• April 11, 2026
Umat ​​Islam jangan terlalu memikirkan Pak Ahok

Umat ​​Islam jangan terlalu memikirkan Pak Ahok

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Aa Gym menyarankan agar umat Islam memilih calon yang tepat tanpa memaksakan pilihan orang lain dan merasa kesal.

JAKARTA, Indonesia – Ulama Abdullah Gymnastiar tetap tampil di acara Tabligh Akbar pada Senin, 9 Januari di hadapan ribuan umat Islam di Pulau Pramuka, Kabupaten Kepulauan Seribu. Pria yang akrab disapa Aa Gym ini memberikan ceramah di sesi terakhir, tepat setelah Misbachul Anam dan Irena Handono angkat bicara.

Dalam ceramahnya yang berdurasi sekitar 1 jam itu, Aa Gym menyindir umat Islam yang akhir-akhir ini mencurahkan pikiran dan fokusnya kepada Gubernur nonaktif Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama karena terlibat kasus penodaan agama. Umat ​​Islam terlalu fokus pada perbuatan Ahok hingga lupa akan dosa dan perbuatannya sendiri.

“Di sini umat Islam, jangan terlalu memikirkan Pak Ahok, sampai lupa akan dosa dan kesalahannya sendiri. Saya agak khawatir kalau berpikir (ummat Islam) mengatakan itu (tindakan Ahok) menghina (Islam), padahal kami sendiri suka menghina tetangga. TIDAK?” tanya Aa Gym di hadapan sekitar 3.000 umat Islam.

Menurut Aa Gym, permasalahan yang paling banyak dialami WNI adalah terlalu memikirkan masalah orang lain. Padahal, harusnya lebih banyak introspeksi diri dengan istighfar.

Ia pun mengatakan menyikapi Pilkada DKI Februari mendatang dengan hati dan pikiran yang tenang dan tanpa terpancing emosi.

Segala keputusan dan nasib siapa pun yang menjadi Gubernur akan ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

“Saya mau pilih itu (kandidat), tapi yang penting kita pilih yang benar. Titik. Tanpa memaksa masyarakat tanpa merasa terganggu dengan pilihan masyarakat, kata Pengurus Pondok Pesantren Daarut Tauhiid di Geger Kalong.

Bagi Aa Gym, jabatan gubernur yang saat ini diperebutkan oleh tiga calon, tak sebanding dengan anugerah yang diberikan Tuhan. Oleh karena itu, ia berharap warga tidak perlu lagi khawatir dengan hal tersebut.

Meski sempat menyinggung soal Pilkada, baik Aa Gym maupun pihak penyelenggara yang terdiri dari Gerakan Pengawal Fatwa Nasional (GNPF) MUI dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) menolak seluruh isi tabel soal isu politik. Aa Gym sadar kehadirannya di Pulau Pramuka terkait dengan persidangan kasus dugaan penodaan yang dilakukan Ahok. Akibatnya, muncul penolakan dari warga dan meminta agar acara lampu meja akbar ditunda.

Meski demikian, Aa Gym mengaku belum mendengar langsung warga yang keberatan dengan kehadirannya di meja tersebut.

“Katanya ada yang menolak, ada pula yang bilang Aa Gym mau kampanye, tapi tidak muncul. Aa mah kesini mengundang santri Daarut Tauhiid. Acara ini merupakan tabligh akbar sekaligus peringatan Maulid. Tidak ada yang membahas politik,” katanya media.

Ia pun menyambut baik siapa pun yang tidak setuju dengan kehadirannya. Warga mempunyai kebebasan untuk tidak menonton ceramahnya hari itu.

“Bagi yang ingin datang, dengarkan baik-baik ceramahnya. “Jangan sampai peristiwa ini disebut sebagai agenda politik atau apa pun,” ujarnya.

Dugaan konten Aa Gym bermuatan politik bermula karena pria 54 tahun itu sedang berceramah di pulau yang sama saat Ahok dituding mencemarkan agama Islam. Sementara itu, warga Kepulauan Seribu mengaku bingung kenapa mantan Bupati Belitung Timur itu bisa dituding demikian.

“Ribuan warga pulau bingung di mana penistaan ​​​​agama itu? Pernyataan apa?” kata warga Kepulauan Seribu bernama Abdi Yaman di Markas Kamp Ahok, Rumah Lembang, Jakarta, seperti dikutip media. – Rappler.com

uni togel