7 hal ini bisa membuat pemain frustasi
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Bermain game memang menyenangkan, namun seorang gamer tidak selalu bahagia
JAKARTA, Indonesia — Bermain game memang menyenangkan. Namun kehidupan seorang gamer – sebutan bagi pecinta game – tidak selamanya bahagia. Banyak hal yang bisa membuat mereka bosan bahkan frustasi.
Nah berikut beberapa hal yang bisa membuat pemain bingung dan pusing:
1. Harga mengeja sayang
Tahukah Anda bahwa game itu mahal? Terkadang, untuk membeli satu game saja, seorang pemain harus merogoh kocek ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Sebut saja salah satu seri game RPG legendaris: Final Fantasy. Harga CD gamenya berkisar Rp 150 ribu atau lebih dari Rp 300 ribu untuk seri terbarunya.
Ada juga game premium seperti Perfect Penalty 2012 yang dibanderol Rp 4 jutaan. Mahal dan menguras kantong bukan?
2. Pemain yang tidak portabel
Bagi yang bermain di PC pasti pusing karena tidak bisa bermain di mana pun. PC yang berukuran besar dan memiliki banyak komponen hanya bisa dimainkan di satu tempat, seperti di rumah.
Ketika gamer ingin bermain cepat dan menyelesaikan misi atau naik level dan menyerang pertempuran, saat bepergian, mereka hanya bisa gigit jari karena tidak mungkin membawa komputer di rumah.
Untungnya, kini sudah ada perangkat komputasi portabel yang bisa dibawa kemana saja. Silakan pilih yang sesuai dengan budget Anda!
3. Tingkat stagnan
Pernahkah Anda bermain game dan tidak bisa melewati levelnya? Suka main DOTA 2 lalu harus mengulang level yang sama berulang-ulang hingga frustasi?
Plus, untuk melihat apa yang sedang dilakukan teman Anda anak baru ditembak lebih jauh di atas Anda. Yang semakin panas dan menggebu-gebu adalah semangat para gamer untuk semakin mengasah kemampuannya.
Jika iya, rekan pemain bisa menjadi solusinya. Mereka bisa berlomba-lomba mendiskusikan tips dan trik naik level atau mengecek forum komunitas.
4. Hobi yang tidak berguna
Bermain game seringkali dianggap sebagai kegiatan yang tidak ada gunanya, hanya membuang-buang waktu dan pekerjaan para pemalas. Namun semua predikat tersebut tidak selalu benar, meski tidak selalu salah.
Karena bermain game tidak hanya sekedar bermain, tapi juga mengasah otak untuk memikirkan strategi untuk berpindah dari satu tahap ke tahap berikutnya. Dalam dosis yang tepat dapat meningkatkan kecerdasan. Belum lagi, jika Anda cukup berpengaruh dan terkenal, Anda bisa menjadi penguji game baru dengan bayaran tinggi.
5. Gadget yang kurang canggih
Setelah selesai mendownload game terbaru yang diidam-idamkan, ternyata Anda tidak bisa memainkannya karena spek gadget Anda tidak memenuhi. Bagi para gamers, hal seperti ini efektif untuk mengacaukan mood.
6. Koneksi internet tidak stabil
Internet dapat mencakup kebutuhan dasar masyarakat modern. Jika generasi milenial sedang galau karena tidak bisa live Instagram atau update Instastory, maka para gamer sedang galau karena tidak bisa login.
Sebagian besar gamer menentang koneksi internet lama yang sama. Katakanlah Anda sedang bermain PES 2018. Di tengah pertandingan, koneksi internet Anda tiba-tiba melambat, padahal Anda hampir mencetak gol. Jika memilikinya, konsol game tersebut bisa berubah menjadi piring terbang.
7. Perangkat rusak
Barang rusak tentu bukan kabar yang menyenangkan bagi siapapun. Namun bagi para gamer sudah memasuki level ‘haram’. Maka tak heran jika teman-teman gamer sangat protektif dan posesif terhadap konsol gamenya. Sejumlah syarat dan ketentuan akan diberikan kepada Anda sebelum mereka meminjamkan perangkatnya. Bahkan, mereka terkadang lebih posesif terhadap konsol gamenya dibandingkan pacarnya.
Apakah kamu punya teman gamer atau pernah mengalami pengalaman seperti di atas? Boleh share ceritamu di kolom komentar di bawah. Apa lagi yang membuat pemain marah? —Rappler.com
Artikel ini sebelumnya telah diterbitkan di idntimes.com