• April 18, 2026

Film daerah Indonesia memiliki potensi penjualan yang tinggi

MAKASSAR, Indonesia – Di era modern ini, dunia perfilman semakin diramaikan dengan hadirnya film-film daerah atau lokal yang tak kalah bagusnya dengan film-film nasional lainnya.

Dipromosikan oleh rumah-rumah produksi di daerahnya masing-masing, film daerah lebih cenderung mengangkat isu cerita rakyat di suatu daerah atau budaya yang masih dilestarikan hingga saat ini.

Tapi jangan salah, film daerah pun bisa masuk daftar Film laris. Salah satu diantara mereka, Uang Panas, karya rumah produksi 786 Production dan Makkita Cinema Production.

Menceritakan budaya Bugis-Makassar berbalut komedi, Uang Panai lulus sukses Film laris hanya dalam 10 hari dengan penonton 300 ribu orang.

Hal ini membuktikan bahwa film daerah memiliki potensi pasar yang tidak kalah bagusnya.

Oleh Seminar dan Presentasi Proyek, Beasiswa Lab Potensi Pasar Film Daerah Indonesia 2016beberapa produser dan sutradara ternama memberikan masukan kepada artis-artis muda dari berbagai daerah tentang film Indonesia dan teknik penjualannya.

Antara lain Mouly Surya, seorang sutradara dan penulis skenario film Indonesia. Elvin Kustaman yang merupakan penulis dan produser terkenal. Hadir pula Riri Riza, sutradara, penulis skenario dan produser yang telah sukses bersama Ada apa dengan cinta.

Ada pula Robert Ronny, seorang produser, sutradara dan penulis skenario yang berhasil meraih Piala Citra untuk Skenario Asli Terbaik tahun 2015 untuk film tersebut. Kapan menikah?.

“Yang saat ini memiliki potensi nilai jual tinggi adalah film bergenre komedi atau film layar lebar yang mengangkat budaya lokal yang menginspirasi. Anak-anak muda di setiap daerah patut diapresiasi karena mampu mengubah kisah-kisah inspiratif menjadi karya seni yang layak ditonton,” kata Mouly.

Menjadi artis di perfilman Indonesia, lanjut wanita kelahiran Jakarta 10 September 1980 ini, tidak semudah yang dibayangkan. Namun, ada kepuasan tersendiri dalam menghasilkan karya seni yang diapresiasi banyak orang, apalagi jika membekas pada setiap penikmat film.

Tak jauh berbeda dengan Mouly, Robert Ronny juga mendorong seniman lokal, khususnya sineas Makassar yang mampu menghasilkan film bagus. Tidak mudah mengubah budaya atau kisah hidup seseorang menjadi sebuah film yang layak ditonton dan enak ditonton.

Masalah film selama ini bukan hanya mengubah sebuah cerita menjadi karya seni yang layak ditonton, tapi juga orang-orang di belakang layar yang harus memikirkan target pasarnya. Parahnya lagi, seringkali keuntungan dari penjualan film-film tersebut tidak seimbang dengan dana yang dikeluarkan untuk membuatnya.

“Tapi di Indonesia orang-orang di balik layar itu pintar, Kamu tahu, mereka yang membuatnya, mereka juga yang memasarkannya. Jadi perannya ada dua Itu dia. Biasanya juga banyak yang tidak mengembalikan modalnya,” selorohnya.

Dari Bom, Athirah, Kota ke Uang Panai

Siapa yang tidak tahu keempat judul di atas? Digagas oleh seniman asal Makassar, Sulawesi Selatan, film ini patut diacungi jempol, setelah ditayangkan di bioskop dan ditonton ribuan orang.

Riri Riza mengungkapkan, para sineas di Makassar dan daerah lain memiliki antusiasme yang besar di bidang perfilman Indonesia. Karya-karyanya bahkan bisa disandingkan dengan film-film nasional besutan rumah produksi ternama.

Agar karya menjadi bagus, setiap pembuat film harus memiliki karisma masing-masing. Karisma adalah kemampuan melihat potensi film ke depan, tidak hanya dari pasar.

Pasar itu perlu, tapi jangan ikuti Topik populer hanya. Harus bisa dilihat apakah film yang diproduksi akan berkualitas dan layak untuk ditonton,” jelas pria asal Makassar ini.

Empat film yang digemari anak muda Makassar antara lain: Bombe, Athirah, Siti Dan Uang Panai, membuktikan bahwa seniman Makassar tidak bisa dipandang sebelah mata. Cerita tentang budaya khas daerah yang dibalut dengan adegan-adegan lucu mampu merebut hati penontonnya.

“Bukan hanya Makassar. Daerah lain juga berpotensi membuat film-film populer. Cuma butuh kemauan, ide atau inovasi yang brilian, kreativitas dan kerja keras,” tambah Riri Riza.

Tiga film karya sineas Sulawesi masuk nominasi Sea Screen Academy

Setelah sukses dengan seniornya, sineas muda Sulawesi terus bermunculan. Yang terbaru, tiga nominasi film daerah karya anak muda Sulawesi akan mengikuti babak final Pasar Proyek Lab Layar SEA yang akan berlangsung pada 20-22 Oktober di Makassar.

Riri Riza, penggagas dan direktur SEA Screen Academy mengatakan, fase final ini menjadi kesempatan bagi ketiga tim untuk meraih peluang bisnis dengan pembuat keputusan film dari Indonesia dan Asia.

Berbagai dukungan pendanaan produksi tanpa batasan, kesempatan mendapatkan subsidi dana produksi, dan business meeting bisa didapatkan dari tiga tim produksi film daerah ini.

Ketiga calon tersebut adalah Deni dan Andi, yang mengisahkan ketika kota Makassar sedang mengalami ketegangan rasial. Dua remaja dari keluarga Cina dan Makassar menyaksikan hubungan manusia. Disutradarai dan diproduksi oleh Yandy Laurens dan Andi Burhamzah.

Kedua, Lagu gunung, bercerita tentang seorang ibu dan anak yang mendiami pegunungan di Sulawesi Tengah, sebuah tempat yang indah namun sulit dijangkau. Cerita tentang lagu-lagu tradisional kuno yang mengiringi suka dan duka. Disutradarai oleh Yusuf Rajamuda dan diproduksi oleh Tri Gayatri Rahmadiah, Palu.

terakhir, Hujan Segera Berlalu, kisah seorang remaja Dayak yang terguncang ketika impiannya untuk melanjutkan pendidikan menghadapi konsekuensi yang terlalu besar. Disutradarai oleh Wucha Wulandari, diproduksi oleh Nastitya Diesta dan ditembak lembaga di kota Makassar, Yogyakarta dan Balikpapan.

Sementara itu, Elvin Kustaman menambahkan, untuk menjadi sineas Indonesia harus tahu target yang ingin dicapai. Apalagi saat ini, era teknologi semakin berkembang dan sebuah film tidak lagi didasarkan pada cerita yang panjang dan terkesan membosankan.

“Aplikasi saat ini misalnya, sekarang dalam ayunan penuh. Misalnya YouTube, Facebook dan lainnya. Siapapun bisa membuat film pendek dengan aplikasi ini. Jadi jangan nongkrong lama-lama, semua orang bisa berkarya,” ujar Elvin.-Rappler.com.

Result HK