Apa yang harus Anda pikirkan sebelum membeli rumah?
keren989
- 0
Hal apa saja yang harus Anda pertimbangkan sebelum membeli rumah?
JAKARTA, Indonesia — Tak hanya mereka yang sudah menikah, banyak orang yang belum menikah juga mulai berpikir untuk membeli rumah. Entah itu sekedar untuk rumah masa depan, yakni untuk ditinggali setelah mereka menikah, untuk keluarga, atau bahkan sebagai investasi.
Apapun alasannya, membeli rumah tidak semudah membeli sepatu atau tas. Yang penting bagus, harga pas, tahan lama, segera bungkus!
Beberapa orang percaya bahwa membeli rumah berarti siap berkomitmen. Bagaimana tidak jika kita membeli rumah dengan sistem Kredit Kepemilikan Rumah (hipotek) Artinya kita harus siap berkomitmen pada bank setidaknya untuk 5 sampai 20 tahun ke depan. Luar biasa, bukan? Mirip seperti pernikahan.
Sekalipun kita membeli secara tunai, kita tetap harus berkomitmen tinggi. Punya rumah sendiri berarti ada biaya perawatannya, perlu dibersihkan, dirawat dan lain sebagainya.
Pada dasarnya, ada banyak hal yang perlu dipikirkan sebelum membeli rumah. Jangan sampai Anda menyesal ketika membeli rumah padahal cicilan KPR hanya berjalan 1-2 tahun.
Perhatikan kemampuan finansial
Beberapa penasihat keuangan berpendapat bahwa lebih baik kita membeli rumah di bawah kemampuan kita, daripada di atas kemampuan kita. Bagaimana kita tahu seberapa tinggi kemampuan kita?
Banyak kalkulator on line yang dapat menghitung kemampuan membeli rumah kita berdasarkan pendapatan dan pengeluaran saat ini. Nah dari situ kita perlu mencari rumah yang harganya di bawah angka tersebut.
Mengapa? Saat kita membeli rumah, otomatis kita harus mengeluarkan biaya-biaya lain yang terkait dengan kepemilikan rumah. Contoh yang harus dibayar bulanan antara lain listrik, kebersihan, dan keamanan. Belum lagi pengeluaran lain seperti pembelian perabot rumah tangga, dekorasi rumah, dan lain sebagainya. Sangat!
(Dapatkan furnitur rumah tangga di Lazada)
Kriteria rumah yang diinginkan
Sekali lagi, karena membeli rumah membutuhkan komitmen yang tinggi, ada baiknya kita membuat daftar kriteria rumah yang kita inginkan sebelum membeli.
Dimana lokasinya?
Idealnya lokasi rumah yang kita inginkan tentunya dekat dengan tempat kita bekerja atau beraktivitas. Jadilah realistik. Misalnya, jika budget yang “boleh” untuk membeli rumah hanya 700 juta rupiah, maka mustahil membeli rumah di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, bukan?
Jika iya, maka perluas area pencarian lokasi rumah. Misal lokasi yang kita inginkan berada di pusat kota Jakarta, tapi anggaran apa yang kita miliki anggaran di pinggiran Jakarta, lalu carilah lokasi yang aksesnya paling mudah ke wilayah yang kita inginkan.
Seberapa besar rumahnya?
Jarang sekali orang menginginkan rumah dengan luas tanah hanya 40m2. Pasti ingin di atas 100m2. Tapi lagi-lagi macet anggaran, Ya. Satu-satunya cara adalah mencoba bersikap realistis. Sebagai anggaran yang kita inginkan sesuai dengan lokasi yang kita inginkan, namun luas tanah dan bangunannya tidak sesuai, jadi pilihlah salah satu.
Apa yang lebih kita prioritaskan? Luas atau lokasi tanah dan bangunan?
Fasilitas apa saja yang ada di sekitar rumah?
Saat ini banyak komplek perumahan yang memiliki fasilitas lengkap. Mulai di mini market, supermarket, bahkan mall, sekolah, rumah sakit, pengumpan ke pusat kota dan sekitarnya.
Pelajari sistem pembelian rumah
Membeli rumah selain harus komitmen tinggi juga tidak semudah membeli cabai di pasar. Mengapa rumah seringkali menjadi investasi bagi generasi diatas kita, tak lain karena harga rumah bisa naik 2,3 bahkan 4 kali lipat sejak kita membelinya hanya dalam waktu kurang dari 5 tahun. Hal ini karena harga rumah mengikuti inflasi perekonomian.
Untuk itu tidak heran jika kita membeli rumah dengan harga 200 juta, misalnya dengan jangka waktu kredit 15 tahun, cicilan yang harus kita bayarkan setiap bulannya bisa mencapai 3 juta rupiah. Namun jika dihitung secara terpisah nyata Benar, 200 juta dibagi 3 juta, kita tinggal mencicil selama 5-6 tahun. Kalau dibeli lewat KPR, yang dihitung bank adalah harga rumah saat cicilan kita berakhir.
Selain itu, meski membeli rumah dengan KPR bukan berarti seluruh pembelian kita ditanggung oleh bank lho! Ada 30% yang harus kita bayar sebagai uang muka, sisanya ditanggung bank.
Santai
Mencari rumah yang cocok ibarat mencari jodoh. Harus santai, tidak melakukan kekerasan, dan tidak terburu-buru karena sasarannya. Alasannya? Ya, tentu saja karena beberapa alasan yang telah dijelaskan di atas.
Tidak usah buru-buru, bayangkan jika kita akan merasa nyaman menghabiskan masa tua kita di rumah yang akan kita beli? Jika iya, maka segera kemas. Selamat berburu! —Rappler.com