• April 8, 2026
Calon Ketua Umum Diduga Melakukan Kesalahan, Golkar Gelar Sidang Kode Etik

Calon Ketua Umum Diduga Melakukan Kesalahan, Golkar Gelar Sidang Kode Etik

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Komite akan membahas apakah dugaan pelanggaran kode etik tersebut mempunyai cukup bukti untuk diajukan ke Dewan Etik.

BALI, Indonesia – Ketua Dewan Pengarah atau Steering Committee Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan komisi etik akan menggelar rapat pada Kamis malam, 12 Mei pukul 21.00 WITA di Bali . Tujuannya untuk membahas laporan dugaan pelanggaran yang disampaikan kepada komite etik.

Rapat tersebut untuk menentukan apakah 4 kasus pelanggaran kode etik yang ditemukan tersebut dinilai cukup bukti untuk dieskalasi ke Dewan Etik.

“Komite etik malam ini mengadakan rapat mengenai temuan 4 kasus tersebut. Masih dibicarakan, belum terdengar, kata Nurdin saat ditemui di Nusa Dua Bali, Kamis malam, 12 Mei.

Jika bukti-bukti dirasa cukup, Dewan Etik akan menggelar sidang dalam waktu singkat untuk memutuskan calon ketua umum tersebut dinyatakan bersalah atau tidak. Dua calon ketua umum yang dimaksud Nurdin adalah Ade “Akom” Komar dan Setya Novanto.

Akom diduga menggelar pertemuan di Hotel Ritz Carlton Jakarta dengan sekitar 20 Ketua DPD I dan DPD II Partai Golkar. Sedangkan Setya Novanto diduga menggelar pertemuan di Hotel Grand Melia.

“Ada juga dugaan peredaran dollar (uang) di Jawa Timur. Lalu ada indikasi beberapa Ketua dan Sekretaris DPD II berkumpul di Malang, Jawa Timur, dua malam lalu, kata Nurdin.

Dia menjelaskan, jika ada pelanggaran etika, akan ada sanksi sesuai kode etik. Sanksi terberat atas pelanggaran ini adalah keduanya bisa didiskualifikasi dari bursa pencalonan.

Sedangkan pemegang hak suara dilarang ikut menjadi peserta dan hak suaranya dihilangkan.

“(Tuduhan) ini sedang diselidiki oleh Komite Etik. Ini adalah temuan awal. Karena ada informasi yang ditemukan dan diakses secara langsung. “Ini yang akan dibuktikan oleh Komite Etik,” ujarnya.

Lantas bagaimana reaksi keduanya? Baik Akom maupun Setya Novanto menyampaikan keberatannya media.

Munas Golkar yang semula dijadwalkan dibuka pada Minggu, 15 Mei, diundur menjadi Sabtu, 14 Mei pukul 19.00 WITA. Perubahan ini untuk menyesuaikan jadwal kehadiran Presiden Joko “Jokowi” Widodo. Sementara itu, malam ini Golkar menggelar sosialisasi calon di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Nusa Dua, Bali.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Rene Manembo mengatakan seluruh calon hadir di Bali dan siap menyampaikan visi dan misinya. Selain Setya Novanto dan Akom, enam calon ketua umum lainnya adalah Syahrul Yasin Limpo, Azis Syamsuddin, Indra Bambang Utoyo, Airlangga Hartarto, Priyo Budi Santoso, dan Mahyudin.

Humas dan Publikasi Munas Partai Golkar Meutya Hafid mengatakan, debat capres bertemakan perkembangan terkini di bidang politik dan keamanan. Baginya, sosialisasi adalah semangat Munaslub.

“Perwakilan kader dewan daerah I dan II dapat melihat kompetensi, pemikiran dan gagasan calon ketua umum. “Kami serius melakukan sosialisasi ini karena Ketua Umum Golkar bukan hanya untuk partai ini tapi juga pemimpin bangsa,” ujarnya. – Rappler.com

BACA JUGA:

Keluaran Hongkong