• March 29, 2026
6 hal yang harus dipersiapkan sebelum wawancara kerja secara kelompok

6 hal yang harus dipersiapkan sebelum wawancara kerja secara kelompok

Wawancara kerja kelompok berbeda dengan wawancara kerja individu. Ada hal tambahan yang perlu dipersiapkan

JAKARTA, Indonesia – Salah satu jenis wawancara yang sering ditemui dalam proses seleksi pegawai adalah sesi wawancara kelompok. Beberapa orang menyebutnya dengan Diskusi Kelompok Terfokus (FGD). Beberapa juga menyebutkannya wawancara kelompok.

Ini adalah jenis wawancara yang mengumpulkan beberapa kandidat untuk posisi yang sama dalam satu ruangan dan mewawancarai mereka bersama-sama. Topiknya bisa berupa diskusi atau pembekalan rutin, tergantung pewawancara. Ada juga yang langsung menggelar suatu permasalahan yang perlu diselesaikan bersama.

Biasanya perusahaan memilih teknik wawancara ini karena alasan efisiensi dan efektivitas. Selain itu, penting untuk melihat dinamika seseorang sepanjang wawancara kerja seperti ini. Wawancara jenis ini juga melihat bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lain dan bagaimana dia mendemonstrasikannya keahliandia di depan umum.

Tujuan utama agar berhasil dalam wawancara seperti ini adalah: menonjol dari kandidat lainnya.

Apa saja yang harus dipersiapkan agar menonjol dalam wawancara kelompok? Lihat di bawah.

Pasang wajah “datar”.

Penting untuk bersikap “datar” saat berhadapan dengan kandidat lain. Jangan beri mereka petunjuk tentang emosi dan perasaan Anda. Kalau sedang senang, keterkejutan sudah terlihat di wajah. Jadi usahakan tampil normal saja, tapi jangan takut juga.

Masuki ruangan dengan cukup percaya diri, jangan terlalu sombong. Cara Anda berbicara, tekan kanji akan diperhatikan oleh pewawancara. Jadi cerdaslah, pasang wajah yang benar.

Ramah

Bersaing dan berkompetisi bukan berarti Anda adalah orang yang garang dan siap “membanting” lawan Anda. Tidak ada gunanya. Jangan menjadi orang yang hanya diam dan “dingin” sebelum dan saat wawancara. Pertama, perkenalkan diri Anda kepada kandidat lain. Jangan sibuk dengan telepon pintar hanya. Meskipun pewawancara tidak ada di ruangan, cobalah untuk berinteraksi.

Setidaknya, saat pewawancara datang, dia bisa melihat siapa yang memulai pembicaraan. Bentuk interaksi seperti ini pasti akan mencuri perhatian pewawancara. Selain itu, ngobrol dan ngobrol dengan kandidat lain tentunya akan membantu mengurangi rasa gugup.

Libatkan orang lain

Sekali lagi, jangan hanya melihat kandidat lain sebagai pesaing. Mereka juga bisa membantumu dalam berbagai aktivitas saat wawancara, lho. Kenali nama mereka satu per satu. Mengetahui detail seperti ini akan membuat Anda layak menjadi seorang pemimpin.

Libatkan mereka dalam percakapan. Misalnya, ketika ditanya sesuatu, Anda bisa menjawab “Saya dan (nama kandidat lain) baru saja membicarakan hal ini.” Atau Anda dapat menghafal beberapa posisi dan pernyataan kandidat lain dan menggunakannya saat giliran Anda berbicara.

Wawancara ini dimaksudkan untuk melibatkan semua orang, termasuk pewawancara juga. Jangan terlalu menyentuh sesama calon. Sesekali sebutkan nama pewawancara dan libatkan dia.

Jadilah diri sendiri

Yang terpenting, jangan berlebihan. Jadilah diri sendiri. Banyak orang yang berusaha terlalu keras untuk menunjukkan kelebihannya, sehingga terkesan dan tampil agresif. Membicarakan kemampuan dan kelebihan Anda memang bagus, tapi bisa juga menjadi bumerang.

Bersikaplah natural dan tampilkan diri Anda apa adanya. Jika Anda benar-benar perlu bicara, bicaralah. Pastikan semua orang memperhatikan Anda saat Anda berbicara. Pewawancara tidak mencari mereka yang benar-benar berteriak paling keras saat wawancara.

Bicaralah dengan tujuan yang jelas

Apapun yang ingin disampaikan, sampaikanlah dengan jelas dan tidak gagap dan tidak runtut. Sekalipun Anda seorang introvert, jangan pernah memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menyela perkataan Anda di tengah jalan.

Anda tidak perlu berbicara sepanjang waktu untuk diperhatikan. Cobalah untuk membuat jawaban Anda berbeda dari kandidat lainnya. Cobalah untuk fokus pada setiap dialog yang terjadi.

Jangan lupa mendengarkan

Untuk terlibat dalam diskusi yang baik, Anda perlu meluangkan waktu untuk mendengarkan orang lain, baik kandidat lain maupun pewawancara. Perhatikan ke mana arah pembicaraannya. Tampilkan bahasa tubuh yang menunjukkan Anda terlibat dalam percakapan, bahkan saat Anda tidak sedang berbicara.

Jika sebuah ide tiba-tiba muncul, daripada menyela orang lain, lebih baik tuliskan ide tersebut di kertas dan bawakan saat giliran Anda berbicara.

Yang terpenting adalah mempersiapkan diri, sama seperti wawancara kerja lainnya. Selalu waspada dan perkaya diri Anda dengan persiapan pada topik yang perlu Anda kuasai. Jangan lupakan penampilan yang rapi dan cara berbicara yang baik dan sopan agar Anda menonjol dibandingkan kandidat lainnya.

—Rappler.com

Bagi Anda yang ingin mendapatkan pakaian murah dan terjangkau untuk wawancara kerja, gunakanlah kupon voucher Zalora

Keluaran SGP