• March 29, 2026
Awal Mula Polemik Nasi Jamaah Haji Lama

Awal Mula Polemik Nasi Jamaah Haji Lama

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Ribuan bungkus nasi bekas ternyata tak dibagikan kepada jemaah haji

JAKARTA, Indonesia – Ketua Daker Madinah Amin Handoyo tak menampik persoalan nasi tua yang hampir dimakan jemaah haji di Madinah. Namun menurutnya ribuan bungkus nasi bekas tidak dibagikan kepada jemaah.

Sebenarnya makanan lama itu tidak dibagikan kepada jamaah karena petugas sudah mengetahuinya, kata Amin di Medina seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Agama.

Amin mengatakan, ketika petugas mengetahui beras yang akan dibagikan kepada jemaah sudah kadaluarsa, mereka langsung meminta pihak katering untuk mengganti beras tersebut.

Saat itu, perusahaan katering langsung menggantinya dengan nasi bukhari (makanan Arab). Jumlahnya mencapai 3.344 mengemas beras. Proses pendistribusian ribuan bungkus beras mencapai tengah malam.

Meski pihak perusahaan katering mengganti nasi lama dengan nasi bukhari, Amin mengatakan pihaknya tetap memberikan teguran tertulis kepada perusahaan tersebut.

Perusahaan yang dimaksud bernama Bahar Har. Ini merupakan pertama kalinya perusahaan ini menerima pesanan katering untuk jamaah haji.

Penyebab nasi basi

Seorang supervisor katering bernama Irfan mengatakan nilainya ribuan mengemas nasi karena karyawan perusahaan katering tertidur. Akibatnya proses memasak menjadi terburu-buru.

“Mereka langsung memasukkan makanan hasil masak (dalam kondisi panas) ke dalam kotak dan segera menutupnya. “Inilah yang menyebabkan terjadinya penuaan,” kata Irfan.

Pemilik katering Bahar Harr, Usman Bin Rasyid berjanji akan meningkatkan pelayanan kateringnya ke depan. Termasuk perluasan area dapur untuk Indonesia, ujarnya.

Pengawasan menjadi lebih intensif

Kasus beras lama ini telah meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan katering komunal. Misalnya, Kepala Dinas Katering Madinah Daker, Iin Kurniawati, langsung melakukan sidak ke dapur katering.

Dari hasil sidak yang dilakukan Senin lalu, Iin Kurniawati mengatakan sudah ada perbaikan. Misalnya, dapur Bahar Harr kini lebih bersih dari sebelumnya.

Namun Iin Kurniawati masih menemukan alat memasak yang kurang maksimal. “Kami ingin perbaikan, misalnya penggorengan lebih besar. Dan mereka menyetujuinya,” kata Iin Kurniawati seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Agama, Senin 14 Agustus 2017. —Rappler.com

Data Sidney