Hari Kesehatan Mental Sedunia: Melewati kegelapan, menuju terang
keren989
- 0
JAKARTA, Indonesia – Meninggalnya Oka Mahendra pada 18 Juli meninggalkan bekas luka bagi Bentara Bumi. Kematian mantan kekasih sensasi media sosial Awkarin terkejut karena dia tidak menderita penyakit apa pun.
Dua hari kemudian, penyanyi band Linkin Park, Chester Bennington, yang meninggal karena bunuh diri, semakin mengguncang bumi, sapaan akrabnya.
Wanita berusia 33 tahun ini punya catatan kelam dalam mengakhiri hidupnya. Rentetan pemberitaan meninggalnya dua publik figur seperti Oka dan Bennington dalam waktu dekat diakui Bumi. pemicu bagi orang-orang yang telah melalui suatu fase bunuh diri.
Namun Bumi melewati masa-masa kelam tersebut dan berhasil bergerak menuju cahaya melalui puisi yang ia ciptakan dari abu mekanisme penanggulangan.
“Puisi ini muncul dari rangkaian cerita bunuh diri. Pemicu dulu Oka dan beberapa hari kemudian Chester,” kata Bumi kepada Rappler, Senin, 9 Oktober, sehari sebelum Hari Kesehatan Mental Sedunia yang diperingati setiap 10 Oktober.
“Beberapa teman yang punya masalah sama, nge-bodoh berita di media sosial sehingga mereka tidak melakukannyapemicu. Buat seseorang yang mengalami pikiran untuk bunuh diri lebih dari sekali itu sangat berbahaya,” ujarnya.
Bagi seseorang yang belum satu atau dua kali mengalami fase bunuh diri, saya tahu bahwa keinginan untuk bunuh diri bukan lahir dari kurangnya iman/kurangnya rasa syukur.
— Bumi (@bentarabumi) 19 Juli 2017
Puisi yang kemudian dia beri judul Menuju Cahaya dia membacanya di depan ratusan penonton kompetisi puisi banting diadakan oleh Unmasked Open Mic saat Festival Sastra ASEAN 2017 pada tanggal 5 Agustus, sekitar seminggu setelah kasus bunuh diri ramai diperbincangkan di media massa dan media sosial.
Bumi yang memiliki lebih dari 12 ribu pengikut di Twitter sempat membuatnya kabel tentang depresi di situs web mikroblog Itu. Ia mengaku bersyukur informasi yang disampaikannya melalui media sosial disukai dan dibagikan ribuan orang.
Niatnya satu; dia hanya ingin membantu orang lain yang memiliki masalah yang sama untuk lepas dari bayang-bayang gelap yang pernah mengelilinginya.
“Ada beberapa pasal yang menyelamatkan saya dari bunuh diri,” aku Bumi.
Dia bilang dia membacanya sebuah artikel tentang depresi yang menceritakan bagaimana JK Rowling, seorang penulis cerita asal Inggris, menggunakan media tulisan sebagai mekanisme untuk menyelamatkan dirinya dari depresi. Alhasil, Rowling menghasilkan karya megah dengan judul tersebut Harry Potter.
Dari situ Bumi belajar, “Depresi bukanlah sebuah batasan atau kesimpulan, namun merupakan landasan titik awal menuju kebangkitan,” ujarnya.
Sebagai penulis puisi, Bumi mengaku mempunyai tanggung jawab moral terhadap pembaca dan pendengar. Baginya, puisi tidak serta merta menjadi alat berekspresi, tapi juga penyampai pesan.
“Sejauh ini puisi tentang depresi telah membawaku suasana hati yang tidak baik mendengar. “Saya merasa punya tanggung jawab untuk tidak seperti itu,” kata penggagas komunitas Malam Puisi Jakarta ini.
“Puisi harus mengungkapkan perasaan, namun tidak meninggalkan energi negatif. Seolah-olah kita sebagai penulis merasa lega, tapi orang lain merasa stres.”
Di dalam Menuju CahayaBumi menggunakan cara unik untuk membawa pendengar menerima pesan yang ingin disampaikannya.
Misalnya sebagai pembuka ia menulis:
Perhatian perhatian!
Anda memasuki dunia kegelapan
Silakan duduk dengan tenang, kencangkan sabuk pengaman Anda sambil memegang tangan orang yang Anda cintai
Selamat menikmati perjalanannya dan terima kasih
Kata “perhatian, perhatian” yang ia gunakan di awal seolah menjadi peringatan bagi pendengar bahwa sesuatu yang tidak menyenangkan akan menimpa narator.
“Puisi ini tidak bagus jika berbicara langsung tentang kegelapan,” kata Bumi. “Ini akan mempersiapkan mereka jika kita ingin menghadapi apa pun, jadi bersiaplah.”
‘dalam terang’
Dalam kegelapan Anda tidak perlu mencari cahaya
Seringkali terdengar suara yang sangat keras,
beserta pikiran yang tak mau duduk diam
Tapi izinkan saya memberitahu Anda
Kegelapan bukanlah batasan atau kesimpulan
Ini menjadi landasan, titik awal kebangkitan
Dalam kegelapan, Anda tidak perlu terburu-buru mencari cahaya
Karena kegelapan menguasai ruang-ruang kosong, jeda panjang,
dan penuh peluang
Tempat di mana Anda menemukan diri Anda sendiri
Tentang siapa dirimu, dari mana asalmu, dan ke mana tujuanmu
Kemudian meledak dengan kesadaran!
Bumi mengakui isi puisi pada bait pertama Menuju Cahaya adalah sedikit ceramah kepada pembaca dan pendengar, namun sebenarnya dia juga ingin mengatakan bahwa dalam kegelapan kita mempunyai banyak ruang dan waktu untuk menemukan diri kita sendiri.
“Awalnya cukup bercerita tentang kondisi masyarakat khotbah untuk mengatakan bahwa deskripsi ruangan gelap sangat masuk akal. “Ruangan gelap itu punya cukup waktu untuk mengeksplorasi diri,” kata Bumi.
Bait selanjutnya adalah tentang hal-hal yang nyata dan merupakan ketakutan pribadi gadis asal Bandung yang sudah lama tinggal di Jakarta ini.
“Aku ingin mengatakan apa pun yang aku rasakan, tapi tanpa terdengar sulit. “Itu semua pengalaman saya, makanya terdengar urban sekali,” ujarnya.
Karena aku bukanlah kegelapanku!
Aku bukan masa laluku, kesalahanku
Aku tidak mempunyai bekas luka di sekujur tubuhku,
terutama kedua lengan bahuku
Saya bukan monster atau benda tajam yang saya rahasiakan
dalam tas kecil di sudut ranselku
Saya bukan jumlah pengikut saya atau mantan kekasih saya
Saya bukanlah jumlah hutang kartu kredit, gaji atau tabungan saya
Aku bukanlah suara-suara keras dan marah yang ada di kepalaku
Saya tidak mengalami serangan panik, depresi kronis, atau upaya bunuh diri
Aku bukanlah kisah kejatuhanku
Aku bukanlah kegelapan di tubuhku
Saya bukan ketakutan saya
Berbagai persoalan yang ia uraikan di bagian ini terkesan modern dan urban, mulai dari jumlah pengikut di media sosial hingga tagihan kartu kredit. Bumi pun mengaku diam-diam menyimpan benda tajam di sakunya saat hari gelap.
“Saat ini banyak orang yang terkena dampak dari media sosial, salah satunya takut ketinggalan. Misalnya seseorang sudah mempunyai jumlah tertentu pengikutmaka itu dianggap seseorang bel. Kata bel Ada juga ekspektasi tentang bagaimana Anda harus bersikap. Tapi aku bukan orang seperti itu,” dia mengakui.
“Kalaupun seseorang sudah mencapai usia tertentu, berapa banyak uang yang harus dia miliki di rekening banknya. Hal-hal kecil seperti itu juga terjadi pada Anda.”
Namun ia yakin dan berusaha bersikap positif bahwa meski berkali-kali disusul kegelapan, ia bukanlah dirinya saat terjatuh, apalagi ketakutannya.
Itu ada di bait terakhir puisi itu.
Aku adalah terang dalam kegelapanku
Akulah impian masa depan, harapanku
Aku berjalan terpincang-pincang, berjalan, berpacu penuh keberanian
Akulah pelukan yang meluluhkan kesepian
Aku setumpuk pesan, penuh rasa terima kasih,
dari mereka yang merasa tidak sendiri, dan belum bunuh diri, karena membaca tulisan saya
Aku adalah doa orang tuaku, sahabat karibku dan orang-orang yang belum pernah kutemui
Akulah tangan yang meraih cahaya ketika jatuh ke dalam jurang
Aku masih di dalam tubuhku
Akulah terang yang mengalahkan kegelapanku
Akulah syair puisiku,
jiwaku berlari menari dalam puisi
Dan aku berjanji aku tidak akan pernah berhenti
“Niatnya sejak awal menciptakan puisi ini adalah untuk tidak membiarkan pendengarnya menjadi muramtapi begitu senang,” dia berkata.
Saat Anda membaca ini puisi banting Festival Sastra ASEAN, Bumi mengaku tak berpikir untuk meraih kemenangan.
“Saya hanya berpikir ini akan menjadi bacaan yang bagus mengenai hal ini, bagaimana melakukan transisi dari gelap ke terang,” katanya.
Kemenangan ini – baik kemenangan dalam persaingan maupun melawan perlawanan terhadap dirinya sendiri – diakui Bumi sebagai pembuka banyak peluang baru. Ia diundang oleh berbagai komunitas untuk membaca puisinya. Namun yang lebih mengharukan baginya adalah banyak orang lain dari berbagai daerah yang membacakan puisi Menuju Cahaya di komunitasnya masing-masing.
Puisi itu ditutup saat dibuka; dengan beberapa peringatan.
Cara ini ia ambil dari pengalamannya bersama seorang psikolog.
“Jadi setelah meditasi atau konsultasi dengan psikolog, ada yang namanya momen landasanArtinya, ketika kita merasa berada di udara, kita harus kembali ke darat, ujarnya.
Perhatian, perjalanan sudah berakhir
Dunia kegelapan telah berlalu
Anda menjadi sorotan
Terima kasih telah mendengarkan dengan hatimu
Semoga akhir pekanmu menyenangkan dan Semesta memberkatimu!
Namun seiring zaman yang terus berganti, kehidupan manusia pun melewati kegelapan dan mencapai terang, Suatu saat kita akan mengalami kegelapan lagi. Begitulah sebutan bumi kambuh.
Dan tidak apa-apa untuk kambuh. Saya kambuh dua kali. Sekitar sebulan yang lalu. Tidak apa-apa. Jangan terlalu keras pada diri sendiri. 🙂
— Bumi (@bentarabumi) 19 Juli 2017
Bagaimana mencegah hal ini terjadi kambuh dalam depresi? Kata Bumi, meski setiap orang punya caranya masing-masing, namun ia punya tiga arah:
Konsultasikan terlebih dahulu ke psikolog untuk mengetahui kondisinya secara medis dan psikologis. Mengetahui kondisi tersebut akan menjadi semacam peta jalan bagi bumi mengenai apa yang harus dilakukannya.
Kedua, lakukan meditasi dan olahraga sebagai pengobatan untuk menghilangkan energi negatif dari dalam diri. Efeknya memang tidak langsung, tapi terus lakukan hingga Anda merasa lebih baik.
Ketiga, percaya pada aspek spiritual. Menurutnya, permasalahan masyarakat perkotaan sebagian besar mengalami depresi karena kehilangan arah. Memiliki aspek spiritual dalam dirinya, Bumi mengaku telah menemukan jawaban atas pencariannya.
Jika Anda mengalami gejala depresi, segera dapatkan bantuan profesional. Klik tautan ini untuk melihat daftar komunitas yang peduli terhadap kesehatan mental.—Rappler.com
BACA JUGA: