• April 7, 2026
Indonesia vs Thailand: Laga Gajah Putih Sejati

Indonesia vs Thailand: Laga Gajah Putih Sejati

JAKARTA, Indonesia — Timnas U-22 Indonesia akan mengawali perjuangannya di SEA Games Kuala Lumpur 2017 pada Selasa, 15 Agustus malam di Stadion Shah Alam, Kuala Lumpur.

Target tiga poin tersebut tidak disebutkan secara eksplisit. Namun pelatih timnas mengatakan jarak kedua tim sangat dekat sehingga hasilnya tidak bisa diprediksi.

Pada Juli lalu, Indonesia mampu menahan imbang grup Thailand di kualifikasi Piala Asia U-23 dengan skor 0-0. Namun yang perlu diperhatikan dalam game ini adalah permainan tidak berjalan normal.

Bukan waktunya, namun kondisi lapangan yang jauh dari ideal.

Selain hujan yang sangat deras setelah pertandingan berlangsung lima menit, lapangan menjadi sangat berlumpur dan banyak genangan air dimana-mana. Bayangkan saja, kondisinya mirip dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno sebelum dilakukan renovasi.

Saat hujan deras, otomatis lapangan tergenang air dan bola kesulitan mengalir.

Skema permainan pun tak terlihat, yang ada hanya bola yang diangkat, umpan panjang langsung diumpankan ke depan gawang. Karena kondisi lapangan yang becek, licin, dan tergenang air, kedua tim kesulitan mencetak gol.

Dibandingkan kondisi lapangan di Chonburi, Thailand, Shah Alam yang menjadi venue laga kali ini kondisinya lebih baik. Sejauh ini cuaca diperkirakan cerah disertai sedikit gerimis.

Hal ini akan membuat pertandingan semakin seru karena kemampuan taktis kedua tim akan tersaji dengan lancar.

Luis Milla Aspas, pelatih Timnas U-22 Indonesia pun menegaskan Indonesia siap menghadapi Thailand. Pelatih asal Spanyol itu kembali menegaskan kepada awak media bahwa anak asuhnya sudah cukup mengetahui kekuatan lawan.

“Kami mempersiapkan pertandingan demi pertandingan satu per satu, saya yakin tim ini masih berkembang. “Untuk Thailand, tim kami mempersiapkan diri secara matang untuk pertandingan pertama,” ujarnya.

Bagi Milla, SEA Games merupakan turnamen besar yang menjadi incaran Timnas. Diakuinya, melawan favorit seperti Thailand tidak akan mudah, namun Indonesia, lanjutnya, juga pantas menjadi favorit juara turnamen ini.

“(Kemampuan dan kualitas, red) tim kami sangat dekat dengan Thailand, kami bermain sangat baik di kualifikasi Piala Asia U-23 2018 di Thailand. Makanya kami berharap hasil terbaik untuk tim ini, tegasnya.

Sementara itu, pelatih Thailand Worawoot Srimakha menilai Indonesia adalah lawan yang patut diwaspadai. Ia juga melihat tim Garuda selama ini kerap menyulitkan Thailand saat bertemu satu sama lain, sehingga ia merasa laga perdana SEA Games ini seperti laga penentu.

Bertemu Indonesia dan kami tampil di laga pertama grup membuat kami harus bekerja lebih keras, seperti babak knockout bagi kedua tim yang sama-sama harus saling mengalahkan, ujarnya.

Bermain-main dengan komposisinya

Kedua tim jelas masih saling penasaran untuk laga Kualifikasi Piala Asia U-23 2018. Dalam kondisi lapangan normal, kedua pelatih akan saling menguji kemampuan strategis masing-masing. Alhasil, komposisi dan formasi kedua tim tidak akan banyak berubah seperti laga sebelumnya.

Bedanya hanya pada taktik dan strategi di lapangan. Indonesia yang sebelumnya banyak bermain di sektor sayap karena Evan Dimas tidak diturunkan sejak awal karena cedera, kemungkinan besar akan bermain sejak awal.

Peluang tersebut semakin besar seiring pulihnya pemain Bhayangkara FC dari cedera engkel kiri.

Kombinasi gaya bermain mirip Barcelona juga akan ditawarkan, dengan pemain sayap Osvaldo Haay memaksimalkan perannya seperti Dani Alves di Barcelona.

Dalam sesi latihan, terlihat sering dilakukan cross diagonal dari kiri ke kanan, dan Haay menyambut baik hal tersebut karena memiliki kontrol dan kemampuan menggiring bola yang baik. Eksekusi diri atau pemotongan menjadi pilihan ketika ia berhasil membawa bola ke kotak penalti.

Taktik lainnya adalah gaya permainan klasik Indonesia yang mengandalkan dua sayap untuk maju dan memberikan umpan silang kepada Marinus Manewar, atau melakukan penetrasi sebelum masuk ke kotak penalti.

Gaya ini jelas terbaca sehingga diperlukan taktik tambahan yang menjadi plan C Indonesia.

Taktik ini melibatkan menempatkan pemain yang merupakan tipikal hole striker untuk siap mengambil inisiatif melakukan serangan kedua, atau melakukan tendangan dari luar kotak penalti ketika Thailand memiliki disiplin bertahan di kotak penalti.

Septian David Maulana atau Ezra Walian bisa ditempatkan di posisi tersebut. Keduanya sama-sama punya kemampuan menggiring bola, kecepatan, dan ketangkasan memasukkan bola ke gawang.

Thailand sendiri akan sangat mengandalkan pemain seperti Chaiyawatt Buran dan Chenrop Samphaodi untuk mendobrak lini tengah Indonesia. Duel lini tengah kedua tim dan konsentrasi lini pertahanan akan menentukan hasil akhir.

Namun jika melihat pertemuan kedua tim sebelumnya, bisa dipastikan laga kali ini akan sulit berakhir imbang. Harus ada pemenang untuk mempertahankan peluang lolos dari babak penyisihan grup.

Prediksi pemain

Indonesia: Kurniawan Kartika Ajie (gk); Osvaldo Haay, Ricky Fajrin, Hansamu Yama, Gavin Kwan; Hargianto, Evan Dimas; Saddil Ramdani, Septian David, Febri Hariyadi; Marinus Marianto

Formasi: 4-2-3-1

Perkiraan taktik

Maksimalkan flanking dengan variasi serangan sayap berupa penetrasi dan crossover horizontal. Bermain sedikit menguasai bola.

Pelatih: Luis Milla Aspas

Thailand: Nont Muangngam (gk); Suriya Singmui, Ratthanakorn Maikami, Peerawat Akhtam, Saringkarn Prompsupa; Worachit Kanitsrimbampen, Nopphon Ponkum, Chaiyawat Buran; Sukjitthammakul, Chenrop Samphaodi, Montree Promsawat

Formasi: 4-3-3/ 4-3-1-2

Prediksi Taktik

Thailand akan memainkan formasi menyerang seperti laga sebelumnya. Kreativitas kedua gelandang tengah itu akan menjadi pembeda. Lebih sedikit serangan dari sayap, serangan dominan dari tengah.

Pelatih: Worawoot Srimakha. —Rappler.com