Alasan Jokowi Ajak Duterte Kunjungi Pasar Tanah Abang
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Blusukan merupakan cara Presiden Jokowi menunjukkan kepada pemimpin negara lain bagaimana melihat permasalahan secara langsung di lapangan
JAKARTA, Indonesia – Presiden Filipina Rodrigo Duterte tiba di Jakarta pada Kamis malam, 8 September. Meski Presiden Joko “Jokowi” Widodo akan diterima Presiden Joko “Jokowi” Widodo sesuai jadwal resmi, namun mantan Wali Kota Solo itu sudah menyiapkan kejutan untuk pria yang akrab disapa “Digong” itu.
Sore ini, Jokowi mengajak Duterte jalan-jalan ke pasar tradisional Tanah Abang. Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, tidak semua pemimpin negara diundang Jokowi untuk blusukan. Melalui aksi blusukan ini, Jokowi ingin menunjukkan secara langsung kepada para pemimpin negara lain bagaimana menyelesaikan permasalahan di lapangan.
“Kekuatan dan konsentrasi Presiden Jokowi adalah melihat permasalahan langsung di lapangan. “Dengan begitu beliau juga ingin memberikan contoh kepada para pemimpin dunia, karena permasalahan ini tidak bisa hanya dilihat dari perencanaan dan meja perundingan,” kata Pramono saat ditemui di Istana Negara, Jumat pagi, 9 September.
Selain itu, aksi blusukan, kata Pramono, merupakan hal yang ingin dilihat oleh para pemimpin negara lain ketika berkunjung ke Indonesia.
“Seperti perdana menteri Australia di sini, merekalah yang memintanya,” ujarnya.
Presiden Jokowi, lanjut Pramono, memahami kunjungan ini menunjukkan pentingnya Indonesia bagi Filipina. Sebab, Duterte meminta untuk bertemu dan berkunjung usai KTT ASEAN digelar di Laos.
“Makanya meski sangat sibuk dan baru bertemu di KTT Laos, Presiden Duterte tetap meminta untuk berkunjung ke Indonesia,” ujarnya.
Keduanya baru akan bertemu di Pasar Tanah Abang. Dari sana, Duterte diterima dengan upacara kenegaraan di Istana Merdeka.
Namun sebelumnya, ia akan bertemu dengan masyarakat Filipina di Jakarta dan memberikan penghormatan dengan meletakkan rangkaian bunga di Taman Makam Pahlawan, Kalibata.
Jadi isu apa yang akan dibahas oleh kedua pemimpin? Pramono mengatakan, setidaknya ada 3 persoalan yang akan dibahas yakni keamanan di wilayah perairan Filipina, penculikan yang menimpa WNI yang dilakukan kelompok Abu Sayyaf, dan kuota ibadah haji.
Soal kuota haji, kemarin ada kejadian yang menimpa beberapa warga kita saat hendak berangkat haji dengan bantuan kuota dari Filipina. Jadi, saat bertemu Pangeran Abdullah (dari Arab Saudi), presiden pun meminta kuota haji ditambah sekitar 10 ribu. Selain itu, jika diizinkan secara resmi, kuota yang belum terpakai dari negara sahabat bisa dimanfaatkan oleh jamaah haji Indonesia, kata Pramono dalam paparannya.
Dia menjelaskan alasan permintaan tersebut karena jika menunggu untuk mengikuti program yang dicanangkan pemerintah, calon jamaah haji bisa menunggu selama 20 tahun.
Jadi, antriannya terlalu panjang dan sedang dipesan, termasuk jemaah haji yang berangkat dari negara sahabat, tentu harus ada penanganannya, kata dia.
Sementara di pihak Duterte, ia akan mengangkat isu salah satu warganya yang divonis hukuman mati karena kasus narkoba, Mary Jane Veloso. Duterte mengaku akan meminta maaf kepada Jokowi agar perempuan berusia 31 tahun itu terhindar dari eksekusi. – Rappler.com
Baca selengkapnya liputan Rappler tentang kunjungan Presiden Duterte: