• March 1, 2026

Empat Strategi Jokowi Membangun Timnas Indonesia

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

“Jangan berharap sepakbola kita maju jika perkembangan anak usia dini dilupakan.”

JAKARTA, Indonesia — Presiden Joko “Jokowi” Widodo menggelar rapat terbatas dengan sejumlah menteri di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa, 24 Januari 2017. Pertemuan tersebut secara khusus membahas sepak bola Indonesia, olahraga yang paling digemari masyarakat.

Presiden mengatakan, sudah saatnya sepak bola Indonesia bangkit. Kesuksesan timnas di Piala AFF 2016 patut dijadikan momentum kebangkitan. Sebab, meski hanya berhasil meraih gelar runner-up, namun performa tersebut cukup baik mengingat Indonesia baru saja mendapat sanksi dari FIFA.

Penampilan timnas di final Piala AFF 2016 merupakan sebuah prestasi dan momentum kebangkitan sepak bola nasional kita, kata Presiden Jokowi, Selasa, 24 Januari 2017.

Presiden mengatakan, prestasi timnas masih perlu digenjot agar bisa semakin bersaing di kancah internasional. Untuk itu, menurut Presiden, ada empat hal yang setidaknya harus dilakukan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan pemerintah.

Berikut empat poin yang disoroti Presiden:

Pendidikan usia dini

Presiden menilai, pembinaan anak usia dini merupakan suatu keharusan yang mutlak untuk membangun tim nasional yang kuat. Untuk itu, dia meminta Mendikbud melakukan pembinaan tingkat di sekolah dan menggalakkan kompetisi anak usia dini.

Presiden juga menyerukan lebih banyak sekolah sepak bola untuk anak-anak. “Jangan berharap sepak bola kita maju di tingkat regional dan global jika pembinaan anak usia dini dilupakan,” kata Presiden.

Manajemen Persaingan

Selain dengan mengembangkan kelompok umur tersebut, pengembangan sepak bola juga dapat dilakukan dengan memperbaiki sistem kompetisi agar lebih kompetitif dan berkualitas.

Kompetisi juga harus disajikan secara profesional dan memberi semangat permainan adil. Dengan begitu, akan bermunculan pemain-pemain muda potensial dari berbagai daerah.

Manajemen klub

Selain pengembangan pemain muda dan manajemen kompetisi, permasalahan lain yang perlu ditangani adalah manajemen klub.

PSSI sebagai induk klub-klub tersebut diminta memberikan pembinaan. “Kami juga akan meminta masukan dari PSSI,” kata Presiden Jokowi.

Berarti

Presiden juga meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga memulihkan lapangan sepak bola di kota dan desa.

Dia memperingatkan bahwa ladang tersebut tidak boleh dikonversi untuk tujuan ekonomi. “Jumlah lapangannya harus ditambah,” kata Presiden Jokowi.

Presiden juga meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membantu dan membimbing pelaku di daerah. —Rappler.com

uni togel