• March 29, 2026
7 ciri kantor dengan budaya kerja yang buruk

7 ciri kantor dengan budaya kerja yang buruk

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Jika budaya kerja di kantor Anda buruk, semangat kerja dan produktivitas tentu saja bisa menurun

JAKARTA, Indonesia — Gaji yang tinggi bukan satu-satunya alasan untuk membuat seseorang betah bekerja. Yang juga tidak kalah penting adalah budaya kerja yang baik, untuk menunjang lingkungan kerja yang sehat.

Jika budaya kerja di kantor Anda buruk, semangat kerja dan produktivitas tentu saja bisa menurun. Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati jika kantor Anda memiliki ciri-ciri berikut:

1. Karyawan saling bergosip

Biasanya di kantor ada orang yang suka membicarakan orang lain. Namun jika hampir semua karyawan di kantor Anda saling membicarakan satu sama lain dan membicarakan hal buruk tentang satu sama lain, mungkin ada yang salah dengan budaya di kantor Anda. Kantor yang penuh gosip berarti tidak adanya toleransi, baik antar rekan kerja maupun dengan atasan.

2. Banyak yang datang dan pergi dengan cepat

Merekrut dan mempertahankan karyawan adalah satu hal mengganggu untuk sebuah perusahaan. Perusahaan dengan budaya kerja yang baik pasti akan mempertahankan karyawannya. Namun sebaliknya, jika terlalu banyak orang yang keluar masuk dalam waktu singkat, budaya kantor Anda patut dipertanyakan.

3. Hanya menjual “kesejukan”

Kantor dengan desain interior yang keren memang menjadi daya tarik tersendiri bagi para calon karyawan. Namun jika hanya itu yang “dijual” oleh perusahaan Anda dan bukan produk atau layanan berkualitas, berhati-hatilah.

4. Karyawan saling menyalahkan

Tidak hanya pegawai yang saling membuat penampilan buruk, pegawai yang sering menyalahkan satu sama lain akan membuat suasana kerja menjadi tidak nyaman. Sesama karyawan, apalagi jika berada di departemen yang sama, hendaknya bekerja sebagai satu tim yang memiliki tujuan yang sama, yaitu memajukan perusahaan. Jika malah saling menyalahkan, budaya ini bisa merusak dinamika kerja.

5. Setiap orang tidak mempunyai kehidupan di luar kantor

Jika Anda kadang-kadang bekerja lembur saat Anda ada tenggat waktu Tentu saja tidak apa-apa, tetapi jika semua orang bekerja tanpa henti hingga larut malam dan hampir setiap hari, budaya kantor Anda patut dipertanyakan.

Hal ini dapat berarti bahwa perusahaan tidak dapat mendelegasikan tugas dengan baik, memberikan terlalu banyak pekerjaan di luar kemampuan karyawan, atau tidak melatih karyawan dengan cukup baik untuk bekerja secara efektif dan efisien.

6. Karyawan takut mengutarakan pendapatnya

Di era demokrasi saat ini, era atasan yang otoriter sudah tidak ada lagi. Demi kemajuan perusahaan, karyawan harus bisa menyampaikan pendapatnya bahkan kepada atasannya. Namun jika karyawan takut mengutarakan pendapatnya, itu patut dipertanyakan.

7. Tidak adanya peluang peningkatan kompetensi pegawai

Bekerja di suatu perusahaan tidak hanya sekedar mendapatkan gaji saja, namun juga meningkatkan kompetensi, apalagi bagi Anda yang baru mulai terjun ke dunia kerja. Jika kantor Anda sepertinya tidak menawarkan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan mengembangkan diri, sepertinya Anda harus berpikir dua kali untuk tetap setia pada kantor Anda. —Rappler.com

Artikel ini sebelumnya telah diterbitkan di IDNTimes.com

Keluaran Sydney