Arya Permana, anak penderita obesitas dengan berat badan 190 kg, dilarikan ke rumah sakit
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
13 dokter siap merawat Arya. India juga memberikan bantuan medis
JAKARTA, Indonesia – Arya Permana, seorang anak berusia 10 tahun yang mengalami obesitas, dilarikan ke rumah sakit pada Senin, 11 Juli, untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan.
Rumah Sakit Umum Pemerintah Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mengerahkan 13 dokter untuk merawat anak berbobot 190 kilogram ini.
Tim khusus beranggotakan 13 dokter ini terdiri dari ahli gizi anak, ahli endokrinologi anak, tumbuh kembang anak, patologi klinik, radiologi, bedah anak, ortopedi anak, psikiater anak dan rehabilitasi medik, kata Direktur Kedokteran dan Keperawatan RSHS Bandung, dr. . Nucki Nursjamsi Hidayat, di Bandung, Senin.
Nucki mengatakan, rencana utama tim dokter adalah menyelidiki penyebab pasti yang membuat siswa kelas 4 SD tersebut mengalami obesitas. Tim dokter juga akan mengatur program diet agar ia bisa menurunkan berat badan hingga mencapai berat badan ideal.
“Kami juga akan mengedukasi keluarga, karena jika program yang diberikan di rumah sakit tidak dilanjutkan di keluarga maka hasilnya akan sia-sia,” kata Nucki.
Arya merupakan warga Desa Pasir Pining RT002/001 Desa Cipurwasari, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Dalam keadaan sehat
Meski sempat dirujuk ke rumah sakit, kepala tim dokter RSHS Bandung yang merawat Arya, dr. Julistyo TB, menyatakan kondisi kesehatan Arya saat pemeriksaan dinyatakan sehat.
“Dari hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium, terima kasih Tuhan masih dalam batas aman. Jadi dari pemeriksaan jantung tidak ada masalah pada paru-paru, nampaknya lemak hanya menumpuk di bawah kulit. “Kita cari penyebabnya, apakah hormonal atau apa,” kata Julistyo.
Idealnya untuk anak seusia (Arya), dengan tinggi badan sekitar 1,47 meter, berat badan sekitar 50 kg. Sekarang berat badan anak AP mencapai 190 kg, kata Julistyo.
Dikatakannya, Arya Permana berobat jalan ke RSHS Bandung seminggu menjelang Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah/Lebaran 2016 dengan keluhan utama berat badan yang terus bertambah.
“Kasus ini cukup berbahaya bagi anak seusianya jika tidak ditangani dengan baik dan pertolongan medis. Kasus obesitas ini pada dasarnya adalah ketidakseimbangan pengeluaran energi, ujarnya.
India menawarkan perawatan untuk anak laki-laki super gemuk Arya
Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Jawa Barat Netty Heryawan mengatakan India siap memberikan bantuan medis kepada Arya.
“Setahu saya tim dokter yang merawatnya tadi malam (negara yang memberikan bantuan medis) adalah India karena India punya sistem dan metodologinya dan mungkin mereka ingin melakukan uji coba juga,” kata Netty, Selasa. Juli. 12.
Namun dia mengatakan dia akan membiarkan dokter di rumah sakit setempat menangani masalah ini sebelum menerima bantuan garam.
“Menurut saya, dokter melakukan sesuatu terlebih dahulu sebelum menyerahkannya kepada pihak lain (dokter luar negeri). “Sudah waktunya untuk menyerah sebelum berperang,” katanya.
Netty mengatakan, berdasarkan data Kementerian Kesehatan dan Badan Ketahanan Pangan, penderita obesitas di Indonesia menduduki peringkat ke-4 dunia, sedangkan angkanya dwarfisme (malnutrisi kronis) menduduki peringkat ke-5 di dunia. —Antara/Rappler.com