Prestasi Persib terus merosot, Djanur memilih mundur dari kursi kepelatihan
keren989
- 0
Djanur menyalahkan dirinya sendiri atas menurunnya performa Persib Bandung
BANDUNG, Indonesia – Kali ini tak ada yang bisa menghalangi pelatih Persib Bandung Djajang “Djanur” Nurdjaman untuk mundur dari tim Macan Maung. Usai Persib dikalahkan Mitra Kukar pada Sabtu, 15 Juli dengan skor 1-2, Djanur kembali mengumumkan pengunduran dirinya.
Apabila surat pengunduran diri yang pertama ditolak oleh pihak manajemen. Oleh karena itu, kali ini manajemen tak bisa menghalangi kepergian Djanur. Pihak manajemen yang diwakili Umuh Muchtar akhirnya menyetujui permintaan Djanur.
“(Manajemen) setuju. Apa boleh buat? Kalau kita pertahankan, Djajang juga ada di sana TIDAK dengan sepenuh hati Dalam situasi seperti ini, saya pun memahami perasaan Pak Djajang. “Kasihan juga sama kamu,” kata Umuh kepada media di salah satu hotel di Kota Bandung, Minggu, 16 Juli.
Ia mengaku sedih dengan keputusan pelatih yang memberikan empat trofi kemenangan kepada Persib. Meski demikian, Umuh memahami keinginan Djanur mundur merupakan bagian dari upayanya menyelamatkan Persib.
Pak Djajang bilang kita bersama-sama menyelamatkan Persib, kata pria yang akrab disapa Pak Haji itu.
Umuh mengaku sudah berkomunikasi dengan Djanur soal keputusan mundurnya. Pernyataan tertulis tersebut akan disampaikan secara resmi secara tertulis kepada pihak manajemen.
Dengan keputusan tersebut, pada dua laga terakhir putaran pertama Gojek Traveloka Liga 1, Djanur tak lagi duduk di kursi kepelatihan. Posisi kepelatihan untuk sementara akan diambil alih oleh asisten pelatih Herry “Jose” Setiawan atau Asep Somantri.
Manajemen baru akan mencari pelatih baru sebelum putaran kedua dimulai. Umuh mengaku hingga saat ini dirinya belum mengetahui nama calon pelatih yang dibidiknya.
“Masih gelap, belum ada gambarnya. Benar, tiba-tiba dia berterima kasih juga, katanya.
Umuh menjelaskan, meski Djanur mengundurkan diri sebelum musim berakhir, namun tidak ada klausul kontrak yang dilanggar sehingga Djanur tidak perlu membayar denda apa pun. Menurutnya, hikmah itulah yang diberikan manajemen kepada pelatih yang melatih tim Pangeran Biru selama lima tahun itu.
“Tidak ada hukuman. Ini adalah wewenang pelatih. Jika kami menolak, Persib akan semakin terpuruk. Hikmahnya saja, pada akhirnya sama-sama baik,” ujarnya.
Belum menemukan striker handal
Djanur sebelumnya menyatakan akan mengundurkan diri sebagai pelatih kepala Persib Bandung. Pasalnya, saat itu ia sudah tak mampu lagi meningkatkan performa tim. Mantan pemain Persib itu menyatakan keputusan mundurnya sudah bulat.
“Keputusannya sudah final. “Tadi saya sudah bicara dengan manajer, tapi tidak dengan yang lain, tapi Insya Allah kali ini mereka akan mengabulkan keinginan saya,” kata Djanur ditemui usai laga Persib VS Mitra Kukar di Tenggarong, Sabtu.
Diakuinya, kondisi tim yang dilatihnya sedang terpuruk. Dari 15 laga yang dihadapi, Persib Bandung hanya menang lima kali. Sedangkan sisanya lima kali imbang dan lima kali kalah.
Djanur menilai kondisi tersebut merupakan kesalahan dan tanggung jawabnya sebagai pelatih. Faktor mencolok dari kesalahan yang dilakukannya adalah tidak mampu memberikan tingkat mencetak gol yang dibutuhkan tim.
“Dua striker tersedia, tidak ada satupun yang bisa dimainkan. “Satu (tengah) cedera, sementara yang lain (Carlton Cole) lebih baik dari yang diharapkan,” ujarnya.
Meski demikian, Djanur tak mau menyalahkan siapa pun kecuali dirinya sendiri. Permasalahan pencarian striker tepat untuk Persib akan teratasi jika bisa mencarinya dengan cermat saat proses rekrutmen pemain dilakukan.
“Jangan sampai terjadi kebingungan. Itu sepenuhnya salahku. “Kalau hanya ada striker, semua masalah akan terselesaikan,” ujarnya.
Ia pun mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak, termasuk manajemen dan Bobotoh yang selalu setia dan mendukungnya. Sementara itu, Djanur juga meminta maaf kepada Bobotoh karena sering mengecewakan mereka dengan penampilan Persib belakangan ini.
Sementara itu, perwakilan Bototoh, Gus Dul, menanggapi pengunduran diri Djanur, mengatakan keputusan yang diambil Djanur sudah tepat. Menurut manajemen Viking Persib Club (VPC), pemain dan pelatih akan dilibatkan dalam pertandingan sepak bola. Apapun yang mereka lakukan, mereka juga harus menggunakan hati agar hasilnya maksimal.
“Djanur sudah beberapa kali minta mundur, berarti sudah TIDAK nyaman,” ujarnya.
Gus Dul yang mewakili Bobotoh mengucapkan terima kasih kepada Djanur yang berperan penting dalam membantu Persib menjuarai Liga 1 2014 dan Piala Presiden 2015. – Rappler.com