• March 4, 2026
Netizen membantu jurnalis yang terserang penyakit lupus

Netizen membantu jurnalis yang terserang penyakit lupus

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Jurnalis media cetak, Shahnaz Asnawi Yusuf, menderita penyakit Lupus selama empat bulan terakhir

JAKARTA, Indonesia – Lebih dari 90 donatur telah menyumbangkan dana lebih dari 24 juta rupiah untuk membantu kesembuhan jurnalis bernama Shahnaz Asnawi Yusuf melalui website penggalangan dana Kitabisa.com.

Bantuan bagi perempuan yang biasa disapa Anas ini diberikan oleh Moyang Kasih Dewimerdeka, temannya yang juga berprofesi sebagai jurnalis. Selama kampanye panjangnya, Moyang menceritakan awal mula kisah penyakit yang menceritakan awal mula penyakit temannya.

“Sekitar Maret lalu, Anas mengeluh badannya sering terasa lemas dan sakit di banyak tempat,” tulis Moyang. Namun, bagi Moyang yang sudah mengenal Anas sejak 2008, hal tersebut bukanlah sesuatu yang aneh. Anas kerap jatuh sakit secara tiba-tiba.

Saat itu, Anas sempat berobat dan dokter menyimpulkan dirinya mengalami gejala tipes. Namun setelah diobati, rasa sakitnya tidak kunjung hilang. Ia terus merasakan nyeri di dada, batuk, nyeri pada persendian, demam, dan badan lemas.

“Awal April lalu Anas kemudian melaporkan dirinya ke RS TNI AL Mintoharjo di Bendung Hilir. “Diagnosis awal adalah hemoglobinopati, turunan dari talasemia,” kata Moyang. Namun kondisi Anas tak kunjung membaik setelah keluar dari rumah sakit.

Sejak saat itu, Anas mulai mencari tahu lebih jauh tentang penyakit yang dideritanya. Dia menghabiskan banyak uang untuk menjalani prosedur pengujian yang berbeda.

Setidaknya selama empat bulan terakhir, biaya yang dikeluarkan hampir Rp 30 juta, tulis Moyang seraya menyebutkan biaya tersebut hanya untuk memastikan diagnosis penyakit tersebut.

Akhirnya pada Sabtu, 9 Juli, tim dokter menyimpulkan Anas menderita Lupus. Penyakit ini menyerang berbagai organ tubuh dan lebih berbahaya lagi jika penderitanya juga menderita penyakit lain seperti TBC.

Nenek moyangnya mengenal Anas sebagai sahabat yang tidak suka menyusahkan orang lain. Ia dan teman Anas lainnya merasa sedih saat mengetahui kondisi temannya semakin parah.

“Saya dan teman-teman Anas yang lain tidak ingin dia menghadapi semua ini sendirian,” Moyang akhirnya membuka halaman donasi biaya pengobatan penyakit Lupus yang diderita Anas.

Jika Anda berkenan membantu meringankan beban jurnalis yang juga piawai bermain biola ini, silakan kirimkan donasi melalui website Kitabisa.com. —Rappler.com

Hk Pools