• April 17, 2026
Secangkir kopi pahit dari Aher untuk Paralimpiade

Secangkir kopi pahit dari Aher untuk Paralimpiade

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Acara ngopi bersama Paralimpiade merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi terhadap penyandang disabilitas

BANDUNG, Indonesia – Ahmad Heryawan sepertinya sedikit kesulitan menghancurkan biji kopi dengan penggiling tangan.

“Duh, ternyata berat,” kata Heryawan sambil tertawa.

Heryawan didampingi istrinya, Netty Prasetiyani Heryawan, terlihat menyemangati Gubernur Jawa Barat tersebut.

Ayolah, masih ada yang belum lancar, kata Netty.

Penampilan menggiling kopi Heryawan juga disaksikan oleh puluhan atlet Paralimpiade pemecah rekor yang diundang khusus untuk menikmati kopi Gunung Puntang, kopi khas Jawa Barat yang pernah menjuarai ajang kopi internasional.

Gubernur yang akrab disapa Aher itu sendiri meracik kopi untuk beberapa atlet Paralimpiade yang hadir.

Aher memberinya secangkir kopi pertama tangga berjalan Kalimantan Barat, Ahmad Fauzi. Pemecah rekor Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) nomor 65 kg putra kemudian mencicipi langsung kopi yang diberikan Aher.

“Pahit,” kata Ahmad tanpa berhenti untuk menyesap kopinya.

Orang kedua yang beruntung mencicipi kopi Aher adalah Ketua Umum Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPCI) Mengantuk Marbun. Ia tampak menikmati setiap tegukan yang diamati oleh pembuat bir, Aher.

“Tidak terlalu pahit menurutku,” kata Senny.

Acara bertajuk “Kopi dan Teh, Jamuan Gubernur Paralimpiade Pecahkan Rekor Peparnas XV 2016” ini berlangsung pada Jumat, 21 Oktober, akhir pekan lalu di Media Center Peparnas XV, Trans Studio Mall, Jalan Gatot Subroto Bandung. Puluhan atlet Paralimpiade pemecah rekor hadir menghadiri undangan khusus tersebut.

Aher mengatakan, acara tersebut sengaja diadakan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi terhadap penyandang disabilitas.

“Nuansanya kan, nuansa apresiasi, nuansa penghormatan terhadap teman-teman penyandang disabilitas. Nuansanya harus lebih harmonis, lebih manusiawi, lebih berempati terhadap mereka. Mereka harus diperlakukan secara normal dan setara. Jangan diabaikan, jangan merasa didiskriminasi. “Kami akan berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan yang terbaik,” kata Aher yang menjabat Ketua Umum PB Peparnas XV/2016 Jawa Barat itu.

Kesempatan ini dimanfaatkan Aher untuk mempromosikan kopi Jawa Barat kepada para atlet Paralimpiade yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia. Ia juga menganjurkan budaya minum kopi pada saat yang bersamaan.

Menurutnya, minum kopi merupakan kebiasaan yang sehat jika dilakukan dengan cara yang benar.

“Jangan salah mengonsumsinya, tapi konsumsilah kopi asli yang menyehatkan sehingga bisa mencegah penyakit kanker, jantung, dan Alzheimer,” ujarnya.

Selain kopi yang dibagikan kepada seluruh tamu yang hadir, juga disuguhkan tiga jenis teh, salah satunya teh lilin teh putih, yang juga memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh. Acara ngopi dan minum teh dilanjutkan dengan makan malam dengan hiburan musik dan nyanyian. —Rappler.com

daftar sbobet