• March 26, 2026
Investigasi Pansus Gerilya melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi

Investigasi Pansus Gerilya melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

“Penyerangan terhadap KPK justru membuat KPK semakin kuat.”

JAKARTA, Indonesia – Panitia Khusus Hak Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bentukan DPR meminta pertemuan dengan Menteri PAN-RB Asman Abnur pada Senin, 17 Juli 2017. Namun yang bersangkutan tak bisa hadir. ditemukan. , baik di kantornya maupun di gedung parlemen.

Semula Pansus mengundang rapat Asman pada pukul 14.00 WIB, namun rapat tersebut rupanya dibatalkan. Ketua Pansus Hak Penyidikan KPK Agun Gunandjar pun menunda jadwal hari itu. Kabar yang menyebutkan keduanya akan bertemu di kantor Asman pada pukul 13.00 WIB juga tidak benar.

Sekretaris Menteri PAN-RB Dwi Wahyu Atmaji mengatakan Asman sedang menghadiri rapat Tim Penilai Akhir (TPA) bersama Presiden Joko “Jokowi” Widodo. Penjelasan tersebut diterima Agun dan meminta Asman hadir pada undangan berikutnya, tanpa menyebutkan tanggal pastinya.

Dwi menjelaskan, kehadiran Asman dalam rapat dengar pendapat TPA berdasarkan instruksi Presiden Joko Widodo dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Permintaan pertemuan lanjutan juga akan dikoordinasikan kembali.

Pansus berencana membahas permasalahan pegawai KPK, khususnya penyidik. Mohammad Misbakhun, anggota Pansus, sebelumnya mengatakan ada 17 penyidik ​​yang penunjukannya melanggar prosedur.

Poin yang dilanggar adalah Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2005 tentang sistem pengelolaan SDM KPK. Pansus menilai penunjukan penyidik ​​yang berstatus pegawai tidak tetap itu sebagai tetap meski berstatus anggota Polri merupakan sebuah permasalahan. Informasi tersebut tercatat dalam temuan Badan Pemeriksa Keuangan (OJK) tahun 2012 yang baru dirilis tahun ini.

Tak hanya KemenPAN-RB, sebelumnya Pansus juga mengunjungi Kejaksaan Agung dan Mabes Polri untuk membahas hal serupa; lebih lanjut tentang tata cara penuntutan tindak pidana korupsi dalam pertemuan dengan Kejaksaan Agung. Namun sejauh ini belum ada keluhan berarti dari kedua lembaga tersebut terhadap kinerja KPK.

Peneliti ICW Donal Fariz menilai manuver yang dilakukan Pansus KPK tidak berdampak banyak. “Penyerangan terhadap KPK justru membuat KPK semakin kuat,” ujarnya saat ditanya Rappler.

Bahkan, di hari yang sama, Ketua DPR Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka baru kasus mega korupsi KTP elektronik senilai Rp 2,3 triliun. Donal lantas mempertanyakan apa fungsi Pansus KPK saat Ketua DPR sendiri terjerat penyelewengan uang.

Dengan ditetapkannya tersangka ini, maka tidak ada alasan bagi pansus untuk terus bekerja, ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah politisi yang tergabung dalam Pansus Angket KPK mengatakan pembentukan Pansus bukan untuk menghambat kinerja atau melemahkan KPK. Rappler.com

Data Sydney