Berita hari ini: Minggu 12 Juni 2016
keren989
- 0
Jokowi memberikan uang Rp 10 juta kepada Ny. Hadiah apa pun
Presiden Joko Widodo (Jokowi) membenarkan adanya kontribusi terhadap pemilik toko yang digerebek Satpol PP pada Rabu pekan lalu.
“Benar, salah satu staf istana membawa kami ke sana,” kata juru bicara istana Johan Budi kepada Rappler.
Sebelumnya, pemilik toko bernama Saeni alias Eni mengaku mendapat bantuan sebesar Rp 10 juta yang diantar ke tokonya. Uang tersebut dibawa oleh dua orang yang mengaku diperintahkan presiden.
Ada bantuan dari Pak Jokowi, ada yang disuruh kasih langsung ke sini, kata Eni kepada media.
Menurut dia, kedua orang tersebut juga mengatakan bahwa presiden telah memerintahkan agar uang yang diberikan harus digunakan untuk melunasi utang.
Mendagri juga menyumbangkan dana untuk ibu yang tokonya digerebek Satpol PP Serang
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo juga menyumbangkan dana untuk Ny. Saeni, pemilik warung makan di Serang, Banten yang digerebek Satpol PP beberapa waktu lalu.
“Saya pribadi sebagai Menteri Dalam Negeri memberikan dana sebagai modal kerja kepada pedagang makanan yang makanannya disita Satpol PP,” kata Tjahjo.
Namun dana yang diberikan Tjahjo tidak disalurkan melalui netizen Dwika Putra yang merupakan penggagas penggalangan dana untuk ibu-ibu warteg yang terkumpul lebih dari Rp 265 juta, melainkan langsung melalui staf kementerian.
“Staf Kementerian Dalam Negeri yang akan mengantarkan ke rumah ibu sudah diserahkan langsung,” ujarnya.
“Modal usahanya sehari-hari, modal berupa makanan disita Satpol PP. Sayang sekali Anda tidak punya modal kerja. Namun sang ibu juga mendapat simpati dari masyarakat yang membantunya, tambah Tjahjo.
Ia menilai cara Satpol PP Serang menggerebek warung makan yang buka pada siang hari kurang simpatik. Lebih detailnya di Detik.com.
Sekjen PBB membantah pernah menerima laporan pelanggaran HAM di Papua
JAKARTA, Indonesia – Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon membantah laporan bahwa dirinya pernah bertemu dan menerima pelanggaran HAM yang terjadi di Papua Barat. Bantahan tersebut disampaikan Ban melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, saat memberikan keterangan pers pada Rabu, 1 Juni di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat.
Dujarric menjelaskan, Ban tidak pernah mengadakan pertemuan atau mengagendakan pertemuan dengan perwakilan Papua Barat seperti ditulis Asosiasi Organisasi Non-Pemerintah Kepulauan Pasifik (PIANGO). Lembaga ini disebut mewakili 21 LSM di negara-negara Kepulauan Pasifik.
Laporan ini membuat marah pemerintah karena setelah diverifikasi, informasi tersebut tidak benar. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir pada Kamis 9 Juni mengatakan isu-isu terkait West Papua kerap dijadikan konten politik United Movement for the Liberation of West Papua (ULMWP).
“Padahal, apa yang disampaikan kelompok ini banyak yang tidak benar. Contoh terbaru tentang penyampaian laporan pelanggaran HAM kepada Sekjen PBB, kata Arrmanatha di kantor Kementerian Luar Negeri.
Ia beralasan, jika pertemuan itu benar-benar terjadi, maka mustahil PBB bisa langsung memberikan bantahan.
“Dengan kejadian ini, kita semakin tidak tahu apakah yang mereka katakan itu benar-benar terjadi atau tidak. Termasuk pelanggaran HAM yang rutin mereka bicarakan, kata diplomat yang pernah bertugas di New York dan Jenewa itu.
Arrmanatha mengatakan organisasinya kerap menggunakan media sosial untuk menyebarkan informasi yang belum tentu faktual. Selain itu, mereka kerap menutup-nutupi informasi dan fakta mengenai pesatnya pembangunan fisik yang dilakukan pemerintahan Joko Widodo.
“Salah satu kampanye hitam mereka adalah foto mantan pesepakbola David Beckham yang mengenakan kaos putih bergambar bendera Bintang Kejora. Mereka menyebut Beckham berada di Papua berinteraksi dengan anak-anak. Padahal, setelah dicek, itu adalah hasil manipulasi foto. Beckham mengenakan kaos putih dan mengikuti program UNICEF tapi di Papua Nugini, jelasnya.
Oleh karena itu, ia mengimbau media dan masyarakat berhati-hati dalam mencerna informasi yang tersebar di media sosial. Sebab bisa saja informasi tersebut tidak benar.
Sementara soal referendum, Arrmanatha menegaskan permasalahan sudah selesai. Masalah ini bahkan tidak pernah dibahas di PBB.
“Tidak ada negara di PBB yang mempersoalkan Papua sebagai bagian dari NKRI,” ujarnya.
Ia juga meminta, alih-alih memberitakan pelanggaran HAM, sebaiknya masyarakat diberikan informasi lebih banyak mengenai pembangunan infrastruktur di Papua. Sebab dibandingkan negara Kepulauan Pasifik lainnya, kata dia, Papua jauh lebih maju.
Sementara itu di Tabloid Jubi terbit akhir Mei lalu, Direktur PIANGO Emele Duituturaga menegaskan sudah bertemu Ban. Bahkan, Duituturaga mengaku menyampaikan laporan bertajuk “Kami akan kehilangan segalanya” yang dilakukan oleh tim pencari fakta Komisi Katolik untuk Perdamaian dan Keadilan Brisbane.
“Saya bertemu Ban Ki-moon pada KTT Dunia untuk Bantuan Kemanusiaan di Istanbul pada 23-24 Mei. “Saya berbicara pada sidang yang sama pada saat itu, sehingga saya berkesempatan memberikan laporan itu,” kata Duituturaga.
Selain Ban, Duituturaga juga memberikan laporan serupa kepada direktur UNDP. Helen Clark dan Wakil Sekretaris Jenderal Bantuan Kemanusiaan, Stephen O’Brien. – Rappler.com
‘Showroom’ Lamborghini di Cilandak ditembak tiga kali

Ruang pamer Lamborghini di Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan, ditembak orang tak dikenal sekitar pukul 14.00 WIB, Minggu dini hari.
Tidak ada korban jiwa dalam penembakan tersebut, hanya kerugian materiil. Menurut Kapolsek Cilandak Kompol Sujanto, hanya kaca lobi ruang pamer itu baru saja rusak. Dua petugas keamanan yang bertugas hanya mendengar tiga kali suara tembakan.
“Hasil ICP (TKP/TKP) menunjukkan ditemukan proyektil peluru di lokasi kejadian. Kalau selongsongnya tidak ditemukan, kata Sujanto.
Polisi pun memastikan tidak ada satu pun mobil Lamborghini yang ditembak pelaku. Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki motif penembakan tersebut. Lebih lanjut di Detik.com.
Kawan-kawan Ahok mengancam akan membuang dukungannya jika Ahok mencalonkan diri di partai politik

Relawan Sahabat Ahok mengancam Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama jika memilih jalur partai pada Pilkada 2017, dan bukan sebagai calon independen.
“Kalau sekarang sudah ada, kalau lewat partai, kami ingin mengerahkan seluruh dukungan yang sudah ada. Ada ancaman seperti ini, kata relawan Sahabat Ahok, I Gusti Putu Artha, Sabtu.
Artha yang merupakan mantan Komisioner KPU Pusat mengatakan, jalur politik berpotensi mengikis dukungan yang telah dikumpulkan Ahok selama ini.
“Tapi kalau melalui jalur parpol ini, tidak menutup kemungkinan ada yang sudah muak dengan partai itu semua bisa kabur,” kata Artha. Lebih lanjut di Republik.
Mulai Senin, jalur TransJakarta hanya untuk evakuasi

Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama mengatakan, jalur bus TransJakarta (jalan bus) akan dijadikan jalur evakuasi sehingga kendaraan pribadi tidak boleh melintas.
Peraturan ini akan diterapkan Senin depan, 13 Juni. Hal ini juga berlaku untuk mobil dinas dan kedutaan.
“Jadi sebenarnya jalan bus Tak hanya untuk bus TransJakarta saja, tapi juga bisa dijadikan jalur evakuasi. Oleh karena itu, jangan izinkan kendaraan lain, kata Ahok, Sabtu.
Menurut Ahok, kemacetan di Jakarta bisa menghambat proses evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana atau musibah lainnya.
“Misalnya ada kebakaran atau ada yang tiba-tiba terkena serangan jantung, makanya harus cepat ditangani. Satu-satunya cara untuk mengatasinya dengan cepat adalah dengan masuk ke dalam jalan bus,” kata Ahok. Selengkapnya di Di antara.
Rano Karno tentang Ny. Eni: Jangan melakukan penggerebekan kasar selama bulan Ramadhan

Gubernur Banten Rano Karno bercerita tentang Ibu Eni, pemilik warung di Serang yang makanannya digerebek dan disita saat beroperasi pada siang hari di bulan Ramadhan.
Ia meminta jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengedepankan cara-cara persuasif, dibandingkan penggerebekan yang keras dan represif.
“Saya menghimbau semua pihak untuk mengedepankan cara-cara yang manusiawi dalam menegakkan aturan,” kata Rano yang menunaikan ibadah umrah dalam siaran persnya.
“Toleransi ada karena kita sadar bahwa kita tidak selalu sama. “Mari kita rayakan keberagaman dan perbedaan ini dengan rasa syukur,” ajak Rano.
Penggerebekan ini berdasarkan Peraturan Daerah No. 2 Tahun 2010 tentang Penyakit Masyarakat yang dikeluarkan oleh Walikota Serang dan Majelis Ulama Indonesia Kota Serang. Lebih lanjut di Detik.com.
—Rappler.com