• April 17, 2026

Berita hari ini : Rabu, 25 Oktober 2017

Halo pembaca Rappler!

Pantau terus halaman ini untuk mengetahui update berita terkini yang dihimpun redaksi Rappler Indonesia pada Rabu, 25 Oktober 2017.

Penyidik ​​KPK tengah melakukan operasi tangkap tangan di Nganjuk

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan telah melakukan operasi tangkap tangan terhadap pejabat pemerintah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

“Ada dua petugas KPK yang datang ke Dinas Lingkungan Hidup untuk menemui kepala dinas. Tadi kami hanya dimintai keterangan, sekarang masih di Polri, kata Agus Irianto, Kepala Bagian Humas Pemkab Nganjuk, Rabu, 25 Oktober 2017.

Agus mengaku belum mendapat informasi lengkap soal operasi tangkap tangan KPK. “Untuk masalah ini, saya belum tahu. Yang jelas jam 14.00 WIB petugas KPK sudah ada, ujarnya.

Agus juga belum bisa membenarkan kabar salah satu pejabat yang terjaring operasi tangkap tangan itu adalah Bupati Nganjuk Taufiqurrahman.

Namun menurutnya, Bupati Tafiqurrahman saat ini sedang berada di Jakarta. “Dia punya peluang di Jakarta, karena sebelumnya ada undangan. “Tetapi kami tidak tahu kapan kami akan pulang,” ujarnya. Baca berita selengkapnya Di Sini.

Pertemuan Jokowi-Anies tidak membahas reklamasi Teluk Jakarta

Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan – Sandiaga Uno bertemu Presiden Joko “Jokowi” Widodo di Istana Kepresidenan, Rabu 25 Oktober 2017.

Anies mengatakan, pertemuan tersebut membahas enam hal, yakni Asian Games 2018 yang akan digelar di Jakarta, MRT, LRT, trotoar, kawasan kumuh, dan penanganan banjir.

“Kita banyak bicara soal infrastruktur di Jakarta, kita ingin memastikan proyek-proyek seperti MRT, pengurangan persimpangan jalan, dan memastikan semua proyek berjalan tepat waktu sesuai anggaran dan berkualitas,” kata Anies.

Anies juga mengatakan, dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi sama sekali tidak menyinggung soal reklamasi Teluk Jakarta. “Tidak disebutkan,” kata Anies.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut Anies, Presiden Jokowi menceritakan pengalamannya selama menjabat Gubernur DKI Jakarta. “Beliau menekankan pentingnya komunikasi dengan pihak lain, karena ini adalah kunci suksesnya penataan seperti penataan Waduk Pluit,” kata Anies. Baca berita selengkapnya Di Sini.

Pengadilan Saudi memutuskan Grup Bin Ladin tidak bersalah atas jatuhnya derek

Pengadilan di Mekah, Arab Saudi, pada hari Selasa menyatakan bahwa kelompok Bin Ladin, yang mengerjakan proyek perluasan di kompleks Masjidil Haram, tidak bersalah atas insiden jatuhnya derek pada tahun 2015. Hasilnya, pengadilan membebaskan 13 karyawan Binladin Group yang bertanggung jawab atas pengoperasian crane besar yang ambruk dua tahun lalu.

Bahkan, dalam kejadian tersebut terdapat 108 orang meninggal dunia, 10 orang di antaranya berasal dari Indonesia. Belum termasuk 238 orang yang terluka akibat derek roboh dan menghantam dinding timur Masjidil Haram.

Menurut hakim yang mengadili kasus tersebut, ia dengan cermat memeriksa gambaran teknis, mesin, mekanik, dan laporan cuaca saat itu. Ia mendapat laporan cuaca dari Badan Meteorologi dan Lingkungan Hidup.

Menurut badan tersebut, hujan lebat dan badai menjadi penyebab utama runtuhnya derek tersebut.

“Crane sudah berdiri tegak di tempat yang tepat dan dalam posisi aman bagi jemaah. Tidak ada kesalahan atau faktor human error yang dilakukan. “Mereka melakukan berbagai tindakan pencegahan terlebih dahulu,” kata hakim yang memutus kasus tersebut.

Pengadilan juga mengatakan derek tersebut telah beroperasi di bagian timur alun-alun Masjidil Haram selama dua tahun terakhir dan telah disetujui oleh otoritas yang berwenang.

“Jaksa Agung belum memberikan bukti kuat bahwa kelompok Binladin melanggar aturan keamanan. “Bukti yang diberikannya tidak cukup untuk memvonis bersalah terdakwa,” kata mereka lagi.

Dengan demikian, Grup BinLadin tidak berkewajiban memberikan santunan kepada korban tewas dan luka-luka. Mereka hanya akan mendapat uang kompensasi dari Raja Salman bin Abdul Aziz. Baca selengkapnya Di Sini.

Departemen Luar Negeri AS belum mengetahui alasan penolakan Jenderal Gatot

LATIHAN.  Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (kanan) bersama Kepala Staf Angkatan Laut (CSAL) Laksamana TNI Ade Supandi menyaksikan gladi bersih HUT ke-72 TNI di Dermaga Indah Kiat Cilegon, Banten, Selasa 3 Oktober.  Foto oleh Hafidz Mubarak A/ANTARA

Departemen Luar Negeri AS pada Selasa sore, 24 Oktober waktu setempat, mengaku belum mengetahui alasan penolakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo masuk ke Negeri Paman Sam. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert mengatakan keputusan itu dibuat semata-mata oleh Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan.

Nauert juga mengatakan masalahnya telah teratasi.

Berdasarkan apa yang saya pahami dan saya sudah diberitahu bahwa semua masalah telah diselesaikan. Kedutaan Besar AS di Jakarta membahas masalah ini dengan Menteri Luar Negeri (Retno Marsudi) pada 23 Oktober. Kami menegaskan kembali penyesalan dan komitmen kami terhadap kemitraan dengan Indonesia. Hal ini jelas penting. “Amerika sedang berkomunikasi dengan pemerintah Indonesia,” kata Nauert.

Ia juga menggarisbawahi, keputusan penolakan masuk Gatot bukan dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri.

“Keputusan ini tidak dibuat oleh Departemen Luar Negeri. Saya harus menjelaskannya. “Untuk hal ini, termasuk keputusan yang mereka ambil sebelumnya, saya merujuk Anda ke Dinas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan,” ujarnya.

Sementara itu, Gatot memutuskan untuk tidak menghadiri konferensi bertajuk Chiefs of Defense Conference on Countering Violent Extremist Organizations (VEOs) yang digelar pada 23-24 Oktober di Washington DC. Dave Lapan, juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS), sebelumnya mengatakan pihaknya telah memberi tahu kantor Gatot melalui Kedutaan Besar AS di Jakarta tentang kemungkinan penundaan penerbangannya.

Upaya telah dilakukan oleh Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS bekerja sama dengan Kedutaan Besar AS di Jakarta untuk menyelesaikan masalah tersebut tetapi dia sudah ditolak untuk naik ke pesawat, kata Lapan. Baca selengkapnya Di Sini.

Anies-Sandi bertemu Presiden Jokowi siang tadi

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.  Foto oleh ANTARA

Presiden Joko “Jokowi” Widodo akan bertemu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu sore pukul 11.00 WIB. Anies rencananya akan datang bersama wakilnya, Sandiaga Uno.

“Seperti yang disampaikan Presiden pekan lalu. Ada pelantikan dan akan ada pertemuan. “Rencananya kita bertemu hari ini,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 25 Oktober 2017.

Anies mengatakan, pertemuan dengan Jokowi akan membahas sejumlah hal, terutama soal pengalaman memimpin Ibu Kota. Apalagi, Jokowi pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2012-2014.

“Tentunya akan memberikan manfaat yang besar. “Beliau memimpin di sini dan memimpin Indonesia, pasti banyak hikmah yang dapat bermanfaat bagi kita,” kata Anies.

Usai pelantikan di Istana Kepresidenan, Anies sempat berbincang banyak hal dengan Presiden Jokowi. Perbincangan tersebut terjadi saat mereka melakukan perjalanan dari Istana Negara menuju Istana Merdeka. Baca berita selengkapnya Di Sini.

Rute Batik Air Jakarta-Medan mengalami turbulensi

Ilustrasi - Pesawat Batik Air.  FOTO oleh Dian Kandipi/ANTARA

Pesawat Batik Air rute Jakarta-Medan dengan nomor penerbangan ID 6890 mengalami turbulensi pada Selasa, 24 Oktober 2017, sekitar pukul 15.00 WIB.

“Dua penumpang dan satu pramugari terluka. “Mereka mendapat perawatan medis dari dokter Kantor Kesehatan Pelabuhan atau KKP Bandara Kualanamu,” kata Wisnu Budi Setianto, Manajer Komunikasi dan Hukum Cabang Bandara Kualanamu, Rabu 25 Oktober 2017.

Wisnu mengatakan, pesawat Batik Air membawa 114 penumpang. Saat mencapai ketinggian 20.000 kaki atau sekitar 6 km di atas permukaan laut, pesawat mengalami Clear Air Turbulence.

Kini pesawat telah mendarat di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. “Awak kapal dan penumpang lainnya tidak mengalami luka, namun beberapa penumpang terkejut dengan kejadian tersebut,” kata Wisnu. Baca berita selengkapnya Di Sini.

—Rappler.com

Toto SGP