• March 31, 2026
500 pada hari Kamis untuk mengangkat janji Jokowi untuk menegakkan hak asasi manusia

500 pada hari Kamis untuk mengangkat janji Jokowi untuk menegakkan hak asasi manusia

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Peserta memasuki Kamis ke-500 dan mengusung tema “Hukum menjadi instrumen penindasan.”

JAKARTA, Indonesia – Puluhan payung hitam terus berkibar di depan Istana Negara. Hal ini menjadi pengingat bagi Presiden Joko “Jokowi” Widodo bahwa masih ada utang kasus pelanggaran HAM yang perlu diselesaikan.

Meski sudah melewati Kamis ke-500, para peserta Aksi Kamisan masih belum menemukan titik terang dalam tuntutannya.

Sebenarnya saya pesimis, tapi kami akan tetap menuntut penyelesaian kasus HAM, kata salah satu penggagas aksi Kamisan, Maria Catarina Sumarsih, saat ditemui Rappler di Jakarta, Kamis, 10 Agustus.

Sejak menginjak usia 500 tahun, Aksi Kamisan diisi dengan berbagai kegiatan. Aktivis hak asasi manusia bergantian memberikan pidato, dan musisi juga tampil sebagai bentuk solidaritas.

Memasuki tahun ke-10, semangat untuk menghilangkan impunitas bagi pelanggar kemanusiaan semakin meluas. Kini aksi kemanusiaan tidak hanya terbatas di Jakarta saja, sudah meluas ke Bandung, Semarang dan kota-kota lainnya.

Sumarsih yang merupakan ibu dari Bernardus Realino Norma Wirawan atau Wawan – korban tragedi Semanggi I – masih ingat janji kampanye Jokowi tiga tahun lalu. Dalam visi dan misinya yang bertajuk Nawacita, Jokowi mengatakan dirinya “berkomitmen untuk menyelesaikan secara adil kasus-kasus pelanggaran HAM di masa lalu yang menjadi beban sosial dan politik bangsa Indonesia hingga saat ini.”

Tujuh kasus yang dimaksud antara lain kerusuhan Mei 1998, Trisakti, Semanggi I dan II, Penghilangan Paksa, Talang Sari, Tanjung Priok, dan Tragedi 1965. Ada angin segar ketika pemerintah memulai simposium tahun 1965, meski pada akhirnya tidak berkelanjutan.

Perubahan susunan kabinet, apalagi dengan terpilihnya Wiranto sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, semakin memperkeruh keadaan. Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) melancarkan protes keras karena nama purnawirawan TNI ini dikaitkan dengan pelanggaran HAM. Ada banyak suara yang menyerukan agar Wiranto segera dicopot, namun Jokowi tetap bergeming. Ada banyak suara yang menyerukan agar Wiranto segera dicopot, namun Jokowi tetap bergeming.

Sumarsih menilai kemajuan penanganan kasus HAM masa lalu terhenti di bawah kepemimpinan Wiranto.

“Belum jelas apa perkembangannya sekarang. “Kita sering berkirim surat dan tidak pernah mendapat kejelasan sampai atau tidak, bagaimana mendapat salinannya, kepada siapa,” ujarnya.

Permasalahan hak asasi manusia yang ada justru semakin meluas. Pemerintahan Jokowi kini dirusak oleh konflik agraria, penggusuran, dan penindasan terhadap kebebasan berekspresi.

Peserta Aksi Kamis menyinggung kasus penggusuran warga Kampung Akuarium, kriminalisasi komedian Muhadkly alias Acho, dan penyerangan terhadap penyidik ​​KPK, Roman Baswedan yang masih berlangsung.

“Jadi tema hari Kamis kali ini adalah ‘Hukum menjadi alat penindasan’ karena faktanya sekarang,” kata salah satu peserta.

Alhasil, para peserta aksi kali ini menutup mata dengan kain hitam sebagai bentuk kritik terhadap penggunaan hukum untuk mencekik masyarakat. Meski masih belum ada harapan untuk mendapatkan kesembuhan, Sumarsih dan keluarga korban lainnya tidak berhenti berjuang.

“Tujuan kami adalah menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu, siapa pun pemerintahnya, kami akan terus bertindak,” ujarnya.

Sebentar lagi pemerintahan Jokowi akan memasuki tahun keempat. Prioritasnya masih pada sektor infrastruktur dan ekonomi.

Mantan Wali Kota Solo ini terus mengutarakan niatnya untuk menyelesaikan kasus HAM, namun yang ditunggu para korban bukanlah kata-kata, melainkan tindakan nyata.

Jika tidak, maka payung hitam akan terus naik setiap Kamis di depan Istana Negara. Ingatkan pemerintah bahwa mereka masih berhutang keadilan. – Rappler.com

Data SGP Hari Ini