pendamping, maka pengemudi berhak menolak penumpang tersebut.
Jangan lupa untuk meninggalkan umpan balik
Di akhir setiap perjalanan Uber, penumpang akan diminta untuk menyediakan peringkat dan saran tentang kualitas pengemudi. Penumpang disarankan untuk memberikan penilaian seadil-adilnya dan jangan ragu untuk menuliskan masukan dan kritik apa pun.
Apabila pengemudi dinilai melanggar salah satu ketentuan yang berlaku, penumpang tidak perlu ragu untuk melaporkan kejadian tersebut agar dapat segera ditindaklanjuti.
Hal ini juga berlaku bagi pengemudi yang merasa dirugikan oleh penumpangnya. Pengemudi dapat melaporkan kejadian yang tidak menyenangkan sehingga Uber dapat segera menindaklanjutinya.
Akibat yang ditimbulkan bagi pengemudi dan penumpang berbeda-beda tergantung pelanggaran yang dilakukan. Pengemudi dapat mencabut SIMnya, dan pengguna juga dapat menghapus akunnya sehingga mereka tidak dapat lagi memesan layanan Uber. —Rappler.com