Kisah mantan member JKT48 yang sukses menjadi presenter Bigo Live
keren989
- 0
JAKARTA, Indonesia — Maraknya berbagai aplikasi siaran langsung menawarkan kesempatan bagi siapa saja yang suka berbicara di depan layar. Bigo Live, Nono Live, dan 17 terbaru, adalah beberapa nama aplikasinya siaran langsung yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.
Selain mengobrol di depan kamera smartphone, pengguna juga menggunakan aplikasi ini sebagai tempat kerja untuk mendapatkan penghasilan.
Sama seperti Chikita Ravenska Memesha, mahasiswi berusia 21 tahun. Baginya, daripada hanya berdiam diri di rumah, lebih baik berinteraksi dengan berbicara di Bigo Live karena bisa menghasilkan uang. Ini menggunakan aplikasi siaran langsung sebagai tempat penyaji.
Sekarang dia menjadi presenter di Bigo Live selama 4 bulan. Per bulan ia mendapat Rp 8 juta.
Chikita mengaku hanya perlu siaran 2 hingga 3 jam sehari setiap harinya. Siaran ini dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Tidak ada batasan waktu yang menghalangi. Bahkan tengah malam diperbolehkan.
“Siaran maksimum adalah 3 jam,” kata Chikita kepada Rappler.
“Tiga jam menghasilkan Rp 200.000 per hari. Kalikan saja dengan Rp. 200.000 per 30 hari,” katanya menambahkan hingga Rp. 6 juta per bulan, berkat 3 jam siaran langsung per hari.
Ia menambahkan, hasil tersebut akan terus meningkat jika ada penonton yang memberikan “Hadiah” selama siaran berlangsung. Hadiah yang diberikan bisa mencapai Rp 500.000.
“Hasilnya akan dihitung sama hadiah dan dikalikan dengan Rp 500 ribu. Nanti hasil siarannya sama hadiah itu digabungkan. Yang paling besar saya dapat Rp 8 juta,” kata mantan staf tersebut kelompok perempuan JKT48 ini.
Bergabung dengan manajemen
Sebagai mahasiswa di universitas swasta, Chikita jelas tidak pernah punya pengalaman siaran sebelum. Namun menurutnya untuk menjadi presenter di Bigo Live tidak harus melalui proses yang rumit.
Cukup bergabung dengan manajemen atau lembaga penyiaran, lalu seseorang bisa menyiarkan langsung menjadi presenter. Menurut Chikita, keuntungan bergabung dengan manajemen adalah tidak perlu lagi repot mencairkan dana karena sudah diatur oleh timnya. Selain itu, ia akan mendapatkan akun resmi sebagai penyedia akun resmi yang muncul selama siaran langsung.
“Ini adalah tim manajemen yang mengurus semuanya. Jadi setiap hari difoto, menangkap, jam tayang berapa dan hadiahberapa harganya. Akhir bulan itu dibayarkan oleh tim manajemen,” ujarnya.
Setelah sebulan siaran, ada dua cara untuk proses penarikan uang. Pertama, bagi yang berdomisili di Jakarta bisa datang langsung ke kantor tim manajemen. Kedua, untuk yang di luar Jakarta bisa menggunakan metode transfer bank.
Lantas apa saja kriteria seorang presenter untuk bergabung ke manajemen? Chikita mengatakan menjadi presenter dinilai dari cara berbicara.
“Pertama kirimkan biodata, tinggi badan, foto dan macam-macam. Lalu wawancara bagaimana mengatakannya, apakah bagus atau tidak. Lalu bagaimana gesturnya terlihat bagus atau tidak, imut atau tidak,” ujarnya.
“Misalnya diwawancara 30 menit, lalu diterima, besoknya bisa siaran langsung.”
Hindari konten negatif
Tapi apa yang dibicarakan Chikita selama siaran langsung?
“Biasanya saya bicara tentang JKT48, musik, makanan, dan masakan,” ujarnya merujuk pada mantan grupnya.
Chikita mengatakan selain menjadikannya sebagai sumber penghasilan, siaran langsung seperti ini bisa melatihnya untuk berinteraksi sosial dengan orang banyak, berlatih berbicara di depan layar dan meningkatkan gayanya. berbicara di depan umumdia.
Ia juga diharapkan mencari ide-ide segar agar topik yang dibawakannya setiap hari tidak membosankan. Menjadi kreatif juga merupakan salah satu cita-citanya.
Aplikasi Bigo Live diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pada akhir tahun 2016 lalu. Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebut, karena ditemukan dugaan konten pornografi di aplikasi tersebut.
Namun, blokir tersebut dicabut beberapa waktu kemudian setelah Bigo melakukan mediasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Rappler berusaha menghubungi Bigo tetapi belum mendapat tanggapan hingga tulisan ini dibuat.
Diakui Chikita, untuk menghindari pernyataan pornografi di aplikasi, pihaknya mengatasinya dengan pengaturan waktu tayang. Ketika konten dan pernyataan pornografi biasanya muncul sekitar pukul 24.00 hingga sekitar pukul 02.00 WIB, ia memilih waktu tayang pagi atau sore hari.
“Biasanya kalau siaran pagi. Jadi saya siarkan pagi, siang, sore atau malam. Malam itu macet di 11, setelah itu mati. Karena lewat jam itu yang suka mesum biasanya aktif,” ujarnya.
Bahkan saat ditayangkan pun tak luput dari komentar negatif seperti diminta penonton melepas bajunya.
Chikita hanya menjawab, “Jangan begitu ya kak,” ucapnya sambil memalsukan ucapannya kepada penonton sambil tersenyum.
Tidak terlalu mengganggu jika masih dalam batas wajar.
“Kadang saya abaikan saja, tapi kalau berlebihan misalnya saya laporan agar dia dapat melarang. Sehingga dia tidak bisa tampil lagi di Bigo dan akunnya langsung diblokir oleh Bigo,” ucapnya. —Rappler.com