SBY merasa terhina dan terhina dengan para penyebar berita bohong
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Presiden keenam RI ini menilai penyebar berita palsu sangat kejam hingga membuat informasi yang tidak bertanggung jawab menjadi viral di media sosial.
JAKARTA, Indonesia – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengaku dihina dan dipermalukan oleh pihak tertentu yang menyebarkan berita bohong soal keterlibatannya dalam berbagai aksi pengerahan massa. Dua hal yang dicatat SBY adalah tudingan dirinya mendanai dan mendukung Aksi Damai 4 November 2016 serta terlibat gerakan makar untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.
“Sejujurnya, saya merasa terhina dan terhina oleh masyarakat dalang, si pembisik dan pemfitnah. “Hampir 30 tahun saya mengabdi di TNI untuk menjunjung tinggi status Merah Putih dengan mengorbankan jiwa dan raga,” kata SBY saat menyampaikan pidato di HUT ke-15 Partai Demokrat. pada Selasa malam 7 Februari di JCC.
Presiden keenam RI ini menilai penyebar berita palsu sangat kejam hingga membuat informasi yang tidak bertanggung jawab menjadi viral di media sosial. SBY pun mengaku dituding berada di balik rencana pengeboman Istana Merdeka, tempat ia tinggal bersama keluarganya selama 10 tahun.
Para penyebar berita bohong dianggap pengecut karena menyebarkan selebaran tanpa identitas sebenarnya pembuatnya.
Terakhir, ratusan mahasiswa menyerbu kediamannya di kawasan Mega Kuningan pada Senin sore, 6 Februari. Menurut SBY, ratusan mahasiswa tersebut diduga terprovokasi dan terprovokasi dari area perkemahan di Cibubur tempat mereka melaksanakan kegiatan jambore.
“Sangat menyedihkan ketika forum dan kawasan terhormat ini dikotori oleh tangan-tangan hitam yang melakukan agitasi dan propaganda untuk menghancurkan lawan politiknya. Mahasiswa disuapi provokasi bahwa SBY sedang menghancurkan negara, sehingga terpaksa ditangkap. Naudzubillah. Siapa yang menghancurkan tanah ini?” kata SBY.
Ia pun mengajak seluruh kader Partai Demokrat yang hadir untuk tetap tegar, tangguh, dan sabar. SBY pun meminta kadernya mengembalikan kehormatan dan martabat Partai Demokrat terlebih dahulu.
Mendukung pemerintah dalam mengatur media sosial
Namun di sisi lain, SBY mendukung langkah pemerintahan Presiden Joko “Jokowi” Widodo dalam mengatur dan menertibkan penyimpangan di media sosial. Sebab, ia mengaku menjadi korban berbagai fitnah yang banyak tersebar melalui media tersebut.
“Kami sedih karena media sosial yang seharusnya membantu mencerdaskan kehidupan bangsa, seringkali didominasi oleh kelompok tidak beradab,” ujarnya.
SBY berharap pemberantasan penyimpangan di media sosial dilakukan dengan cara yang tidak menyimpang, konstitusional, dan adil. Menurut SBY, kata adil itu penting, karena ditengarai yang ditindaklanjuti selama ini adalah orang-orang yang melontarkan pernyataan tidak menyenangkan terhadap pemerintah.
“Mereka langsung ‘dihajar’ oleh kelompok tak terlihat, kekuatan yang tak terlihat. Saya salah satu korban ‘kelompok tak kasat mata’, kata SBY. – Rappler.com