Tiga pasangan calon sepakat berkampanye secara damai
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
“Mari kita menjaga keberagaman yang akarnya bermula di negeri ini.”
JAKARTA, Indonesia – Setelah masing-masing pasangan calon gubernur dan gubernur DKI Jakarta mendapat nomor urut, KPU DKI Jakarta memberi waktu bagi mereka untuk berorasi.
Pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang mendapat nomor urut 1 mendapat kesempatan pertama tampil. Mengenakan peci hitam bermotif batik biru, Agus tampil percaya diri.
Mitra kita mendapat nomor 1, itu angka yang bagus, Insya Allah, kata Agus membuka pidatonya di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Selasa malam, 25 Oktober 2016.
Menurut putra mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini, yang terpenting dalam sebuah pemilu bukanlah nomor urut, melainkan visi, misi, dan solusi yang ditawarkan pasangan calon. Juga komitmen para calon gubernur dan wakilnya untuk menjadikan Jakarta rumah bagi rakyat, ujarnya.
Agus mengajak seluruh pasangan calon untuk berkompetisi secara damai dan menjalankan kampanye positif. Ia pun berharap kampanye yang dilakukan dapat mengedukasi dan mencerahkan warga Jakarta.
“Kami meminta kepada kader empat partai pengusung, relawan, simpatisan, untuk melakukan kampanye yang menyenangkan, mencerahkan, dan damai. “Kita harus menghindari kampanye yang dapat mencederai nilai-nilai luhur demokrasi dan Pancasila,” lanjut Agus.
Sebelum mengakhiri pidatonya, Agus melontarkan pantun. “Jalan ke Pasar Baru banyak yang senyum-senyum dan sapa, alhamdulillah dapat nomor satu, Insya Allah sukses untuk Jakarta.”
Ajakan Agus Harimurti agar pasangan calon melakukan kampanye damai mendapat tanggapan dari calon wakil gubernur Djarot Saiful Hidayat. Djarot yang tampil menggantikan Ahok mengatakan kampanye tersebut harus dirayakan dengan ceria.
Mari kita memasuki tahapan Pilkada DKI ini dengan penuh rasa suka cita, penuh rasa persahabatan, persaudaraan, dan gotong royong, kata Djarot.
Ia memperingatkan para pendukungnya untuk tidak memasang baliho di taman dan tidak menempelkan stiker di dinding, pohon, dan tiang listrik. “Jakarta bersih, selalu bersih, tamannya bagus, ayo kita jaga kebersihannya,” kata Djarot.
Dalam kesempatan tersebut Djarot memperkenalkan slogan rekannya yakni Salut Dua Jari. “Salam dua jari, salut dua periode, Basuki-Djarot kerja, kerja, kerja, menang!”
Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang mendapat nomor ketiga tampil terakhir. Dalam pidato singkatnya, Anies mengajak pasangan calon untuk mengutamakan kepentingan Jakarta.
Pilkada bukan soal Anies, bukan soal Mas Sandi, bukan soal Mas Agus dan Bu. Bukan Sylvi, juga bukan soal Pak Basuki dan Pak Djarot. Ini tentang masyarakat Jakarta, tentang masa depan Jakarta, kata Anies.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengingatkan pentingnya menjaga dan menghormati perbedaan dan keberagaman. “Mari kita lestarikan keberagaman yang bermula di negeri ini,” ujarnya.
Sandiaga Uno menambahkan, pilkada bukan ajang adu domba, melainkan perayaan bersama. “Bagi kami, pilkada bukanlah ajang perjuangan memecah belah masyarakat,” ujarnya. —Rappler.com