4 ABK WNI yang dibebaskan oleh bajak laut Somalia telah berhasil dievakuasi ke Kenya
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Keempat awak kapal tersebut masih akan menetap sementara di Nairobi, Kenya untuk melakukan proses pemulihan sebelum kembali ke Indonesia
JAKARTA, Indonesia – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengakui proses pembebasan 4 anak buah kapal Indonesia (IBK) dari bajak laut Somalia sulit dan memakan waktu lama. Selain itu, untuk mewujudkan upaya pembebasan, pemerintah Indonesia berkoordinasi dan bekerja sama dengan berbagai organisasi nirlaba dan PBB.
“Selama 2 tahun terakhir, Kementerian Luar Negeri telah melakukan koordinasi dan komunikasi rutin dengan keluarga mengenai upaya pembebasan para sandera. Oleh karena itu, keluarga menyadari upaya pemerintah, termasuk tantangan yang mereka hadapi, kata Retno saat memberikan siaran pers di kantor Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Senin, 24 Oktober.
Keempat awak kapal tersebut berhasil dibebaskan dari bajak laut Somalia pada Sabtu 22 Oktober sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka ditawan sejak 26 Maret 2012.
Keempat WNI tersebut diketahui bernama Sudirman, Supardi, Adi Manurung, dan Nelson Pesireon. Mereka merupakan bagian dari 26 awak kapal yang juga dibebaskan.
Keempat awak kapal tersebut bekerja di kapal ikan Taiwan bernama Naham III dan dikelola oleh perusahaan asal Oman, kata mantan Duta Besar RI untuk Belanda itu.
Keempatnya berhasil dievakuasi dari Somalia pada Minggu, 23 Oktober sekitar pukul 21.00 WIB. Tim Kementerian Luar Negeri yang dipimpin Direktur Perlindungan WNI Lalu Muhammad Iqbal menjemput keempat WNI tersebut di Nairobi, Kenya. Iqbal, kata Retno, sudah tiba di sana sehari sebelumnya.
“Kondisi umum para sandera dalam keadaan sehat. Minggu malam, 15 menit setelah mereka mendarat di bandara Nairobi, saya berbicara langsung dengan salah satu dari empat sandera, yaitu Pak Sudirman, kata Retno.
Setelah dibebaskan, keempat WNI tersebut akan tinggal sementara di Nairobi untuk melakukan proses pemulihan sebelum dipulangkan ke negara asalnya.
“Keluarga juga sudah diberitahu mengenai pembebasan keempat sandera tersebut,” ujarnya.
Kapal Naham III dibajak oleh bajak laut Somalia di Laut Seychelles pada tahun 2012. Sebanyak 29 awak kapal diculik saat itu. Namun ada 1 awak kapal yang tewas dalam pembajakan tersebut, yakni nakhoda kapal.
“Dua sandera lainnya meninggal karena malaria pada tahun 2014. Selain Indonesia, 26 awak kapal yang bebas tersebut berasal dari Filipina, Kamboja, Thailand, China, dan Vietnam, kata Retno.
Sejak Januari 2015, Presiden Joko “Jokowi” Widodo telah memerintahkan Menteri Luar Negeri dan Kepala BIN untuk mengintensifkan pembebasan sandera.
“Kami tetap mengutamakan keselamatan para sandera yang ditahan sejak tahun 2012,” kata Retno. – Rappler.com