Berita hari ini: Minggu 16 Juli 2017
keren989
- 0
Halo pembaca Rappler!
Pantau terus halaman ini untuk mengetahui update berita terkini yang dihimpun redaksi Rappler Indonesia pada Minggu, 16 Juli 2017.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Muhammad Romahurmuziy (Romy), Ahmad Baidowi membantah pihaknya terlibat dalam penyerangan kantor DPP PPP di Jalan Diponegoro pada Minggu dini hari. Pria yang akrab disapa Awiek ini menilai tudingan kubu Djan kejam dan tidak berdasar.
“Waktu tiba-tiba ada informasi, saya tidak tahu berapa jumlahnya. Bahkan dikaitkan dengan kami adalah tuduhan yang sangat kejam dan mengalihkan persoalan, kata Awiek di kantor Sekretaris Nasional Bappilu PPP.
Menurut dia, kubu Djan sudah tidak berhak lagi menempati markas di kawasan Menteng sejak keluarnya keputusan PTTUN pada 6 Juni 2017. Dalam putusan tersebut, majelis hakim menyatakan kepengurusan Kongres VIII Pondok Gede adalah sah.
Oleh karena itu, Awiek mengatakan pihaknya akan mengambil alih pengelolaan kantor pusat yang menjadi haknya. Dia menegaskan, jika ada anggotanya yang datang ke Djan Faridz untuk menduduki jabatan tersebut, itu dianggap sebagai langkah biasa.
“Kami tidak melakukan penggerebekan, tapi kami menuntut hak kami kembali,” ujarnya.
Pada dini hari tadi, sekitar 80 orang memaksa masuk ke kantor DPP PPP. Mereka mencoba masuk dan bahkan ingin merobohkan pagar pembangunan.
Saat dihadang oleh lima petugas keamanan yang bertugas, terjadi pelemparan batu yang memecahkan kaca gedung DPP bagian depan dan samping. Baca selengkapnya Di Sini.
Bupati Banyuwangi Abdullah Anas meminta Kepala Dinas Pendidikan setempat membatalkan peraturan wajib berhijab bagi siswi. Aturan ini diterapkan oleh pimpinan SMPN 3 Genteng.
Gara-gara aturan tersebut, seorang siswi NWA asal Kecamatan Genteng gagal masuk SMPN 3 Genteng karena ada aturan yang mewajibkan seluruh siswi berhijab tanpa terkecuali. Alhasil, NWA memilih mendaftar di SMPN 1 Genteng dan diterima di sana.
Anas mengaku khawatir aturan seperti itu akan berujung pada perlakuan diskriminatif terhadap pelajar non-Muslim. Sebab, aturan diterapkan tanpa melihat latar belakang agama siswa.
“Saat saya mendapat informasi itu, saya sangat terkejut. Saya telepon Pak Sulihtiyono (kepala dinas pendidikan) dan minta dicek (aturannya). Kalau pelajar muslim berhijab, tidak masalah. Namun diterapkan secara umum tanpa melihat latar belakang agama siswa, kata Anas melalui keterangan tertulis.
Ia mengaku kecewa dengan adanya aturan tersebut. Sebab, hal tersebut tidak sejalan dengan upayanya yang goyah dalam menjaga kerukunan umat beragama. Ia mengaku akan serius mengevaluasi kinerja pimpinan sekolah.
“Saya sudah meminta kepada kepala dinas untuk mengkaji ulang pemberian teguran dan sanksi kepada pimpinan sekolah yang menerapkan aturan tersebut,” ujarnya. Baca selengkapnya Di Sini.
Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengatakan pemerintah telah lama memantau aplikasi pesan singkat Telegram sebelum akhirnya memutuskan untuk memblokir sebagian. Dari pantauan pemerintah, aplikasi pesan singkat tersebut kerap digunakan teroris untuk berkomunikasi.
“Kami mengutamakan keselamatan, keselamatan negara dan masyarakat. Oleh karena itu diambil keputusan ini, kata Jokowi usai meresmikan Akademi Pertahanan Nasional (ABN) di Jakarta.
Ia mengatakan, ada ribuan konten di Telegram yang masuk dalam kategori mengganggu keamanan negara. Selain itu, Telegram sebelumnya menolak bekerja sama dengan pemerintah untuk mengendalikan akun terkait terorisme. Bahkan, tawaran kerja sama sudah disampaikan Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Kenyataannya masih ribuan yang melarikan diri dan dimanfaatkan, baik untuk membangun komunikasi antar negara maupun untuk hal-hal yang berkaitan dengan terorisme, ujarnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, selama ini pemerintah hanya memblokir Telegram. Tidak ada media sosial lain yang diblokir. Baca selengkapnya Di Sini.

Universitas Gunadarma mengaku sedang mengusut video viral tentang aksi bullying terhadap mahasiswa berkebutuhan khusus. Mereka membenarkan bahwa video tersebut terjadi di lingkungan kampus.
“Iya saya juga pendataan. “Memang untuk saat ini memang ada (kejadian) seperti video viral dan besok akan kita tindaklanjuti,” kata Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Gunadarma, Irwan Bastian.
Pihak kampus, kata Irwan, sangat menyayangkan kejadian tersebut. Apa yang dilakukan siswa terhadap siswa berkebutuhan khusus di luar batas kewajaran.
“Itu tidak harus terjadi. Sekilas ini tampak seperti lelucon, tapi itu terlalu benar. Saat ini kami sedang mengumpulkan data. “Kami berusaha mengklarifikasi nama-nama yang kami terima,” ujarnya.
Video bertajuk ‘Imbaran bin Maut’ yang banyak dibagikan di media sosial itu memperlihatkan beberapa siswa melakukan perundungan terhadap siswa lain yang diketahui mengidap autis. Faktanya, dia berjalan dan tidak mengganggu siapa pun.
Para siswa di sekitarnya tidak menghentikan aktivitas intimidasi tersebut. Sebaliknya, mereka bersorak dan bertepuk tangan. Baca selengkapnya Di Sini.

Kapolri Tito Karnavian mengatakan sabu seberat 1,25 ton yang disita Kamis pekan lalu itu diselundupkan ke Indonesia menggunakan kapal pesiar. Dia menjelaskan, para penyelundup kini memilih mendatangkan narkoba melalui jalur laut karena bisa mengangkutnya dalam jumlah yang lebih banyak.
“Informasi yang saya dapat, kapal (pesiar) tersebut meninggalkan Taiwan. Itu adalah jalur laut, bukan jalur udara. Jalur udara terbatas, namun kapal dan jalur laut (dapat mengangkut) berkapasitas besar. “Mereka menggunakan yacht dan menyerbu perairan Indonesia,” kata Tito usai membuka acara Bhayangkara Run di Lapangan Monas, Jakarta Pusat.
Diakui Tito, pengawasan di wilayah perairan masih lemah. Kapal tersebut terbukti bisa masuk ke Indonesia tanpa pengawasan otoritas terkait.
“Bayangkan bagaimana hal itu tidak dapat kita deteksi. Ini adalah peringatan bagi kita bahwa perairan kita sangat longgar. Kita melihat kelonggaran di wilayah timur (bagian Indonesia). Tapi di wilayah tengah, bayangkan dari Taiwan sampai Natuna, sampai Selat Bangka sampai Anyer. “Ini informasi sementara yang kami dapat,” kata Tito. Baca selengkapnya Di Sini. – Rappler.com