Berita hari ini : Kamis 8 September 2016
keren989
- 0
Pantau terus halaman ini untuk update berita terkini yang dihimpun redaksi Rappler Indonesia pada Kamis, 8 September 2016
Indonesia wRap: Dari Hari Literasi Sedunia hingga Obama memuji Deaf Cafe Fingertalk
Aktivis penentang reklamasi Teluk Benoa menjadi tersangka. I Gusti Putu Dharma Wijaya menjadi tersangka karena menurunkan bendera Merah Putih.
Dia memasang bendera Forum Rakyat Bali menolak reklamasi Teluk Benoa (ForBALI) di bawah bendera Merah Putih. Peristiwa itu terjadi saat aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Bali pada 25 Agustus 2016.
Dharma ditangkap pada malam 7 September 2016 dan memicu protes dari para pendukungnya. Berita selengkapnya dapat dibaca di sini.
Sementara itu, UNESCO telah menetapkan tanggal 8 September sebagai Hari Aksara Internasional. Dalam daftar World’s Most Literate Nations tahun 2016, Indonesia menempati peringkat ke-60 dari 61 negara. Letaknya di bawah Thailand dan tepat di atas Botswana.
Namun kasus penindasan buku di Indonesia masih marak terjadi pada tahun ini. Misalnya penyitaan buku pada pameran di Tegal, Gramedia penarikan buku seri ‘Orang Kiri’ terbitan Tempo, dan pembubaran Perpustakaan Jalanan di Bandung oleh TNI.
Daftar kasus penindasan buku selama tahun 2016 dapat dilihat di sini.
Kabar baiknya, Deaf Cafe Fingertalk di Tangerang mendapat pujian dari Presiden AS Barack Obama. Ia memuji Dissa Ahdanissa.
Dissa merupakan pendiri kafe yang mempekerjakan penyandang tunarungu di Tangsel. Kafe tersebut bernama Deaf Cafe Fingertalk.
Apresiasi tersebut disampaikan Obama dalam pidatonya di acara Young Southeast Asian Leaders Initiative di Luang Prabang, Laos. “Pertahankan kerja bagus Anda,” kata Obama kepada Dissa. Lebih lanjut di sini.
Polisi menangkap 10 orang asing karena prostitusi di Batam
Petugas Imigrasi dan Polres Balerang, Kepulauan Riau, menangkap 10 warga asing yang terlibat prostitusi di Batam.
“Awalnya kami mendapat informasi dari masyarakat, dari situ kami pelajari melalui media sosial dan fisik. “Kami melakukan pendekatan, lalu di media sosial mereka mengatakan bisa melayani dan akan ada kesepakatan,” kata Kepala Kantor Imigrasi Batam Agus Wijaya dalam konferensi pers, Rabu malam.
Ketika mereka ditangkap, orang-orang asing itu tinggal di dalamnya rumah komunitas disediakan oleh Institut Internasional untuk Migrasi (IOM) dan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR).
“Nanti kita akan bicara dengan IOM dan UNHCR, rumah komunitas ini sudah ada bertahun-tahun dengan tujuan memberikan kebebasan bergaul dengan masyarakat, namun disalahgunakan. Jangan sampai asing merugikan Indonesia, kata Direktur Jenderal Imigrasi Ronny F Sompie.
Setelah melalui proses hukum, kesepuluh WNA tersebut akan diberikan tindakan administrasi keimigrasian yakni deportasi dan penahanan.
“Karena berbahaya, kami sebagai pengungsi harus menunggu mereka berperilaku baik agar bisa diterima di negara tujuan,” kata Ronny. Lebih lanjut di Detik.com.
Ary Suta, mantan Kepala BPPN yang terlibat kasus Gatot Brajamusti, pernah memiliki senjata api
Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Ary Suta mengaku memiliki senjata api saat menjabat pada 2001, saat menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Rabu, 7 September.
Intinya, inventarisasi itu ditarik setelah dia keluar dari jabatan Kepala BPPN, kata Kasubdit Reserse Mobile Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Wakil Komisaris Besar Budi Hermanto.
Selama memegang senjata api, Ary Suta sempat memiliki izin kepemilikan, namun setelah keluar dari jabatannya, senjata api dan izin tersebut dicabut. Senjata jenis peluru karet tersebut dimilikinya dan terdaftar secara resmi saat menjabat sebagai Kepala BPPN.
Soal kepemilikan senjata api yang menyeret Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti, Ary Suta membantah menyerahkan senjata tersebut kepada sang guru spiritual.
Gatot sebelumnya mengaku diberikan dua pucuk senjata api jenis Glock dan Walther oleh Ary Suta. Gatot tercatat memegang senjata api yang tidak didaftarkan di Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Metro Jaya maupun Mabes Polri sejak tahun 2006. Lebih detailnya di Di antara.
Indonesia wRap: Rabu, 7 September 2016
Dari Budi Gunawan menjadi Kepala BIN hingga Arcandra kembali menjadi WNI
Wakil Kapolri Komjen Budi Gunawan dinyatakan DPR lolos uji kelayakan dan kepatutan menjadi Kepala BIN. Proses uji kelayakan dan kepatutan bersama Komisi 3 DPR hanya berlangsung selama 2 jam dan bersifat tertutup.
DPR tak mempermasalahkan catatan Budi Gunawan yang pernah terlibat kasus dugaan korupsi. Kini keputusan akhir ada di tangan Presiden Jokowi yang menunjuk Budi Gunawan.
Sementara itu, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly memulihkan status WNI Arcandra Tahar. Arcandra diketahui telah kembali menjadi WNI sejak 1 September
Yasonna mengatakan Arcandra kehilangan status warga negara AS karena menerima pekerjaan sebagai menteri di Indonesia. Kini publik menunggu apakah Arcandra juga akan diangkat kembali menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
Dari pemberitaan hiburan, setelah berpacaran selama 3 bulan, pasangan selebriti Tom Hiddleston dan Taylor Swift sepakat untuk mengakhiri hubungan mereka.
Keduanya mengaku perpisahan itu dilakukan secara baik-baik. Tom dan Taylor tampil pertama kali di depan umum pada 15 Juni saat menghabiskan waktu di pantai di Westerly, Rhode Island.
Hal ini mengejutkan publik, pasalnya Taylor baru saja putus dengan pacar sebelumnya, Calvin Harris. —Rappler.com