Kepala BNN terinspirasi mengikuti gaya Duterte dalam memberantas peredaran narkoba
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
“Jika kebijakan seperti itu diterapkan di Indonesia, kami yakin jumlah pengedar dan pengguna narkoba di Indonesia tercinta akan berkurang drastis,” kata Buwas awal pekan ini.
JAKARTA, Indonesia – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso mengaku mendukung upaya keras pemerintahan Presiden Filipina Rodrigo Duterte dalam memberantas peredaran narkoba. Namun, upaya ini telah menyebabkan hampir 3.000 orang tewas sejak ia menjabat pada Mei lalu.
Pria yang akrab disapa Buwas ini mengatakan, kampanye ini bisa membuat Indonesia aman dari pengaruh narkoba. Saat ini, upaya pemberantasan narkoba juga menjadi prioritas pemerintahan Presiden Joko “Jokowi” Widodo. Bahkan, Jokowi kembali menghidupkan eksekusi yang menyasar pengedar narkoba.
Sejauh ini, pemerintahan Jokowi telah mengeksekusi 18 terpidana mati terkait kasus narkoba. Buwas mengatakan Indonesia bisa mengikuti kebijakan yang saat ini diterapkan pemerintah Filipina. Untuk lebih agresif dalam memberantas narkoba, BNN saat ini tengah merekrut lebih banyak sumber daya manusia dan membeli senjata baru untuk mewujudkan upaya tersebut.
“Jika kebijakan seperti itu diterapkan di Indonesia, kami yakin jumlah pengedar dan pengguna narkoba di Indonesia tercinta akan berkurang drastis,” kata Buwas awal pekan ini.
Ia bahkan mengaku akan menjadi garda terdepan dalam memberantas seluruh pengedar narkoba.
Namun pernyataan tersebut dijelaskan oleh Juru Bicara BNN, Slamet Pribadi. Ia mengatakan, Indonesia hanya bisa mengikuti jejak Filipina dalam memberantas narkoba jika aturannya sudah ada.
“Kita tidak bisa menembak pelaku kejahatan begitu saja. “Kita harus mengikuti aturan (yang ada),” kata Slamet.
Dia mengakui upaya tegas Buwas dalam memberantas kejahatan narkoba. Buwas bahkan berpesan kepada anggota BNN agar senjata yang dimilikinya tidak boleh disimpan begitu saja di gudang. Namun, Slamet mengatakan senjata tersebut hanya akan digunakan untuk penegakan hukum, bukan untuk menembak mati pelaku kejahatan.
Presiden Duterte dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada pekan ini usai menghadiri KTT ASEAN di Laos. Di antara berbagai persoalan yang dibicarakan, pemberantasan narkoba diperkirakan akan dibahas oleh kedua pemimpin.
Selain itu, Duterte juga akan mengajukan permohonan pengampunan terhadap salah satu warga negara Filipina, Mary Jane Veloso, yang divonis hukuman mati di Yogyakarta. Mary Jane hampir dieksekusi oleh regu tembak tahun lalu. Namun eksekusi Mary Jane ditunda pada menit-menit terakhir. – dengan pelaporan AFP/Rappler.com
BACA JUGA: