• January 25, 2026

7 hal tentang Pavel Durov, pencipta aplikasi Telegram

JAKARTA, Indonesia – Nama Pavel Durov kini ramai diperbincangkan di dunia maya, apalagi setelah aplikasi pesan singkat ciptaannya, Telegram, diblokir sebagian di Indonesia. Pemblokiran tersebut dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Jumat, 14 Juli.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menjelaskan, aplikasi pesan singkat kerap dijadikan alat para teroris untuk berkomunikasi secara diam-diam. Ia menemukan ada sekitar 17 ribu halaman di Telegram yang membahas tentang penyebaran radikalisme, termasuk cara merakit bom.

Pria yang kerap disapa ‘Chief RA’ ini paham, salah satu alasan teroris memilih berkomunikasi di Telegram adalah karena keamanannya yang sangat terjamin. Keamanan juga menjadi hal yang selalu disampaikan Pavel kepada penggunanya.

Bahkan, pihaknya tak segan-segan menolak permintaan pemerintah negara mana pun untuk mengungkap identitas pengguna aplikasinya. Meski menjadi alat komunikasi favorit para teroris, Pavel dengan tegas menyangkal bahwa ia dan timnya berteman dengan teroris.

“Kami bukan mitra teroris. Faktanya, setiap bulan kami memblokir ribuan saluran publik yang terkait dengan ISIS dan dipublikasikan di channel @isiswatch,” tulis Pavel pada Minggu, 16 Juli, di channel resminya di akun Telegram miliknya.

Siapa sebenarnya pria yang dijuluki Mr. Ini Facebook Rusia? Berikut 7 hal yang perlu Anda ketahui tentang Pavel:

1. Pendiri media sosial VKontakte

Pavel lahir pada 10 Oktober 1984 di Leningrad, Rusia. Meski lahir di Negeri Beruang Merah, Pavel kecil menghabiskan sebagian besar waktunya di Turin, Italia. Ia kembali ke Rusia pada tahun 2001 dan menjadi mahasiswa filologi di Universitas St. Petersburg. Universitas Petersburg menjadi. Sankt Peterburg. Pria berusia 32 tahun itu masuk dalam jajaran mahasiswa yang lulus dengan nilai terbaik.

Pada tahun 2006, Pavel dan kakak laki-lakinya Nikolai Durov berkolaborasi dan menciptakan media sosial pertama Rusia bernama VKontakte atau biasa disebut VK. Saat awal berdirinya, Pavel mengaku terinspirasi dengan konsep Facebook.

Namun belakangan ini, VK menjadi lebih populer di Rusia dibandingkan Facebook. Dari data yang dilansir laman Business Insider, jumlah pengguna aplikasi di Inggris mencapai 350 juta orang dan berhasil menjadi perusahaan sukses senilai US$3 miliar.

Saat itu, kekayaannya akhirnya meroket dan diperkirakan mencapai US$260 juta. Sayangnya, seiring kesuksesan perusahaannya, Pavel memilih mundur sebagai pemilik pada tahun 2014.

Ia memilih mundur setelah terpaksa menjual 12 persen kepemilikan sahamnya kepada Ivan Tavrin, pemilik perusahaan internet besar di Rusia. mail.ru. Ivan diketahui memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Presiden Vladimir Putin. Jadi jelas tujuannya agar pemerintah Rusia bisa memantau aktivitas warganya di media sosial.

“Kebebasan seorang CEO dalam menjalankan perusahaan perlahan-lahan berkurang. “Sangat sulit untuk bertahan hidup dengan orang-orang yang memiliki prinsip berbeda dibandingkan saat perusahaan ini didirikan,” tulis Pavel dalam pernyataan yang diunggah ke laman Inggris pada tahun 2014.

2. Seringkali melawan pemerintah Rusia

Konflik antara Pavel dan pemerintah Rusia bermula ketika mereka menyerukan penghapusan situs kelompok oposisi pemerintah. Ia juga menolak menyerahkan data mengenai pengunjuk rasa di Ukraina kepada agen intelijen Rusia. Para pengunjuk rasa diketahui memiliki halaman di situs Inggris.

Bahkan, saat diminta tegas pemerintah Rusia untuk menutup halaman milik Alexei Navalny, sosok penentang pemerintahan Putin, Pavel tetap menolak. Bukannya menutup halaman tersebut, Pavel malah mengunggah surat yang dikirimkan pemerintah untuk menutup halaman Alexei. Menurut dia, perintah tersebut tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

Dianggap sebagai pembangkang, pemerintah Rusia pernah mencoba mengintimidasinya dengan mengirimkan tim intelijen ke apartemennya. Saat itu, Pavel sendirian di apartemen.

“Mereka membawa senjata dan terlihat sangat serius. “Sepertinya mereka ingin mendobrak pintu apartemen saya,” kata Pavel dalam wawancara dengan New York Times.

Bahkan ia sempat mencoba dikriminalisasi. Pihak berwenang setempat menuduh Pavel memukuli seorang petugas polisi.

Pavel tentu saja membantahnya. Diakuinya, tidak mungkin menabrak petugas polisi tersebut karena tidak bisa mengemudi.

Saat diminta menghadiri persidangan, Pavel memilih kabur dari Rusia.

3. Kembangkan Telegram

Setelah resmi keluar dari VKontakte, Pavel Durov memutuskan pindah dari Rusia pada tahun 2014. Saat itu, negara tujuannya adalah New York, Amerika Serikat.

Di New York, dia mengembangkan proyek rahasia yang tidak dia ungkapkan kepada siapa pun. Bahkan saat salah satu media Rusia menanyakan proyek apa yang sedang ia kerjakan saat itu, Pavel hanya mengirimkan GIF yang diambil dari film ‘The Social Network’.

Dalam GIF tersebut, presiden Facebook Sean Parker terlihat memberikan jari tengah kepada investor. Proyek rahasianya adalah Telegram, sebuah aplikasi kurir yang dibuat agar sulit dicegat oleh pemerintah atau badan intelijen lainnya.

Sejak awal pembuatan Telegram, Pavel dan timnya berjanji akan menjaga kerahasiaan penggunanya. Ia tidak akan rela menyerahkan data penggunanya kepada siapapun, termasuk pemerintah suatu negara.

Pavel pun mengaku tidak keberatan jika aplikasi Telegram diblokir di beberapa negara, antara lain China, Iran, dan Arab Saudi. Sebab baginya, daripada mengkhianati kepercayaan penggunanya, lebih baik warga di negara tersebut tidak bisa menggunakan aplikasi besutannya tersebut.

Meski diblokir di beberapa negara, Telegram tetap populer dan mencapai 100 juta pengguna. Ia juga mencatat 12 miliar pesan telah dikirim melalui Telegram. Bahkan, kini pangsa pasar baru datang dari negara-negara di kawasan Amerika Latin.

4. Benci aplikasi WhatsApp

Dalam sebuah wawancara di sebuah acara teknologi di San Francisco pada tahun 2015, Pavel menyatakan dengan tegas bahwa pesan teks WhatsApp berkualitas buruk dan tidak dapat diandalkan. Pavel mengaku mengatakan hal tersebut bukan hanya karena WhatsApp merupakan pesaing berat mereka, melainkan karena memiliki banyak keterbatasan.

“Jika ponsel Anda dimatikan, otomatis Anda tidak akan menerima pesan yang Anda kirim melalui WhatsApp. Belum lagi, jumlah anggota dalam sebuah grup chat juga sangat sedikit dan terbatas, kata Pavel saat diwawancara.

Hal terpenting lainnya yang digarisbawahinya adalah WhatsApp sebagai alat komunikasi tidak menjamin privasi penggunanya. Sudah menjadi rahasia umum bahwa pemerintah suatu negara dapat menguping percakapan penggunanya di aplikasi. Bahkan, jika diminta, mereka bisa memberikan data tersebut.

5. Sedang berlibur di Indonesia

Setelah tak lagi tinggal di Rusia, Pavel memilih hidup nomaden. Ia kerap berpindah-pindah ke satu negara menggunakan fasilitas Airbnb. Pavel biasanya hanya mengajak beberapa orang saja, termasuk programmer, untuk menjalani kehidupan nomaden.

Ia juga kerap berlibur ke berbagai negara. Salah satu tempat yang dikunjunginya adalah Raja Ampat, Papua. Hal itu diketahui dari salah satu foto pemandangan kawasan tersebut yang diunggah di akun Instagram miliknya.

Sebuah pos dibagikan oleh Pavel Durov (@durov) di

Pavel tak khawatir kehilangan kewarganegaraannya karena kerap mengambil sikap yang bertentangan dengan pemerintah Rusia. Pasalnya, ia memperoleh kewarganegaraan Federasi Saint Knitts dan Nevis setelah menyumbangkan dana senilai US$250 ribu kepada industri gula di negara tersebut.

Sementara itu, ia menyembunyikan uang tunai senilai US$300 juta di sebuah bank di Swiss.

6. Selalu tampil dengan pakaian berwarna hitam

Gaya Pavel tidak seperti kebanyakan pria pada umumnya. Meski populer, ia jarang bersedia diwawancarai media.

Ia juga dikenal sering mengenakan pakaian berwarna hitam yang mengingatkan publik pada karakter ‘Neo’ di film The Matrix. Kesan ini memberikan persepsi bahwa ia adalah seorang pria misterius.

7. Dianggap sebagai pahlawan

Keberanian Pavel melawan pemerintah Rusia agar tidak terkekang oleh rezim yang berkuasa membuatnya dianggap sebagai pahlawan modern di negara asalnya. Apalagi, ia menerapkan kebijakan ketat dan tegas terkait privasi pengguna saat mendirikan VKontakte atau Telegram.

Sedangkan bagi Pavel, sosok yang menjadi inspirasinya adalah Edward Snowden, mantan kontraktor NSA yang membocorkan kepada dunia bahwa pemerintah AS selalu memata-matai warga di seluruh dunia, termasuk negara-negara yang dianggap sebagai teman. – Rappler.com

Data SGP