Sore ini musisi difabel merayakan penutupan Peparnas Jabar
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Penutupan Peparnas Jabar akan berlangsung Senin sore ini.
BANDUNG, Indonesia – Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas)
Acara yang mengusung tema Indah Damai, Cinta Negeriku ini dijanjikan akan semeriah acara pembukaannya yang juga akan berlangsung di tempat yang sama, namun dengan tema dan konsep yang sedikit berbeda.
Konsep pertunjukan yang akan ditampilkan adalah rangkaian lagu yang diiringi tarian. Berbeda dengan konsep pembukaan Peparnas yang didominasi penampilan tari.
Rangkaian lagu yang dihadirkan akan dibawakan oleh sejumlah penyanyi papan atas asal Bandung, seperti Ruth Sahanaya, T-Five, Melly Mono Stereo, dan sejumlah artis Musisi Pisan Bandung (MBP).
Yang menarik adalah keterlibatan pasangan penyanyi dan musisi tunanetra, Nenden Shintawati dan Hendra Jatnika Pristiwa, serta musisi penyandang disabilitas, Aldo.
“Ada 150 penyandang disabilitas dari 48 SLB di Kota Bandung yang terlibat. “Mereka menari, menyanyi, dan menampilkan atraksi,” kata Direktur Penutup Peparnas Aat Suratin kepada Rappler di Stadion Siliwangi, Sabtu, 23 Oktober 2016.
Penutupan acara akan diawali dengan penampilan lagu mendiang Chrisye bertajuk Cinta Negeriku. Lagu tersebut akan dibawakan oleh paduan suara yang 120 orang di antaranya adalah penyandang disabilitas.
Rangkaian lagu akan dilanjutkan dengan lagu Kemenangan yang dibawakan oleh Melly Mono Stereo dengan diiringi tarian puluhan penari yang sebagian di antaranya merupakan penyandang disabilitas.
Penyanyi tunanetra, Nenden Shintawati akan bernyanyi bersama T-Five dengan lagu bertajuk Kau. Sedangkan gitaris disabilitas Aldo akan menemani penyanyi Zaki Zakaria dari 4 Peniti menyanyikan lagu Indah Damai. Lagu tersebut akan dinyanyikan saat prosesi pemadaman kebakaran Peparnas.
Diva Indonesia Ruth Sahanaya akan bernyanyi di penghujung acara dengan membawakan lagu bertajuk Astaga yang berkolaborasi dengan musisi tunanetra, Hendra Jatnika Pristiwa. Acara akan diakhiri dengan lagu Sunda berjudul Manuk Dadali. Semua yang hadir di stadion berkapasitas 12 ribu itu akan diajak menyanyikan lagu tersebut bersama-sama.
“Lagu Manuk Dadali akan memberikan semangat kepada semua yang hadir dan relevan dengan tema pembukaan, Fly My Garuda Globally. “Manuk Dadali itu burung Garuda dalam bahasa Sunda,” kata Aat.
Kembang api akan tetap ditampilkan untuk memeriahkan acara. Karena acara berlangsung pada sore hari saat langit masih cerah, maka akan digunakan kembang api khusus yaitu kembang api siang hari.
Nantinya yang digunakan kembang api warna-warni, bukan parasut, agar warnanya terlihat di siang hari, sehingga unsur suka cita kemenangan bisa terasa, kata Wakil Ketua PB Peparnas XV/2016 Jabar, Deddy. . Mizwar, pada kesempatan yang sama.
Deddy berharap acara penutupan ini menjadi ajang ungkapan kegembiraan sebagai wujud rasa terima kasih kepada para atlet penyandang disabilitas dan juga seluruh penonton yang hadir. —Rappler.com