• March 21, 2026

72 Ribu Pelanggan Tertipu, Bos First Travel Beli Restoran di Inggris Rp 11 Miliar

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Kerugian yang dialami pelanggan First Travel sebesar Rp 848 miliar

JAKARTA, Indonesia – Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Herry Rudolf Nahak mengatakan pemilik PT First Anugrah Karya alias First Travel Andika Surachman tampaknya memiliki restoran di Inggris.

“Dia membeli sebuah restoran di Inggris. Ini juga salah satu asetnya, kata Brigjen Herry Rudolf Nahak di kantornya, Selasa 22 Agustus 2017. “Kami masih mencari kebenarannya.”

Penyidik, kata Brigjen Herry Rudolf Nahak, masih memeriksa dokumen kepemilikan restoran tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima, lanjut Herry Rudolf, restoran tersebut dibeli seharga 700 ribu poundsterling atau setara Rp 11 miliar.

Herry tidak menyebutkan detail restoran tersebut, seperti lokasi dan jenis makanan yang dijual. Dia juga belum memastikan apakah uang yang digunakan Andika untuk membeli restoran tersebut merupakan uang pelanggan umroh First Travel.

Ironisnya, ketika bos First Travel Andika Surachman mampu membeli sebuah restoran di Inggris seharga Rp 11 miliar, ribuan pelanggan travelnya yang tertipu tidak pernah mendapatkan uangnya kembali.

Korban mencapai 72 ribu orang

Herry Rudolf Nahak juga mengatakan, jumlah korban First Travel yang tercatat di posko Crisis Center Bareskrim mencapai 72.682 orang. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rilis sebelumnya yang menyebutkan jumlah korban sebanyak 35 ribu orang.

“Semua sudah mendaftar dan membayar. Tinggal 14 ribu jamaah. Ada 58.682 orang yang belum berangkat, kata Herry Rudolf.

Herry mengatakan, dari puluhan ribu nasabah tersebut, ada nasabah yang tidak menerima uang dan paspor, meski memilih keluar. Selain itu, ada juga pelanggan yang urung berangkat padahal menambah biaya sewa pesawat sebesar Rp 2,5 juta.

Parahnya, ada yang sudah membayar lunas dan diarahkan ke bandara, tapi tidak berangkat, kata Herry.

Kerugian Pelanggan Rp 848 miliar

Dengan jumlah pelanggan yang mencapai puluhan ribu, tak heran jika total kerugian pelanggan First Travel mencapai Rp 848 miliar. Angka yang cukup fantastis.

Angka tersebut, kata Herry Rudolf, dihitung berdasarkan asumsi korban mengambil paket umrah paling murah yakni Rp 14,3 juta. Angka tersebut kemudian dikalikan dengan 58.682 korban. Hasilnya Rp 839.152.600.000,- kata Herry.

Jumlah Rp899 miliar belum termasuk tambahan paket sewa pesawat dan paket Ramadhan sebesar Rp9.547.500.000. Dengan demikian, total kerugian yang dialami pelanggan First Travel mencapai Rp848.700.100.000.

Angka tersebut juga belum termasuk penipuan yang dilakukan pasangan Andika Surachman dan istri Anniesa Desvitasari Hasibuan terhadap maskapai dan hotel di Arab Saudi.

Utang kepada pemasok tiket pesawat, kata dia, berjumlah Rp 85 miliar. Qatar, Emirates dan Etihad antara lain. Belum lagi utang kepada penyedia visa sebesar Rp 9,7 miliar.

“Ada beberapa pemasok lain yang mungkin juga tertipu. Lalu ada utang hotel yang belum dibayar, ada tiga hotel di Mekkah dan tiga hotel di Madinah totalnya Rp 24 miliar, katanya.

—Rappler.com

Result Sydney