Dukung Ridwan Kamil, itu syarat PPP
keren989
- 0
BANDUNG, Indonesia – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akhirnya mendukung Ridwan Kamil untuk maju sebagai calon Gubernur Jawa Barat pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018.
Kabar dukungan PPP terhadap Wali Kota Bandung diungkapkan Ketua DPC PPP Kabupaten Bandung Barat, Syamsul Ma’arif. Pengurus pusat PPP, lanjut Syamsul, mengambil keputusan tersebut pada Minggu malam, 22 Oktober 2017, saat Hari Santri Nasional diperingati di Kota Bandung.
“Kami sangat mengapresiasi, menghormati dan mengapresiasi keputusan DPP yang sudah kita tunggu-tunggu, dimana DPP PPP akan melabuhkan calon gubernurnya. Dan tadi malam itu terjadi tampak kepada Ridwan Kamil,” kata Syamsul saat jumpa pers di Bandung, Senin malam, 23 Oktober 2017.
Dengan dukungan PPP yang memiliki 9 kursi di DPRD Jabar, syarat 20 kursi untuk pencalonan Emil sebagai calon gubernur terlampaui. Sebelumnya, Emil mendapat dukungan dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang memperoleh 5 kursi dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang memperoleh 7 kursi di DPRD Jabar.
Yang terpenting Pak Ridwan Kamil tidak perlu menjual liriknya kesana kemari karena cukup, lebih dari 20 persen ditambah faktor seleksi dan popularitas sudah cukup bagus dan tertinggal jauh dari kompetitor lainnya, kata Syamsul. .
Meski demikian, dukungan terhadap Ridwan Kamil tidaklah gratis. Setidaknya untuk 7 kabupaten kota DPC PPP di Jawa Barat yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Subang, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cianjur.
Tujuh DPC PPP mengajukan Uu Ruzhanul Ulum sebagai calon Wakil Gubernur mendampingi Ridwan Kamil. Uu merupakan kader PPP yang saat ini menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya.
Menurut Syamsul, Uu yang merupakan seorang tradisionalis dan berasal dari kalangan karesidenan Islam merasa cocok mendampingi Ridwan Kamil yang merupakan seorang teknokrat, akademisi dan berasal dari kalangan milenial.
“Kami tegaskan, Ridwan Kamil harus segera menetapkan sikap tersebut dan kami sangat meminta kepada Bapak Uu Ruzhanul Ulum yang notabene kader PPP, pengurus DPW, dan Bupati Tasikmalaya dua periode, agar kami dipertimbangkan sebagai mitra ideal,” kata Syamsul.
Meski usulan tersebut hanya datang dari 7 DPC PPP di Jawa Barat, Syamsul menilai 20 DPC PPP lainnya juga memiliki sikap yang sama. Posisi Uu sebagai kader PPP, menurut Syamsul, akan memudahkan 27 DPC PPP mendukung pencalonan Uu.
Syamsul menambahkan, usulan tersebut akan diajukan ke DPW PPP Jabar, yang diharapkan dapat merekomendasikan pencalonan Uu ke DPP PPP.
Syamsul menegaskan, pencalonan Uu merupakan syarat PPP bisa mencalonkan Ridwan Kamil. Jika Ridwan Kamil menolak berpasangan dengan Uu Ruzhanul Ulum atau Nasdem dan PKB sebagai parpol koalisi juga menolak, maka ketujuh DPC akan mengambil sikap.
“Kami akan bertindak nanti. Setidaknya saya tekankan, Ridwan Kamil akan segera menyatakan sikapnya terhadap pilihan wakil tersebut. Bagaimana jadinya, kita akan lihat. “Saya kira kita juga punya sikap ke depan, kalau Ridwan Kamil tidak mengambil calon dari PPP,” tegas Syamsul.
Menurut Syamsul, sebenarnya tidak ada alasan bagi Nasdem dan PKB untuk menolak pencalonan Uu sebagai cawapres Emil. Apalagi, di antara tiga parpol pengusung Emil, PPP memiliki kursi terbanyak.
Alasannya, dari tiga parpol pendukung Pak Ridwan Kamil, yang terbesar adalah PPP, kata Syamsul.
Sementara itu, Uu mengapresiasi dukungan yang diberikan kepadanya. Namun, dia menyerahkan keputusannya kepada pengurus PPP Jawa Barat pusat dan daerah.
“Saya serahkan ke DPV dan DPW, mereka rekomendasikan. Saya tidak bisa berbuat apa-apa walaupun saya punya harapan dan keinginan karena kami tidak punya kewenangan. “Saya mengikuti apa yang diputuskan DPW dan DPP sebagai mekanisme partai,” kata Uu yang hadir dalam acara yang sama.
Meski demikian, Uu mengaku siap disandingkan dengan Ridwan Kamil, apalagi Uu merasa sudah akrab dengan Emil sebagai wakil kepala daerah.
“Saya punya hubungan emosional dengan Kang Emil yang sudah terbangun sejak lama. Andai saja Kang Emil tidak kikuk lagi berkomunikasi. “Kami sama-sama merasa menjadi kepala daerah di tingkat kota-kabupaten,” kata Uu.
Uu mengaku sudah punya modal untuk maju di Pilkada Jabar. Ia mengaku sudah memiliki simpul pendukung di 27 kabupaten kota di Jawa Barat. Uu mengungkapkan, awalnya ia dicalonkan bukan oleh PPP melainkan oleh orang-orang yang mendukungnya selama dua tahun terakhir.
“Awalnya saya bergerak atas dorongan dan dukungan masyarakat. Mungkin partai kini sudah melihat kenyataan yang ada, sehingga partai bersikap demikian. “Pengurus DPC mungkin sudah merasakan pergerakan di kabupaten kota, sehingga berperilaku seperti itu,” kata Uu. —Rappler.com