• March 21, 2026
Najwa Shihab membantah Jokowi terpilih sebagai Menteri Sosial

Najwa Shihab membantah Jokowi terpilih sebagai Menteri Sosial

Ini adalah ringkasan buatan AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteks, selalu merujuk ke artikel lengkap.

Najwa mengaku rutin berkunjung ke istana karena posisinya sebagai duta baca

JAKARTA, Indonesia – Wartawan Najwa Shihab membantah pemberitaan di sebuah media nasional bahwa Presiden Joko Widodo akan mengangkatnya sebagai Menteri Sosial setelah meninggalkan stasiun televisi tersebut. Dia mengaku masih mencintai jurnalistik dan itu sebabnya dia belum tertarik untuk menduduki jabatan publik.

“Sementara sampai detik ini saya masih mencintai dunia jurnalistik yang luar biasa,” kata Najwa saat ditemui berbagai media di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat, 11 Agustus.

Ia mengaku kaget ketika beredar foto di salah satu media nasional yang menyatakan akan menjadi Menteri Sosial di Kabinet Kerja. Menurut media, perombakan kabinet akan dilakukan pada Rabu 16 Agustus mendatang.

Mantan pembawa acara “Mata Najwa” itu mengaku belum pernah dimintai konfirmasi oleh media yang menulis tentang isu tersebut. Dia
juga mengaku bingung karena sesampainya di Kupang banyak mendapat ucapan selamat.

“Tapi jujur ​​saja, saya tidak tahu dari mana berita itu berasal. Lalu saya juga tidak dikonfirmasi soal kabar saya terpilih jadi menteri sosial,” ujarnya.

Terkait alasan dirinya sering berkunjung ke Istana Negara belakangan ini, Najwa menjelaskan bahwa dirinya bertemu dengan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Dia mengaku belum pernah bertemu dengan Presiden Jokowi.

Pertemuan tersebut hanya membahas masalah literasi membaca dan sebagai jurnalis yang memang bertugas mewawancarai Istana Negara. Perempuan yang akrab disapa Nana ini mengaku prihatin dengan rendahnya minat baca masyarakat Indonesia. Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara yang gemar membaca.

“Saya ingin mengatakan bahwa kunjungan saya ke Istana tidak ada hubungannya dengan perombakan, tapi tentang posisi saya sebagai duta baca. Toh hanya Tuhan dan Presiden yang tahu masalah Reshuffle,” ujarnya.

Sementara itu, saat ditanya alasan program Mata Najwa dihentikan, Nana mengatakan tidak ada kaitannya dengan wawancara eksklusif dengan penyidik ​​senior KPK Novel Baswedan. Rumor itu, kata Nana, hanyalah spekulasi baru.

“Rabu lalu saya umumkan acara berakhir Agustus ini dan tidak ada sangkut pautnya dengan Novel Baswedan. Informasi itu hanya spekulasi,” kata Nana. – dengan laporan dari ANTARA/Rappler.com

judi bola