• March 1, 2026

19 penumpang kapal yang tenggelam di perairan Johor telah ditemukan selamat

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Sebanyak 13 orang di antaranya memilih kabur karena takut ditangkap polisi Malaysia. Sisanya 6 penumpang masih diperiksa.

JAKARTA, Indonesia (UPDATED) – Tim Perlindungan Sipil Indonesia KJRI Johor Bahru terus memperoleh informasi terkait peristiwa tenggelamnya kapal kecil yang diduga mengangkut TKI secara ilegal pada Senin, 23 Januari. Kapal tersebut diyakini berasal dari Batam menuju Johor, Malaysia.

Menurut pejabat KJRI Johor Bahru Bidang Penerangan dan Sosial Budaya Dewi Lestari, sejauh ini sudah ditemukan 33 orang. Sebanyak 14 di antaranya ditemukan tewas.

6 orang lainnya ditemukan selamat dan masih diperiksa polisi Malaysia. Kementerian Luar Negeri menyebutkan salah satu korban selamat merupakan warga negara Malaysia berinisial ZA dan satu orang perempuan berinisial SF, asal Kediri, Jawa Timur.

Kementerian Luar Negeri juga memperoleh data bahwa 13 orang lainnya selamat namun melarikan diri. Mungkin karena dia khawatir diperiksa polisi.

Dari 14 orang yang jasadnya ditemukan, polisi setempat hanya mampu mengidentifikasi 4 orang. Mereka:

  • SAYA, perempuan, dari Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT)
  • SY, perempuan, asal Sampang, Jawa Timur
  • RS, laki-laki, asal Sampang, Jawa Timur
  • LL, laki-laki, asal Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT)

Proses identifikasi, kata Dewi, dilakukan dengan menghubungi kerabat korban di Johor. Rata-rata keluarga juga menjadi pekerja di negara tetangga.

Tidak ditemukan dokumen di lokasi, kata Dewi kepada Rappler melalui pesan singkat, Selasa, 24 Januari.

Ia menduga seluruh korban meninggal merupakan warga negara Indonesia karena kejadian serupa pernah terjadi pada tahun 2016. Saat ini, 7 orang lainnya diyakini hilang dan sedang dicari.

Perahu kecil yang panjangnya hanya 9 meter itu hanya mampu menampung 15 orang. Namun, justru dipadati sekitar 40 orang dan melewati perairan dengan ombak tinggi.

Tragedi serupa juga terjadi pada November 2016. Kapal yang diyakini membawa puluhan TKI ilegal asal Malaysia tenggelam di perairan Tanjung Bemban, Batu Besar, Perairan Batam, Kepulauan, Provinsi Riau. Kapal kecil tersebut berangkat dari pelabuhan Johor sekitar pukul 03.40 waktu Malaysia. Sekitar pukul 05.00 WIB, kapal melintasi perairan Tanjung Bemban Batu Besar dan menabrak batu sehingga terguling dan tenggelam. (BACA: Korban Tenggelamnya Kapal di Batam Bertambah Jadi 54)

Sebanyak 54 orang tewas dalam tragedi tersebut. – Rappler.com

unitogel