Mengapa ‘AADC 2’ mencapai 3 juta penonton dalam waktu sesingkat itu?
keren989
- 0
JAKARTA, Indonesia – Film terbaru dari produser Mira Lesmana dan sutradara Riri Riza, Ada apa dengan cinta? 2 (AADC 2), berhasil meraih 3 juta penonton hanya dalam waktu dua minggu setelah dirilis pada Kamis, 28 April.
Penampilannya ini mendapat apresiasi banyak pihak dan digadang-gadang bisa sesukses beberapa produksi Miles Films sebelumnya. Satu minggu telah berlalu, namun beberapa bioskop masih dipenuhi antrian calon penonton.
Sebenarnya apa yang membuat sebuah film AADC 2 mendapat respon yang luar biasa dari para penggemarnya bahkan di Brunei dan Malaysia?
Lima hal berikut ini menjadi alasannya:
1. 14 tahun menunggu
Film AADC 2 merupakan sekuel dari film pertama yang dirilis pada tahun 2002. Saat itu banyak diantara kita yang masih bersekolah dan menyaksikan serta menyaksikan perpisahan Rangga dan Cinta di bandara.
Akhir Film “menggantung” ini telah meninggalkan pertanyaan bagi penontonnya selama bertahun-tahun.
“Bagaimana nasib hubungan Cinta dan Rangga yang ‘Entah kenapa putus saat mulai pacaran’?” (ed: lirik lagu Suara Seorang Kekasih).
Setelah 14 tahun, pertanyaan baru tentu saja muncul. Apa yang terjadi dengan Cinta dan Rangga selama 14 tahun? Bagaimana kehidupan Milly, Maura, Karmen dan Alya sejak tahun 2002 hingga sekarang?
Dari sudut pandang pribadi, film ini mampu menjawab semua tanda tanya tersebut dengan sangat baik dan memuaskan penontonnya.
Tak hanya saya, rupanya ada juga netizen yang berpendapat sama.
Keren @MilesFilms Ceritanya tidak bertele-tele, menjawab semua pertanyaan yang ada dari AADC pertama 🙂
— miami azalia (@miamiamiul) 29 April 2016
2. Cerita sederhana, dialog kaya
Ya, itu adalah film drama romantis dengan cerita klise. Sepasang pria dan wanita yang bertemu kembali dan percaya bahwa mereka masih saling mencintai. Kedengarannya sangat sederhana.
Tapi, sekali lagi. Ini adalah film drama romantis. Film drama romantis yang bagus menurutku (yang memang suka nonton drama romantis, ha ha), adalah orang yang mampu menyampaikan cerita “biasa” dengan cara yang luar biasa.
Dan AADC 2 mengelolanya, dengan sangat, sangat baik, dan saya TIDAK setuju tinjauan di Rolling Stone Indonesia.
Dari dialog Cinta, Maura, Milly, dan Karmen di awal film berbincang di kafe, hingga dialog Cinta berbincang dengan Rangga, semuanya sangat sederhana namun penuh makna.
Entah karena kejeniusan penulisan naskahnya, atau karena totalitas akting para aktornya, saya merasa dialog-dialognya menjadi kekuatan film ini. Tentu saja hal ini sejalan dengan ekspresi wajah, tatapan mata, dan senyuman penuh makna yang ditampilkan sepanjang film.

Jadi, tanpa petunjuk adegan kilas balikhanya melalui dialog dan ekspresi para aktor, AADC 2 mampu menceritakan kisah selama 14 tahun.
Banyak yang bilang kalau film ini terlalu mirip dengan trilogi Sebelum matahari terbit, sebelum matahari terbenamDan Sebelum tengah malam.
Saya penggemar ketiga film tersebut, dan tidak ada salahnya mendapatkan inspirasi. Selain itu, adakah model sekuel drama lain yang lebih bagus dari ini?
saya sendiri mendesah tidak pernah ditemukan. Dan saya yakin, sangat sulit mengembangkan dialog yang bisa menjadi jiwa sebuah film.
3. Akting yang berkualitas
Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, kekuatan dialog dan ekspresi para aktor menjadi kekuatan terbesar film ini. Kedua hal tersebut tidak akan mungkin terjadi jika para aktor yang terlibat bukan aktor sekelas Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra dan aktor pendukung lainnya.
Sejak sukses AADC Pertama, kedua artis tersebut telah berkembang menjadi aktor yang patut diperhitungkan. Nicholas Saputra pernah mendapat penghargaan aktor terbaik atas perannya sebagai Soe Hok Gie dalam film tersebut WahProduksi Miles Films pada tahun 2005.
Di tahun yang sama, dia berperan sebagai Joni dalam film tersebut Joni berjanji juga dinominasikan dalam kategori yang sama.

Masih banyak lagi penghargaan yang diterima Dian Sastrowardoyo. Selain menerima Penghargaan Aktris Terpuji di Festival Film Bandung 2002 atas perannya dalam AADCia juga menerima penghargaan serupa di Deauville Asian Film Festival, Perancis, dan Singapore International Film Festival untuk film tersebut Pasir Berbisik.
Dian juga menerima penghargaan Pemeran Utama Wanita Terbaik di Festival Film Indonesia 2004 untuk film tersebut AADCserta aktris berbakat di Festival Film Asia Pasifik tahun 2005.
4. Tim di balik layar

Jajaran aktor dan aktris yang berkualitas tentunya juga harus didukung oleh tim produksi yang berkualitas. Tentu tak ada yang meragukan kualitas Mira Lesmana sebagai produser dan Riri Riza sebagai sutradara.
Film Laskar Pelangi yang mereka produksi masih memegang rekor sebagai film Indonesia dengan penonton terbanyak yaitu 4,6 juta orang.
Mira, Riri dan penulis skenario Prima Rusdi melakukan penelitian berbulan-bulan sebelum akhirnya menyepakati skenario awal AADC 2. Setelah melalui beberapa proses dan melalui beberapa kali revisi, akhirnya proses pun dimulai menembak yang dipentaskan di Yogyakarta, Jakarta dan New York.
Selain itu, yang tak kalah penting adalah kembali dilibatkannya Melly Goeslaw dan Anto Hoed untuk mengisi posisi tersebut. soundtrack AADC 2.
Sepasang musisi yang juga banyak berkembang selama 14 tahun terakhir ini memberikan sentuhan baru pada lagu pertama AADC, serta menciptakan beberapa lagu baru yang sesuai dengan cerita tersebut.
5. Membuat Anda bersemangat

Siapa yang tidak bisa terbawa perasaan (bersemangat) sambil nonton Rangga dan Cinta ngobrol seharian? Sebuah cinta itu sangat jual mahal walaupun kamu tersenyum sendiri, setiap gadis akan merasakan hal ini. Senangnya setelah kamu marah, mematuk, lalu kembali lagi dan minta berbaikan.
Mungkin (saya bilang mungkin karena saya tidak tua), laki-laki yang melihat Rangga mode Saya tidak berhenti di Cinta, jadi saya terinspirasi dengan cara saya melakukannya mulus sangat. FYIkara modus kaya Jadi pasti sangat sulit untuk menolaknya. Ha ha.
Bagi mereka yang menjalani hubungan jarak jauh, pastinya bersemangat sangat puisi yang sama yang ditulis Rangga untuk Cinta—yang sebenarnya ditulis oleh penyair Aan Mansyur.
(DENGARKAN: Puisi yang dibacakan Rangga di ‘AADC 2’)
“Bandara dan udara memisahkan New York dan Jakarta” (masukkan kota Anda sendiri di sini).
Dan ini hanya sebagian kecil dari adegannya menggairahkanmu lainnya.
Jadi, jika menurut Anda demikian, mengapa? AADC 2 Mampu merebut hati jutaan penonton Indonesia? Silakan isi kolom komentar di bawah. —Rappler.com
BACA JUGA: