• March 1, 2026

Panel Senat akan membahas RUU ‘bekerja dari rumah’

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Selain mengatasi krisis lalu lintas, RUU ini juga mendukung ‘keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan’ dengan memberikan karyawan lebih banyak waktu bersama keluarga dibandingkan di jalan.

MANILA, Filipina – Komite Ketenagakerjaan dan Ketenagakerjaan Senat akan mengadakan sidang mengenai rancangan undang-undang yang mendorong perusahaan untuk mengadopsi kebijakan “bekerja dari rumah” untuk mengatasi krisis lalu lintas di Metro Manila.

Senator Joel Villanueva, ketua komite, akan mendengarkan RUU Senat 1033 pada hari Rabu, 25 Januari.

RUU tersebut, katanya, juga berupaya untuk mempromosikan “keseimbangan kehidupan kerja” karena akan memungkinkan karyawan untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga mereka daripada di jalan.

“Kami ingin mendorong pekerja Filipina untuk memiliki keseimbangan kehidupan kerja yang bermakna dengan mendorong pengusaha untuk mengeksplorasi telecommuting sebagai cara untuk memungkinkan fleksibilitas kerja,” kata Villanueva dalam sebuah pernyataan.

“Kami ingin mementingkan waktu keluarga yang berkurang karena pekerja kami juga harus berangkat kerja. Bahkan, karena kemacetan, waktu yang seharusnya mereka gunakan untuk beristirahat atau menghabiskan waktu bersama keluarga menjadi hilang,” dia menambahkan.

(Kami ingin memperhatikan waktu keluarga, yang telah dipengaruhi oleh kebutuhan untuk pergi ke tempat kerja. Kalau dipikir-pikir, waktu yang seharusnya dihabiskan untuk istirahat atau waktu keluarga dikurangi dengan waktu yang dihabiskan di lalu lintas. )

Telecommuting

RUU tersebut mendorong pengusaha untuk melakukan “telecommute” atau “penggantian sebagian atau seluruh komputer atau teknologi untuk berangkat kerja dengan mengizinkan karyawan.”

Penerapan metode tersebut, kata RUU tersebut, harus bersifat sukarela berdasarkan kesepakatan antara pemberi kerja dan pekerja.

Langkah ini juga mengharuskan perusahaan untuk memperlakukan mereka yang bekerja dari rumah dengan cara yang sama seperti mereka memperlakukan pekerja di kantor.

Hal ini antara lain mencakup pemberian tarif yang sama dan manfaat moneter serupa lainnya, pemberian beban kerja dan standar kinerja yang sama, serta pemberian akses yang sama terhadap pelatihan dan peluang pengembangan karier.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Pusat Studi Transportasi Nasional, lalu lintas padat di Metro Manila dikatakan telah merugikan negara sebesar P137,5 miliar pada tahun 2011.

Studi lain yang dilakukan oleh Badan Koordinasi Internasional Jepang (JICA) menyatakan bahwa negara ini akan mengalami kerugian hingga P6 miliar per hari pada tahun 2030, peningkatan dari kerugian harian sebesar P2,4 miliar pada tahun 2015. – Rappler.com

uni togel