• April 8, 2026

Apakah Roman Baswedan kembali bekerja di KPK pada November?

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Sementara meski sudah enam bulan lebih berlalu, polisi masih belum bisa mengungkap pelaku penyerangan terhadap Novel

JAKARTA, Indonesia – Penyidik ​​senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan diperkirakan sudah bisa kembali bekerja di lembaga tempatnya bekerja pada pertengahan November mendatang. Proses penyembuhannya ternyata lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Informasi tersebut disampaikan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak melalui pesan singkat kepada Rappler pada Senin, 9 Oktober. Namun, sebelum kembali ke Indonesia, Novel harus menjalani satu kali operasi lagi.

Operasi tahap kedua, kata Dahnil, rencananya akan dilakukan pada pertengahan Oktober mendatang.

“Roman tidak perlu menunggu 3-4 bulan lagi untuk melakukan operasi tahap kedua. “Kehendak Allah SWT di atas segalanya karena ada percepatan kesembuhan,” ujarnya.

Setelah menjalani rehabilitasi operasi tahap kedua, Novel diperkirakan baru bisa kembali ke lembaga antirasuah pada awal atau pertengahan November mendatang.

“Beliau tentu sudah tidak sabar untuk kembali menjalankan perannya sebagai penyidik ​​KPK untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah atas kasus korupsi yang ditanganinya,” ujarnya.

Sementara saat dikonfirmasi, Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan Novel akan menjalani operasi tahap kedua pada bulan ini. Namun Komisi Pemberantasan Korupsi belum bisa memastikan apakah ia akan kembali bekerja pada bulan depan.

“Semua tergantung perkembangan kesehatan Novel. “Jika operasi tahap kedua berjalan lancar dan proses penyembuhannya juga baik, tentu kita berharap Novel segera bisa kembali bergabung ke KPK,” kata Febri kepada Rappler.

Kasus ini masih dalam kegelapan

Sayangnya, pemulihan kesehatan Novel yang cepat tidak diikuti dengan penyelesaian kasusnya. Total sudah 180 hari atau lebih dari enam bulan penyelidikan polisi tidak membuahkan hasil. Faktanya, penyelidikan tampaknya sudah dilakukan.

Belum ada bukti atau petunjuk baru terkait pelaku penyiraman air keras atau bahkan dalang di baliknya. Alih-alih memburu pelaku aksi teror terhadap Novel, polisi malah cepat memproses laporan Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi Aris Budiman atas tuduhan pencemaran nama baik. Bahkan, kuasa hukum Novel dengan tegas menyatakan surat elektronik yang dikirimkan kepada Aris tidak pernah bocor ke pegawai lain.

“Tidak ada kemajuan (dalam kasus Romawi). Bahkan menjadi semakin rumit dan ‘kabur’ dengan berbagai tudingan dugaan kriminalisasi yang ditujukan kepada Novel. “Siapa teroris penyerangan tersebut dan apa latar belakang penyerangan tersebut masih belum diketahui,” kata Dahnil.

Meski begitu, dia mengatakan partainya tidak akan berhenti menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) di luar kepolisian. Pasalnya, di tangan kepolisian, meski diperintahkan Presiden Jokowi, namun belum ada perkembangan yang signifikan.

KPK belum mengetahui perkembangan terkini kasus tersebut. Bahkan, pertemuan rutin dua minggu sekali untuk membahas kasus Novel tak terealisasi.

“Pertemuan terakhir saat Pimpinan KPK bertemu dengan Kapolri (Tito Karnavian) beberapa bulan lalu. Saat itu, tim Polda Metro Jaya disebut masih melakukan kegiatan penyelidikan. Namun ada informasi yang belum ditemukan dan tersangka masih belum dapat ditemukan, kata Febri.

Meski demikian, lembaga antirasuah masih menunggu realisasi komitmen Polri untuk menemukan pelaku penyerangan terhadap Novel sesuai janji Tito kepada Presiden Jokowi.

“Sampai saat ini belum ada informasi mengenai tersangka atau pihak yang diduga melakukan tindak pidana tersebut. Tentu kita tunggu itu (realisasi komitmen) dan itu kewenangan Polri (mencari pelakunya), ujarnya.

Sebelumnya, Novel sempat meramalkan kasus penyerangan itu tidak akan terungkap. Hal itu ia duga dari cara penyidikan yang dilakukan penyidik ​​polisi. Belum lagi, dari wawancara dengan media asing, Novel menduga ada seorang jenderal polisi yang terlibat dalam aksi teroris terhadap dirinya. – dengan pelaporan oleh Santi Dewi/Rappler.com

slot online pragmatic